
Rayhan merasa lega ketika sutradara sudah oke dengan take kedua tadi. Ia tidak perlu lagi bersusah payah menggendong Rin.
Syuting dilanjutkan saat Putra menunggui Putri di rumah sakit.
Kamera mengambil posisi.
"Ready. Camera. Action." Sutradara bersuara lantang. Papan slate diketuk.
Kamera meng-close up Putra. Putra menatap Putri yang terbaring. Ia berdoa supaya demam Putri menurun.
"Cut."
Syuting selesai untuk hari ini. Rin berpamitan dengan Rayhan dan kru film lainnya. "Rin pulang dulu."
Sedangkan kru film masih berada di lokasi syuting.
Di dalam mobil.
Ren mendekati Rin. Rin tahu maksud Ren. Rin membuka tasnya dan mengambil camilan Boromon.
"Teyima kasih, Kakak Yin." Ren langsung membuka kotak camilan itu. Ada enam bungkus di dalamnya. Ia membagikannya ke Hana, Matthew, Mark, Rin dan Ricka.
Ada hadiah mobil mainan di dalamnya. Ren membukanya dan memberikannya ke Ricka.
Ricka mulai memasukkan camilan berbentuk bulat bulat kecil itu ke mulut mungilnya. Pipi Ricka jadi gembung. Membuatnya terlihat lucu dan imut.
"Habis ini Rin mau syuting apa?" Hana bertanya. Sebentar lagi syuting film "Putra dan Putri" akan berakhir dan Rin akan melanjutkan ke proyek selanjutnya.
"Rin mau syuting film action, Ma." Rin ingin menjadi super Hero. "Tapi jarang ada film super Hero Indonesia."
Film super Hero tentu saja membutuhkan budget besar untuk setting tempat, kostum belum lagi untuk computer grafis yang cukup mahal.
"Kakak Yin bikin aja." Ren mengusulkan.
"Tapi nanti siapa yang bikin efek-efek nya kalau ada layar hijau?" Rin bertanya balik.
"Kakak Yio. Kakak Yio pintar." Ren sering melihat Rio mengedit video untuk konten Rei.
"Nanti Kakak Yin yang bikin skenayionya," ucap Ren.
"Tapi kameranya? Kamera film kan mahal." Alat alat yang dipakai dalam membuat film sungguh sangat mahal.
Ren menjawab, "Pakai hp aja Kakak. Murah. Nggak keluay uang."
Rin lalu meminta bantuan Matthew dan Mark. "Matthew sama Mark bantu syuting juga, ya." Membuat sebuah film walaupun hanya film pendek akan membutuhkan banyak orang.
"Ren mau jadi spideyboy." Ren sudah bercita-cita menjadi Spiderman.
"Kakak Yei spider sister. Kakak Yio spider brother. Kakak Yin spidergirl. Kakak Matthew sama Kakak Mark Spider twins. Yicka spider baby." Ren menamai semua karakter super Hero mereka.
"Mama?" Hana ingin ikut terlibat juga.
"Mama jadi spider mama. Papa jadi spider papa."
Di rumah Rin mulai merancang dan menulis skenario. Terkadang ia berhenti di tengah jalan. Rin bahkan sudah membuat daftar orang-orang dan tugas mereka.
Produser : Lucas
Sutradara : Rei
Kameramen : Om yang sering membantu Rei syuting dance cover.
Artistik : Lucy (bertugas membuat kostum dan make up)
Konsumsi : Lukman
Rin juga mulai menyusun jadwal. Mereka pernah membuat video dance cover jadi akan lebih mudah karena setidaknya mereka sudah pernah membuat video konten.
Rin lalu menamai rumah produksi yang ia buat yaitu RM Production. R dari huruf inisial dirinya dan saudara-saudaranya. M dari inisial Matthew dan Mark.
Rin lalu memberitahu Rei dan Rio tentang rencananya membuat film pendek dengan tema super Hero. Rei dan Rio mendukung rencana Rin.
Rei dan Rio melihat draf kasar skenario yang dibuat Rin. Mereka ikut menambahkan ide ide.