
Selesai mengganti bajunya, Ren kembali lagi ke ruangan Rei mengadakan live instagram.
Rei membaca komentar. "Ren, ada yang mau lihat pink venom challenge."
"Kakak Yei, musik." Ren memberi tanda ke Rei untuk menyetel lagu.
Ren mulai melakukan gerakan pink venom challenge. Menggerakkan tangannya ke atas dan ke samping. Meliukkan tubuhnya. Menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Selesai menari Ren duduk di kursi.
"Ren tadi tiruin siapa?"
"Tadi Yen jadi Jennie Noona."
*Jennie Kim : salah satu member Blackpink yang juga sukses dengan lagu solonya yang berjudul "Solo".
"Ren jadi Jelvis, dong." Rei membaca komentar lagi.
*Jelvis \= Jennie + Elvis. Mengacu pada Ren yang memakai kostum Elvis tetapi melakukan gerakan tari Blackpink.
Ren tersenyum. Ia bertanya pada penonton siaran live. "Ada yang mau yihat Yen nyanyi yagu Eyvis?"
"Aku "
"Saya."
"Ok. Yen akan nyanyi yagu Opa Eyvis."
Ren mengambil mic bluetooth. Ia mulai bernyanyi. Tapi ia tidak bersuara dan tampak kebingungan. "Yen yupa." Ren tertawa terkekeh-kekeh.
Rei membantu Ren. "Take my hand. Take my whole life too. But I can't help falling in love with you. But I can't help falling in love with you."
Selanjutnya sesi tanya jawab untuk Ren.
"Ren mau jadi apa kalau besar?"
"Yen mau jadi pemain sepak boya. Kayak om Yonaydo sama om Messi."
"Bentar lagi piala dunia, Ren nanti ke sana atau nonton di TV?"
"Yen mau ke sana."
"Bawa siapa?"
"Bawa Papa, kakak Yei, kakak Yio, kakak Yin."
"Mama sama Ricka nggak diajak?"
"Mama di yumah. Jaga Yicka." Ren tertawa sambil menutup mulutnya "Hi ... Hi ... Hi ..."
Setelah beberapa lama, siaran live selesai.
"Bye bye." Rei dan Ren berpamitan.
Ren lalu melepas pakaiannya. Kostum jumpsuit Elvis membuatnya agak gerah. Dibantu Hana, Ren mencuci rambutnya. Hana lalu mengeringkannya dengan pengering rambut.
"Mama, Ren boyeh nginap di yumah Oma?"
"Boleh. Tapi semalam aja. Besok Ren harus pulang."
"Iya." Ren mulai mengambil baju gantinya dan beberapa perlengkapan lainnya.
"Jangan kelihatan Ricka. Nanti ia nangis mau ikut." Hana berbisik.
Ren ikutan berbisik. "Iya, Ma."
Ren, Lucy dan Lukman pergi diam-diam supaya tidak diketahui Ricka.
Tapi saat mobil distarter, Ricka mulai mencari asal suara. Ia tahu ada mobil yang mau pergi.
Ricka mulai menangis.
Hana mencoba menenangkan Ricka. Ia menggendong Ricka. Menepuk-nepuk ringan punggungnya. "Besok kakak Ren balik ke rumah. Malam ini kakak Ren nginap di rumah Oma Lucy."
Terdengar suara mobil memasuki rumah sebelah. "Papa." Ricka tahu itu mobil Richard.
"Ricka mau ketemu papa? Besok aja, ya. Udah malem. Papa Richard pasti mau istirahat. Ricka juga harus tidur."
Hana menaruh Ricka di box bayinya. Tapi Ricka menolak. Ia menunjuk kasur Hana dan Lucas. "Mau tidur sama Mama?"
Hana menaruh Ricka di kasurnya.
Sementara itu Ren, Lucy dan Lukman sudah tiba di rumah mereka. Ren tidur di kamar tamu tempat ia biasa tidur.
Karena sudah malam, Ren harus tidur. Ia mengatupkan kedua tangannya. Juga menutup matanya. Ia berdoa. "Amin."
"Ren tadi doa apa?" tanya Lucy.
"Yen doa supaya Oma sama Opa seyayu sehat. Jadi, Yen bisa ketemu Oma sama Opa teyus."
Lucy merasa terharu. "Sudah malam. Waktunya tidur." Lucy mencium pelipis Ren lalu mematikan lampu.
"Good nght, Oma."
"Good night, Ren."