Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 185 Syuting Hari Pertama



Mereka kembali ke hotel. Tidak akan ada acara jalan jalan lagi untuk sementara karena Rin akan mulai syuting besok.


Rin melatih lagi adegan untuk besok karena ini syuting pertamanya bersama kru orang Jepang yang terbiasa dengan tepat waktunya. Rin merasa tidak boleh melakukan banyak kesalahan.


Rei, Rio, Ren dan Ricka mengerti dan tidak mengganggu Rin. Rei dan Rio sibuk mengedit video. Sedangkan dua bocil bermain seperti biasa.


Keesokkan harinya.


Jun mengantar Rin menuju ke lokasi syuting. Rin memperkenalkan dirinya lagi.


"Hajimemashite. Watashi wa Rin desu. Go Sai desu. Yoroshiku onegaishimasu." Rin menaruh kedua tangannya di depan perutnya lalu membungkukkan badannya sehingga membentuk 90 derajat dengan kaki.


Rin lalu menyapa Sho, lawan mainnya di film yang seumuran dirinya.


"Sho-kun." Rin mendekati Sho. Sho juga mendekati Rin. "Rin-chan." Ini hari pertama mereka bertemu secara fisik setelah selama ini mereka bertemu melalui zoom.


*Kun : panggilan untuk anak lelaki di Jepang. Bisa juga diganti -chan seperti Shin-chan.


Rin dan Sho menunggu giliran mereka.


Saat ini adegan diambil di daycare.


Giliran Rin dan Sho syuting.


"Ready. Action." Sutradara memberi aba-aba.


"Hari ini kita kedatangan teman baru. Ia agak pemalu dan untuk sekarang ini ia belum fasih berbicara bahasa Jepang," ucap guru di daycare.


"Sakura." Guru memanggil Sakura.


Rin yang berperan sebagai Sakura memperkenalkan dirinya dengan malu-malu. "Hello." Ia lalu bersembunyi di balik tubuh gurunya.


Sakura adalah anak blasteran dengan ayah Amerika dan ibu Jepang yang sejak lahir tinggal di Amerika.


"Sakura duduk di sebelah Ken, ya. Ken, bantu Sakura ya," kata guru mereka.


"Sakura. Kochi (sini)." Ken memanggil Sakura.


"Okay. Cut." Sutradara mengakhiri syuting. Mereka melihat kembali rekaman adegan. "Good." Sutradara merasa tidak salah pilih casting.


Adegan dilanjutkan saat beberapa hari kemudian ketika Sakura dan Ken mulai akrab. Sakura tidak begitu mengerti bahasa Jepang. Ken juga tidak begitu mengerti bahasa Inggris. Tetapi mereka bisa berteman baik.


Di ruangan kelas Himawari (bunga matahari) tempat Sakura dan Ken.


Sakura berlari menghindari kejaran Ken. Tanpa sengaja Sakura memecahkan vas bunga. "Prang ..."


Seorang guru masuk. "Siapa yang memecahkan vas bunga?"


Ken mengangkat tangannya. Sakura melihatnya. "Not him. It's me." Sakura mengakui kesalahannya.


"Jadi siapa yang sebenarnya memecahkan vas bunga?"


Ken mengangkat tangannya. Ia tak ingin Sakura disalahkan.


"Okay. Cut."


Sutradara melihat lagi rekaman adegan. Lagi lagi ia merasa puas.


Adegan selanjutnya dilakukan di depan daycare. Ada taman bermain yang berisi ayunan, perosotan dan lain lain.


Syuting dimulai saat Sakura baru saja masuk daycare.


*Proses syuting biasanya tidak urut sesuai alur cerita. Tetapi biasanya menurut tempat. Jadi, ketika misalnya ada adegan di taman di awal dan akhir cerita, mereka akan syuting di taman untuk awal cerita kemudian dilanjutkan adegan di akhir cerita.


Sakura melihat ayunan yang ramai peminat. Ia tidak bisa menikmati ayunan. Ia lalu pergi menjauh.


Ken mendekatinya. "Sakura suka ayunan?" Ken menunjuk ayunan.


Sakura mengangguk. Ken lalu menggandeng tangan Sakura dan membawanya ke depan ayunan. Ken dengan berani meminta temannya yang berada di ayunan untuk gantian dengan Sakura.


"Ini untukmu." Ken memberikan lolipop miliknya untuk mengganti ayunan. Temannya setuju. Sakura akhirnya bisa naik. Ken mengayun Sakura yang duduk di ayunan.


"Okay. Cut."