Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 54 Mengenang



Lucas dan Hana berbincang membicarakan kenangan mereka dengan Luke. Walaupun kejadian Rin sangat tidak menyenangkan bagi Hana tapi Luke masih punya banyak sifat baik.


"Apa kita pulang sama-sama?"


"Aku masih harus berada di rumah sakit. Kamu dan Rin pulang duluan."


"Rin nggak bakal mau pulang. Kecuali jika kamu yang bilang."


"Papa belum bisa pulang. Rin sama mama pulang dulu. Mandi. Ganti baju." ~ Sebenarnya anak kecil dilarang datang ke rumah sakit karena banyak virus dan bibit penyakit.


Lucas melanjutkan "Siang nanti papa pulang. Rin tunggu papa di rumah." ~ Aku nggak boleh berjanji seperti ini. Belum tentu aku bisa pulang nanti siang.


"Kalau papa bisa pulang nanti siang, papa pulang." Lucas meralat perkataannya.


"Papa, bye bye." Rin melambaikan tangannya. Ponsel Lucas berbunyi lagi. Ia harus bergegas lagi ke ruangan pasien. Hana dan Rin pulang naik taxi online.


Di tengah perjalanan Hana berhenti di toko kue. "Rin, kita bawain kue buat kak Rei dan kak Rio."


Rin lalu memilih dua croissant 🥐. Satu dengan rasa keju dan satu dengan rasa coklat. Hana memilih beberapa kue untuk camilan. Mereka lalu menuju ke sekolah.


Rin melihat tempat Rei dan Rio bersekolah. Hana memasuki kelas Rei dan Rio dan memberikan croissant untuk mereka.


"Rin sudah nggak sakit lagi, Ma?" Rei dan Rio mencemaskan adik mereka.


"Rin ternyata pura-pura sakit biar bisa ketemu papa."


Syukurlah. ~ Rei dan Rio merasa lega. Tadi pagi sewaktu mereka bangun, mereka tidak melihat Hana dan Rin saat sarapan karena katanya Rin masuk rumah sakit.


Rin ingin tetap berada di sekolah. Menurutnya sekolah itu seru. Ada banyak teman. Ada bapak dan ibu guru. Hana akhirnya berhasil membujuk Rin untuk mau pulang.


Di rumah. Saat siang hari. Rei dan Rio pulang dari sekolah. Tak lama kemudian datang Oma Lucy dan opa Lukman. Mereka baru saja datang dari luar negri dan membawa oleh-oleh.


"Ini buat Rei." Rei mendapat tas mini.


"Terima kasih, Oma."


Rin mendekati Omanya. "Ini buat Rin." Rin menerima tas ransel merk Gucci dengan karakter kura-kura. Oma Lucy membantu Rin memakai tas.


"Teyima kasih, Oma." Rin mencium pipi neneknya.



"Mama ... Kuya-kuya." Rin memamerkan tas pemberian kakek neneknya. Sedangkan Hana mendapat tas merk Ferragamo. Tas dengan model klasik. "Terima kasih, Ma, Pa."


Hana senang-senang saja menerima hadiah tas bermerk. Tapi saat ia melihat harga tas branded milik Rin harganya kira-kira delapan belas juta rupiah lebih jika dirupiahkan. ~ Alamak! Bisa dapet hampir dua ribu bungkus gado-gado.


Oma Lucy lalu mengajak cucu-cucunya menginap di rumahnya. Rei dan Rio mau ikut. Tetapi Rin ingin berada di rumah menunggu ayahnya yang tak kunjung pulang.


Rei dan Rio lalu berpamitan. Malam harinya Lucas masih belum bisa pulang ke rumah. Lucas melakukan panggilan video untuk Rin supaya Rin tidak berpura-pura sakit lagi.


"Maaf, ya, Rin. Papa nggak bisa pulang. Pasien papa perlu papa." Lucas memberitahu Rin.


Rin menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setidaknya ia bisa melihat ayahnya walau lewat video.