
Kembali lagi ke apartemen Alex.
Lucas, Rin dan Ren masing-masing memegang satu kura-kura mini. Mereka akan mengadakan lomba lari untuk kura-kura mini.
Kura-kura yang mana yang akan menang dengan garis finish hanya berjarak satu meter dari garis start?
Rin memberi kode. "Satu, dua, tiga." Semuanya melepas kura-kura dari tangan. Semua langsung mengambil posisi di garis finish.
"Daniel ... Cepat ..." Lucas menyemangati Daniel. Tapi tetap saja Daniel hanya diam. Ia malah memasukkan kepalanya ke dalam cangkang.
Dasar manusia berisik. Ini jamku tidur. Mungkin begitu pikir Daniel.
Bukan hanya Lucas yang frustasi. Ren juga. Yohan, kura-kura mini yang ia pilih, memang bergerak tapi ke arah sebaliknya. Bukannya mendekati garis finish, Yohan malah menjauhi garis akhir.
"Yohan ..." Ren memanggil Yohan. Tapi Yohan cuek bebek. Ia malah berjalan membelakangi Ren.
Sedangkan Jung Kook langsung bergerak dan sampai di garis finish. "Yeay, Yin menang. Teyima kasih Jung Kook." Rin memberikan makanan kura-kura untuk Jung Kook.
Mereka mengembalikan kura-kura mini ke dalam akuarium. Lucas lalu mengajak Rin dan Ren pulang.
"Bye bye Om Ayex. Bye bye kuya-kuya."
...***...
Pagi ini Lucas berdandan rapi. Ia akan mengikuti seminar lagi. Hana membantu memasangkan dasi.
"Ikut." Rin ingin ikut lagi.
"Hari ini Papa mau seminar lagi. Rin tunggu di rumah. Atau ... Nanti Papa videoin supaya Rin bisa lihat langsung Papa seminar apa." Lucas memberi alternatif lain.
Lucas berpamitan lalu pergi menuju tempat seminar. Ia sengaja memilih kursi di belakang agar leluasa merekam seminar untuk Rin.
"Rin bisa lihat?" Lucas mulai merekam.
Di apartemen Richard, Rin sudah duduk rapi di kursi anak. Ia tengah menunggu rekaman live dari ruang seminar.
"Rin bisa lihat?"
"Hana, mic hp-nya Rin di-mute aja." Lucas kawatir jika terdengar suara teriakan Ren atau suara lainnya terdengar di ruang seminar.
"Ok," jawab Hana.
Seminar dimulai. Rin mendengarkan dengan baik. Ia meniru gerakan peserta seminar. Saat ada yang menggaruk kepalanya, Rin juga ikut menggaruk kepalanya. Saat ada yang memutar pulpennya, Rin juga ikut memutar pulpennya walau tidak selihai peserta seminar.
Ren yang merasa dicuekin mulai mengganggu Rin. Ia ingin bermain bersama Rin. Ren mulai menendang bola ke kaki Rin.
Kakak Yin, Ren bosan main sendirian. Temanin Ren main.
Sekali dua kali Rin masih sabar. Saat ketiga kali. "Yen jangan ganggu Kakak. Kakak yagi beyajay. Yen duduk sini." Rin membawa Ren untuk duduk di kursi anak sebelahnya.
Ren merasa bosan menonton video orang berbicara panjang lebar. Ia mulai menguap lalu tertidur. Hana melihatnya kemudian menaruh Ren ke kasurnya.
Setelah beberapa lama seminar untuk sementara ditunda karena makan siang.
"Rin makan dulu. Papa juga mau makan."
"Papa makan apa?"
"Ada ayam, pasta."
"Yin juga mau ayam."
Panggilan video mereka untuk sementara waktu terputus. Rin lalu makan masakan chef Pierre.
"Merci." Rin berterima kasih setelah selesai makan.
* Merci (bahasa Perancis) artinya terima kasih.
Seminar berlanjut lagi tapi koneksi internet Lucas tidak stabil. "Rin, internet Papa lagi gangguan. Papa rekam aja. Nanti Rin tonton waktu Papa di rumah."
"Iya." Rin lalu memutuskan untuk bermain bersama Ren. Tapi Ren masih tidur. Rin lalu berbaring di sebelah Ren. Ia ikut tertidur.
Hana tersenyum melihat putri dan putra ciliknya yang sedang berbaring bersebelahan itu.