Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 193 Konferensi Pers



Budiman masih berada di rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Keluarga bersiap siap untuk kejadian terburuk.


Rin saat ini berada di suatu ruangan untuk melakukan konferensi pers secara virtual untuk film "Putra Dan Putri". Ia bersama sutradara, Rayhan, pemeran Kevin (ayah Putri) dan juga pemeran ibu tiri Putri.


Konferensi pers dimulai. MC memulai acara. "Selamat siang. Hari ini kita akan mengadakan konferensi pers untuk film Putra dan Putri."


Ia melanjutkan, "Terima kasih juga untuk pihak media yang bergabung bersama kami secara virtual."


"Film ini diproduksi oleh Sunny Production. Dan tentunya dibintangi oleh pemeran-pemeran yang andal."


"Film ini seperti judulnya menceritakan kisah Putra dan Putri."


"Sekarang mari kita berkenalan dengan pemeran dari film ini."


"Hallo. Saya Rayhan pemeran Putra." Rayhan menyapa pemirsa.


"Selamat Siang. Saya Rin. Pemeran Lisa dan Putri." Rin memaksakan untuk tersenyum.


Sebenarnya Ronald sudah memberitahu Rin jika ia bisa untuk tidak menghadiri konferensi pers.


Tetapi Rin tetap bersikap profesional. Ia termasuk dalam jajaran pemeran utama. Jadi, Rin untuk saat ini mengesampingkan perasaannya.


Acara berlanjut dengan cerita tentang keseruan di lokasi syuting.


"Apa scene yang paling sulit buat Rayhan?" tanya MC.


Rayhan ragu untuk bercerita. Rin langsung menyahut. "Ada adegan Kakak Rayhan gendong Rin. Adegan itu direkam dengan dua kali take."


"Rayhan pasti capek," kata MC.


Rayhan hanya tersenyum.


MC mulai beralih ke Rizal, sang sutradara. "Bagaimana dengan Pak Sutradara. Apa ada kesulitan selama proses syuting?"


"Kesulitan pasti ada. Terutama faktor cuaca saat syuting di luar ruangan. Saat scene cuaca cerah, malah hujan."


"Untuk para pemerannya bagaimana?' MC bertanya lagi.


"Semua pemeran cukup baik dalam memerankan perannya masing-masing." Rizal menjawab.


Pemeran Kevin menjawab pertanyaan.


Acara konferensi pers dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari wartawan melalui online.


"Rin kok kelihatan sedih."


Rin mendekatkan mic nya ke bibirnya. "Kakek Rin masuk rumah sakit. Mohon doanya supaya kakek Rin cepat sembuh."


"Rin. Ada yang mau disampaikan buat Kakek?"


"Kata Mama, Mama tunjukin acara konferensi pers ini untuk kakek. Kakek, cepat sembuh ya. Rin mau main sama kakek lagi." Rin mengusap air matanya yang sudah berada di sudut mata.


"Tentunya kita di sini juga berharap kakek Rin bisa cepat sembuh dan sehat kembali," ujar MC.


MC kemudian mengajukan beberapa pertanyaan lagi.


"Katanya ada scene yang bikin Rin sama Rayhan terkesan."


Rayhan menjawab. "Saat adegan Putra sama Putri ngamen di warung di siang hari panas panas. Tapi yang jadi pengunjung bilang permainan ukulele Rayhan dan nyanyian Rin bagus." Pemeran figuran yang menjadi pelanggan warung malah meminta encore.


"Jika penayangan film ini mencapai satu juta orang, apa yang mau Rayhan sama Rin lakuin?"


Sutradara menyahut. "Apa bisa mencapai satu juta orang?"


"Pak Sutradara, anda harus optimis dengan karya anda." MC mencoba menyemangati Rizal.


Rin menjawab. "Kakak Rayhan sama Rin mau ngamen."


"Okay. Rin sama Rayhan sudah janji mau ngamen kalau yang nonton satu juta orang. Jadi, jangan lupa untuk nonton film nya. Berulang kali juga boleh."


"Sekarang kita berada di penghujung acara. Saya selaku MC mengucapkan terima kasih karena sudah bergabung bersama dengan kami di acara konferensi pers ini."


*Akhir kata, kami mengucapkan minta maaf jika ada ucapan dan tindakan kami yang salah selama acara berlangsung. Jangan lupa tonton film Putra dan Putri di bioskop kesayangan anda. Bye bye."


"Bye bye."


Acara konferensi pers selesai.