Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 119 Tukang Makan



"Ren pasti boongin Mama." Hana menggelitik perut Ren. Hana tahu kalau Ren pasti tahu genangan itu bukan kopi susu. Dan Ren hanya ingin merasakan airnya.


"Ha ... Ha ... Ha ... Mama geyi." Ren tertawa geli. Tapi Hana tetap menggelitik Ren.


"Ha ... Ha ... Ha ... Ampun Mama." Ren meminta ampun sambil menahan geli.


Hana menghentikan gelitikannya saat ia menyadari pandangan orang di sekitarnya tertuju padanya.


"Ayo ke lapangan lagi." Hana hendak mengajak Ren kembali ke lapangan golf untuk berkumpul bersama yang lain.


"Yen lapay. Yen mau makan." Ren menyentuh perutnya. Apalagi saat ini kebetulan mereka mencium aroma sedap masakan yang dibuat di cafe.


"Ren kan sudah sarapan di rumah tadi." Ini anak perutnya ada berapa? Sarapan tadi juga dua piring.


"Ya, udah. Ren mau makan apa?" Hana dan Ren melihat-lihat menu. Aroma harum makanan begitu menggoda. Bikin ngiler.


"Ren mau pesan apa?" Hana membolak-balik menu. Terlalu menggiurkan melihat foto masakan yang dibuat sangat estetik itu.


"Semuanya." Ren ingin mencoba semua menu.


"Ren bisa habisin?" Hana bertanya walaupun ia tahu Ren itu pelahap makanan.


"Kita pesan dua menu aja. Minumannya 1 gelas aja." Hana memutuskan.


"Pizza satu, kentang goyeng satu, jus aypukat satu." Ren memesan di kasir. Ia memberikan uang yang diberi Hana.


Kasir lalu memberikan kembalian untuk Ren. "Makanannya nanti akan diantarkan ke meja," ucap kasir.


"Teyima kasih."


Ren kembali ke mejanya semula dan menunggu makanan datang.


Di lapangan golf Lucas menelpon Hana karena Hana dan Ren tidak muncul-muncul. Ia takut Hana salah jalan.


"Aku sama Ren lagi makan. Ren lapar."


"Papa ..." Ren ikut menyapa ayahnya.


"Tapi nanti kamu ke sini kan?"


"Iya. Kami habisin makanan ini dulu. Sudah mau habis kok." Hana menggigit potongan pizza.


Panggilan video terputus. Selesai makan mereka menuju ke lapangan golf.


Rei dan Rio mencoba mengayunkan stik golf dan memukul bola. Richard memperbaiki postur mereka dan mengajari cara menggenggam stik golf yang benar.


Ren nggak mau kalah. Ia juga ingin belajar. Tapi baru satu pukulan Ren malah lari-lari keliling lapangan.


Selesai bermain, Richard mengajak mereka makan. Dan Ren mau makan lagi.


"Tadi Ren baru aja makan."


"Yen lapay." Berlari-lari di lapangan golf membuat perutnya kosong.


Hana melihat jam. Baru jam 12 tapi Ren sudah tiga kali makan. Perutnya Ren itu ada berapa sih sebenernya.


Richard bertemu dengan temannya. Ia memperkenalkan Ricka. Lebih tepatnya pamer kalau ia sudah punya anak.


Richard menggendong Ricka. "Ini anakku, Ricka."


"Kamu sudah punya anak? Kapan nikahnya? Aku nggak diundang."


"Aku nggak menikah. Kenalkan ini mamanya Ricka."


"Hana." Hana mengulurkan tangannya.


Teman Richard bingung. Mereka kumpul kebo?


"Mana ..." Ren memanggil Hana. Ia ingin menunjukkan akuarium yang berada di salah satu sudut cafe ke Hana.


"Anakmu dua?" Teman Richard bingung.


"Bukan. Ini anaknya Hana yang nomor lima."


Eh? Teman Richard semakin bingung.


Lucas datang. Richard memperkenalkan Lucas. "Ini suami Hana."


Eh? Eh? Bagaimana caranya punya anak sama istri orang? Mereka selingkuh? Tapi suaminya kok akrab sama Richard?


Richard membaca raut wajah temannya. "Ceritanya panjang."


Teman Richard dipanggil oleh keluarganya. "Aku permisi dulu." Ia pergi dengan penuh tanda tanya.