
Richard mencoba menggerakkan jempol kakinya lagi. Tetapi kali ini tidak berhasil. "Come to my place," (Datanglah ke tempatku) ucap Mr. Lee. Mr. Lee lalu pergi dari hadapan Richard.
Richard memerintahkan asistennya untuk mencari informasi lengkap tentang Mr. Lee. Mengecek kebenaran klinik Mr. Lee. Apakah Mr. Lee benar-benar seorang terapis atau hanya penipu.
Dengan cepat asisten Richard mendapatkan informasi. Klinik yang dimiliki Mr. Lee adalah klinik legal. Banyak pasien telah sembuh setelah berobat di klinik tersebut.
Dua bocah lelaki kecil menghampiri Richard. "Rin's Daddy." Salah satu bocah yang lebih gemuk mengenali Richard. Matanya melihat sekitar. "RIN." Ia berteriak memanggil Rin yang masih berada di komedi putar.
"Matthew." Rin mengenali suara dari teman preschool. Setelah komedi putar selesai berputar, Rin menghampiri Matthew.
Hana melihat keakraban Rin dengan Matthew. Rin dan Matthew bergandengan tangan. Matthew menggandeng tangan kanan Rin. Sedangkan bocah satunya lagi menggandeng tangan kiri Rin.
Rin, Matthew dan Mark ingin menaiki wahana yang bermodel cangkir teh bentuk besar. "Rin pegang erat-erat." Hana takut jika Rin jatuh. Cangkir itu lalu berputar mengelilingi wahana. Rin dan teman-temannya tertawa.
Dari suster, Hana mengetahui jika Matthew dan Mark adalah saudara kembar. Matthew adalah kakak. Hana sudah lama tidak mengantar Rin ke preschool karena bed rest.
Setelahnya mereka berpisah. Keesokkan harinya Richard mendatangi klinik Mr. Lee. Ia berencana membawa Mr. Lee ikut ke mana saja ia pergi. Tentu saja dengan menawarkan sejumlah uang dengan nominal yang fantastis.
Richard tidak berhasil meyakinkan Mr. Lee untuk menjadi terapis pribadinya. Richard akhirnya memulai sesi pengobatan bersama Mr. Lee. Kadang Hana menemani Richard. Kadang Richard hanya berdua dengan asistennya. Dari yang hanya jempol kaki, sekarang Richard bisa menggerakkan pergelangan kakinya.
Richard berharap jika bayi inseminasi buatan mereka berhasil dan akhirnya mereka kembali ke Indonesia, ia sudah bisa berjalan lagi dengan kakinya sendiri. Ia tak ingin bergantung pada orang lain untuk mobilitasnya.
"Mr. Lee. If you need something, tell me." (Mr. Lee. Jika kau butuh sesuatu, katakan pada saya) Richard merasa Mr. Lee telah berjasa padanya. Mr. Lee selama ini juga hanya menagih biaya terapi seperti pasien lainnya.
"I don't need anything." (Saya tidak butuh apa-apa)
"Just tell me." (Katakan saja padaku)
"I think I need a motel or homestay for my patient from village." (Saya membutuhkan motel atau homestay untuk pasien dari desa)
"They difficult to get affordable place to stay." (Mereka kesulitan mendapatkan tempat tinggal dengan harga terjangkau)
"I'll discuss it with my team." (Saya akan mendiskusikannya dengan team saya) Richard berencana membangun tempat tinggal untuk pasien dari luar kota. Richard tahu masih ada dan akan tetap ada orang-orang yang tidak mampu di luar sana tetapi mereka masih berharap bisa sembuh di tangan Mr. Lee.