Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 59 You're Important



Richard sudah pulang ke rumah dalam keadaan berkursi roda. Tapi raut muka Richard terlihat masam. Ia mengurung diri di kamarnya berhari-hari.


Wanita yang aku cintai telah menjadi milik pria lain. Kaki yang bisa berjalan juga telah meninggalkan diriku. Untuk apa aku hidup. ~ Richard hendak mengakhiri hidupnya. Baginya ia sudah muak dengan yang namanya kehidupan. Ia punya uang. Ia bisa membeli selusin bahkan lebih wanita seperti Hana tapi mereka bukan Hana


Richard mengambil pisau buah yang terletak di piring. Dan ia ...


Rebecca masuk ke dalam kamar Richard. "RICHARD!!!" Rebecca segera menelpon ambulan dan membawa Richard ke rumah sakit. Richard mendapatkan pertolongan dari dokter dan selamat.


Rebecca lalu mendatangi rumah Hana. Ia merasa hanya ada satu jalan untuk menyelamatkan putranya.


"Hana, bantu ibu. Lahirkan anak Richard. Saat ini hal itulah yang bisa menolong Richard." Rebecca memohon dengan sangat ke Hana. Rebecca awalnya tidak setuju dengan rencana Richard untuk memiliki anak dari Hana. Tapi saat ini tak ada jalan yang terpikir olehnya.


Rebecca juga memohon ke Lucas. "Tante tahu tidak seharusnya Tante meminta Hana mengandung anak dari pria lain. Tapi Tante mohon. Bantu Tante. Ijinkan Hana mengandung dan melahirkan anak Richard."


Lucas seorang dokter. Ia menghargai setiap nyawa. Baginya setiap nyawa harus bisa ia selamatkan. Tapi ia dilema. Sama seperti Richard, ia juga sangat mencintai Hana dan takut kehilangan Hana.


"Tante mohon. Setelah anaknya lahir biar Tante yang merawatnya. Kalian mau uang berapa? Sepuluh miliar? Atau lebih? Tante akan kasih. Tante takut kehilangan Richard."


Hana memeluk Rebecca yang telah menjadi sosok ibunya saat ia dan Richard masih menjalin kasih. "Ibu, beri aku waktu untuk bicara dengan suami dan mertuaku."


Hana meninggalkan Rebecca dan mengajak Lucas untuk berdiskusi dengan Lucy dan Lukman.


Hana, Lucas, Lucy dan Lukman berada di ruang belajar Lucas. "Lucas." Hana menatap Lucas. "Mama ... Papa ... " Hana menatap kedua mertuanya.


"Kak Richard adalah mantan tunangan Hana. Kami akan menikah jika saja saat itu Hana tidak ..."


Lucy memotong perkataan Hana. "Hana, kami akan menghargai setiap keputusanmu. Kami mungkin masih kaget saat ini. Tapi mama dan papa tidak bisa melarangmu."


"Terima kasih, Ma. Terima kasih, Pa. Maafkan Hana. Hana titip anak-anak. Hana pergi sebentar menjenguk kak Richard." Hana lalu pergi bersama Rebecca menuju rumah sakit. Hana melihat Richard yang sedang tidur di ranjang.


Kak, bukankah kau itu orang yang paling optimis yang pernah aku kenal. Kenapa sekarang kau begitu terlihat lemah. ~ Hana melihat wajah Richard yang tak terawat. Wajahnya berjanggut dan berkumis lebat.


"Hana ..." Richard melihat Hana. Tak ada kekuatan dalam perkataannya. Richard masih lemas karena menolak untuk makan.


Hana mengambil makanan yang sudah disediakan pihak rumah sakit dan menyuapi Richard. Awalnya Richard menolak tapi Hana berkata tegas. "Makan! Kalau tidak mau makan, kakak harus makan masakanku."


Richard langsung memakan makanan dari suapan Hana. ~ Aku tak ingin mati dengan cara seperti itu.


"Aku sudah kenyang," ucap Richard saat Hana hendak menyuapinya lagi.


"Makan!" perintah Hana. Richard lalu membuka mulutnya.