Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 122 Enam Anak Masih Kurang



"Kalau Papa nggak disayang?" Lucas tiba-tiba muncul dari dalam rumah.


"Yen juga sayang Papa." Ren berlari dan memeluk Lucas.


Selesai membersihkan diri, mereka menuju meja makan untuk makan malam. Dilanjutkan acara keluarga.


Hana dan Lucas duduk di sofa sedangkan putra putri mereka duduk di lantai. Berjejer dari yang paling tua sampai ke yang paling muda.


"Siapa yang mau punya adik lagi?" Lucas bertanya. Rei mengangkat tangannya, begitu juga Rin dan Ren. Ricka ikut mengangkat tangan karena meniru kakaknya.


"Rei mau punya adik berapa?" Lucas bertanya.


"Dua, Pa. Rei mau bikin BTS. Rei jadi J-Hope, Rio jadi Suga, Rin jadi RM karena pintar, Ren jadi Jung Kook karena sama-sama suka makan, Ricka jadi Jimin karena imut. Kurang Jin sama V."


"Kalau Rin?"


"Dua juga. Rin mau bikin princess. Kakak Rei Cinderella, Rin Snow White, Ricka Aurora. Yang belum Belle sama Ariel."


"Ren?"


Ren menunjukkan angka lima. "Yen mau bikin tim futsal."


"Ren nggak mau bikin tim sepak bola?"


Hana mencubit Lucas. Aku nggak mau nambah lagi. Apa Lucas sudah lupa susah dan sakitnya aku mengandung dan melahirkan anak-anak.


"Ouch." Lucas mengusap bekas cubitan Hana.


"Ricka?'


Ricka meniru Rei dan Rin. Ia menunjukkan angka dua dengan jarinya.


"Dua? Kenapa?"


Ricka berbicara bahasa bayi yang tidak dimengerti.


Lucas melihat ke Hana. "Berdasarkan keputusan terbanyak maka diputuskan kita akan menambah anak lagi."


Hana melotot. Kau mau mati?


Hana mulai mencubit perut Lucas bertubi-tubi. Lucas berusaha menghindar dengan berlari menuju kamar kemudian ke ranjang. Hana mengejar sampai akhirnya mereka berdua berada di ranjang.


"Mau bikin sekarang?" Lucas menggoda Hana. Cubitan besar dan sakit Lucas rasakan.


...***...


Rei memulai Instagram live nya. Ia mulai menyapa penggemarnya.


"Halo semuanya. Seperti yang Rei posting tadi, Rei sekarang adain Instagram live. Yang mau tanya-tanya silakan."


Rei mulai membaca komentar. "Kapan video baru Rei?"


"Besok ada video baru. Sekarang masih Rio edit. Tapi bukan Rei yang muncul. Yang muncul nanti ..." Rei mendekatkan wajahnya ke kamera. "Rahasia."


"Ricka cantik." Komentar salah satu penggemar.


"Ricka dibilang cantik." Rei melihat Ricka. Ricka tersenyum senang. Ia sudah sering dipuji cantik sejak baru lahir.


"Ricka kok agak item, ya (bukan body shaming)"


"Ricka agak coklat karena mirip papanya."


"Papa Rei kan putih. Bule."


"Papa Ricka itu om Richard."


"Mama Rei nikah lagi?"


"Nggak. Mama nggak nikah lagi. Mama masih sama papa Lucas."


"Kok bisa?"


"Urusan orang dewasa." Rei mengakhiri topik tentang Ricka. Rei mencoba memulai topik lain.


Rei lalu menyalakan musik. Lagu Left and right. Hasil kolaborasi Charlie Puth dan Jung Kook BTS. Ricka ikut bergoyang.


Memories follow me left and right


I can feel you over here,


I can feel you over here.


You take up every corner of my mind (what you gon' do now?)


Komen masuk lagi. "Ricka ngantuk."


Rei melihat Ricka yang mulai menguap. Ia meminta ijin. "Tunggu bentar, ya. Rei antar Ricka ke kamar dulu." Rei meninggalkan kamarnya.


"Ma, Ricka tidur."


Hana mengambil alih Ricka. Ia tadi sudah mau ke kamar Rei untuk mengambil Ricka yang mengantuk saat menyaksikan Instagram live-nya Rei.


Rei balik ke kamarnya untuk melanjutkan live-nya. Ia menyetel lagu lain. Pink Venom dari Blackpink.


This, that pink venom, this, that pink venom


This, that pink venom (get 'em, get 'em, get 'em)


Straight to ya dome like whoa, whoa, whoa


Straight to ya dome like ah, ah, ah


Tangan Rei bergerak sesuai koreografi.


"Yang mau tanya-tanya lagi silakan." Rei kemudian menjawab beberapa pertanyaan sebelum mengakhiri live-nya.