Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 45 Sunrise



Pagi-pagi sekali Hana bangun dan membangunkan Rin. "Rin bangun. Waktunya kerja.' Tapi tentu saja Rin yang masih kecil sedikit sulit untuk bangun. Rin tetap tidur. Hana mengelap tubuh Rin kemudian mengganti pakaiannya.


Di lokasi syuting sudah ada Richard. Saat ini mereka akan mengambil adegan matahari terbit dengan pasangan yang berjalan bersama. Adegan Rin terpaksa diganti karena Rin masih tidur.


Hana dan Richard berjalan sambil bergandengan tangan. Kamera yang berada di drone mengambil gambar dari atas. "Cut." Sutradara menghentikan syuting. Sutradara dan Richard melihat hasil rekaman.


"Untuk jaga-jaga kita ulangi sekali lagi," ucap sutradara.


Hana merasa jantungnya berdetak saat Richard menggenggam tangannya. ~ Jantungku. Kau itu hanya boleh deg deg-an dengan Lucas.


Tapi Hana tak bisa menipu hatinya. Jauh di dalam sana ia masih ada rasa dengan Richard. ~ Hana! Ingat! Kau sudah menikah. Sudah punya lima anak. Bagaimana nasib keluargamu nantinya? Kak Richard juga pasti nggak mau dengan wanita yang punya "buntut". ~ Hana mencoba mensugesti hatinya.


Syuting selesai. Hana dan Richard berbincang-bincang. "Hana, kau masih ingat kita berdiri di mana?"


"Memangnya ada apa di sini?"


Richard memberi petunjuk dengan menunjuk cincin di jarinya.


Ah! Kejadian itu. ~ Hana bernostalgia. Pantai tempat mereka berpijak saat ini adalah tempat Richard melamar Hana. Ia dulu berlutut dan menunjukkan sebuah kotak kecil berwarna merah. Tapi Hana tidak melihat ada cincin di kotak itu. ~ Apa cincinnya cincin bayangan?


Sedangkan Richard menunggu Hana berkata "ya". Richard melihat Hana yang sedikit kebingungan ~ Apa Hana menolak lamaranku?


"Kak, apa memang nggak ada cincinnya?" Hana bisa mengerti jika Richard kurang mampu. Tapi setahu Hana, Richard itu orang kaya. Minimal cincin berlian atau cincin emas.


"Ada, kok." Richard melihat kotak kecil yang ia pegang. Ia sudah menaruh cincin untuk Hana di sana tapi.cincin itu hilang. Richard segera mengais pasir. Hana ikut membantu. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan cincin. ~ Apa aku harus menguras pasirnya?


"Terakhir kakak lihat cincinnya di mana?"


"Di ... (berusaha mengingat) Mobil." Richard tadi sempat membuka kotak dan melihat cincin di dalam mobil.


"Ketemu, kak." Hana memasukkan kembali cincin itu ke dalam kotak.


"Jawabanmu?"


"Jawaban apa?"


"Atas lamaranku?"


"Kakak coba lagi. Tapi jangan di pantai lagi, ya. Pikirkan cara yang lain."


Keesokkan harinya Richard melamar Hana lagi saat ia membawa Hana makan malam di restoran. Jawaban Hana tentu saja "Ya."


"Mama ..." Rin memanggil Hana. Lamunan Hana buyar. Ia mendekati Rin dan membetulkan pakaian Rin.


Syuting lalu dilanjutkan lagi dengan Rin. Setelah selesai di lokasi outdoor sekarang mereka syuting di kamar dan melakukan photoshoot. Kali ini konsep keluarga. Richard berperan sebagai sosok ayah penyayang. Sedangkan Rin sebagai anak manis yang betah berada di resort.


Richard memandangi Hana lalu memandangi Rin. Richard masih ingat dulu mereka sempat ribut kecil karena masalah anak. Richard ingin anak perempuan untuk anak pertama mereka. Sedangkan Hana laki-laki. Alasan Hana sepele. "Kalau anak pertama kita perempuan, itu artinya aku harus lahirin lagi anak laki-laki untuk penerus usaha kakak. Aku inginnya satu anak aja."


"Dua."


"Satu."


"Tiga."


"Kok nambah?"