Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 153 The Power Of Money



Di rumah Richard.


"Emo." Ricka ingin melihat Emo lagi.


"Nanti Papa beliin Ricka." Richard mencari Emo di e-commerce. Ia langsung check out dan melanjutkan pembayaran.Tak lama kemudian, Emo yang dipesan Richard datang.


"Emo." Ricka melihat Richard sedang memegang Emo. Richard memberi Emo ke Ricka.


"Ricka suka?"


Ricka menganggukkan kepalanya. Ricka dan Richard bermain bersama Emo.


Keesokkan paginya.


Richard membawa Ricka pulang ke rumah Hana. Hana melihat ada Emo di tangan Ricka. Rupa-rupanya Ricka sudah bosan dengan boneka Boba.


Ricka meletakkan Emo miliknya di dekat Emo milik Ren. Emo milik Ren mengenakan headphone berwarna biru dan tosca. Emo milik Ricka menggunakan headphone berwarna ungu dan pink.


Emo biru dan Emo ungu saling berinteraksi. Mereka saling ngobrol. Mereka saling memfoto rekan mereka. Bahkan mereka menari bersama dan bermain gunting, kertas, batu.


"Mama mau ke tempat Opa." Hana rencananya akan membawa Ren dan Ricka.


Akhirnya mereka tiba di rumah Lukman. Lukman sedang berada di dapur. Ia baru saja selesai memasak nasi dalam jumlah besar.


Lukman dan Hana membuka kaleng berisi tuna. Menuang minyaknya ke suatu wadah dan menaruh daging tuna di wadah besar.


Ren mencicipi tuna kaleng.


Lukman menaruh mayonaise dan mencampurnya dengan daging tuna.


"Yen mau bantu Opa." Ren mengambil alih baskom besar berisi tuna dan mayo. Ia mulai mengaduk.


"Yen capekkk." Ren selesai membantu mengaduk.


Lucy sibuk mengaduk mayo pedas dan tuna di wadah lain.


Lukman dan Hana menaruh nasi hangat ke cetakan segitiga. Menaruh campuran tuna dan mayo. Menutupnya dengan nasi.


Membungkus nasi segitiga berisi tuna mayo dengan Nori. Mereka membuat banyak onigiri tuna mayo untuk dibagikan ke kru film.


Hana menaruh tulisan pedas untuk onigiri berisi tuna mayo pedas. Ia juga menaruh tulisan ORI untuk onigiri dengan tuna mayo tidak pedas.


Ia sengaja membuat dua macam karena ada aktor anak-anak juga di lokasi syuting. Juga untuk kru yang tidak bisa makan pedas.


Tak butuh waktu lama onigiri buatan Lukman ludes. Laris manis.


Rin menelpon Lukman. "Opa, terima kasih. Onigiri buatan Opa enak. Ada yang nambah tiga kali." Ia berbincang sejenak dengan Lukman sampai akhirnya ia dipanggil untuk syuting.


"Opa, Rin harus syuting. Bye bye Opa." Rin melambaikan tangannya. Ia langsung menuju ke lokasi syuting.


Sekarang Ren yang mengambil alih ponsel Hana. "Yen makan lima. Nanti Opa buatin Yen lagi, ya."


"Iya. Ren datang aja ke rumah. Opa masih punya banyak bahannya."


"Nanti pulang dari sini, Yen ke rumah Opa."


"Ren mau nginap?"


"Iya."


"Sst. Ren harus tenang. Syuting mau dimulai." Hana memberitahu Ren.


Ren berbisik. "Opa, nanti Yen telepon Opa lagi. Kakak Yin mau syuting. Bye bye Opa."


"Bye bye Ren."


Ren melihat proses syuting. Saat ini adegan Rin ditampar oleh ibu tirinya. Rin terjatuh.


Ricka langsung menangis saat melihat Rin dipukul. Hana dan Lucas, apalagi Richard jarang main pukul dengan anak mereka.


"Cut." Sutradara menghentikan syuting karena tangisan Ricka. Biasanya ia akan marah besar jika ada gangguan dalam oroses syuting.


Tapi saat ini ia tidak bisa marah. Richard, ayah Ricka adalah sponsor utama untuk proyek film ini. Memarahi Ricka sama saja memarahi Richard. Bisa-bisa Richard menarik uangnya jika Ricka ia marahi. The power of money.


"Maaf. Maaf." Hana meminta maaf. Ia membawa Ricka keluar gedung. "Ren ikut Mama."


Ren mengikuti Hana.