Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 72 Bodyguard



Sebelum kejadian tertangkapnya casting director.


Hana melihat bodyguard yang disewa Richard untuk melindungi dirinya dan Rin juga Ren. Ia menatap wajah bodyguard yang tingginya dua meter dengan bentuk badan yang besar kira-kira seperti The Rock, Dwayne Johnson.


Aku seperti ketemu The Rock beneran.


Bodyguard selalu menemani Hana kemanapun ia pergi. Ke sekolah Rin, ke supermarket. Tentu saja postur tubuh yang besar ditambah lagi wajah yang kaku, membuat orang pasti melihat ke arah mereka.


Sampai akhirnya Hana meminta bodyguard itu memakai baju santai bukan jas hitam dengan kemeja putih seperti pakaian bodyguard di film-film.


"I'm sorry, Mam. I can't do that." (Maaf, Nyonya. Saya tidak bisa melakukannya)


Hana lalu meminta bantuan Richard. Barulah bodyguard itu menurut.


"Apa stalker itu masih membuntutimu?" Richard bertanya.


"Sepertinya tidak. Mungkin ia takut dengan Steven." Steven adalah nama bodyguard yang menjaga Hana.


"Uncle, can you sit down?" Rin meminta Steven untuk duduk. Steven menurut saat Rin memintanya untuk duduk.


Rin lalu mulai mengambil jepit rambutnya dan mulai memakaikannya ke Steven. Steven cuma bisa pasrah. Ia sudah seperti ungkapan "ayah yang bodoh yang tidak bisa menolak permintaan putrinya ". Tapi bedanya ia adalah bodyguard yang tidak bisa menolak permintaan Rin.


Steven tampak lucu dengan berbagai jepit rambut warna-warni di rambutnya. "Uncle, you aye pretty." (Paman cantik)


Rin tampak puas dengan hasil kreasinya di rambut Steven. Semuanya tertawa saat melihat Steven dengan aneka jepit rambut yang girly di rambutnya.


Saat waktunya dirasa tepat, Hana melakukan inseminasi buatan. Benih dari Richard sudah dicuci dan petugas hanya mengambil benih dengan kromosom Y karena Richard menginginkan anak laki-laki.


Hana berbaring di atas ranjang klinik. Membuka kakinya dan dokter mulai memasukkan beberapa alat di bagian intimnya.


Setelah semua prosedur selesai, Hana beristirahat sebentar di klinik. Kemudian ia pulang.


Hana menyentuh perutnya. Ia benar-benar berharap inseminasi berhasil. Ia ingin berkumpul dengan keluarganya di Indonesia.


Untuk sementara suster yang mengantar Rin ke sekolah dengan ditemani bodyguard. Entah kenapa, mungkin insting bodyguard, Steven sepertinya tahu ada orang yang membuntuti mereka. Ia lalu menangkap seorang pria yang diduga stalker. Ia kemudian membawanya ke sebuah ruangan.


"What do you want? Money?" (Apa yang kau mau uang?) tanya Steven.


"No."


"Are you kidnapper?" (Apa kau penculik?) Steven tahu banyak yang menculik anak orang kaya untuk tebusan uang.


"No. I'm not kidnapper. I'm casting director. I want to offer a role for Rin." (Saya bukan penculik. Saya ingin menawarkan peran untuk Rin) Casting director itu mulai panas dingin dan ketakutan. Celananya basah karena ancaman Steven.


"LIAR!" (PEMBOHONG!) Steven menakuti casting director.


"Is that really true?" (Apa yang kau katakan itu benar?"


"Y-yes."


Richard menemui casting director itu. Ia sudah menyelidiki latar belakang orang itu. Dan memang benar ia adalah seorang casting director.


"Steven. Let him go." (Steven. Lepaskan dia) Richard memberi perintah.


Steven lalu membuka ikatan tali yang mengikat kedua tangan casting director itu. Casting director itu segera pergi dari tempat ia "disiksa".