Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 150 Rpink Day One



Rei membaca komentar yang masuk. "Rpink. Karena semua membernya namanya diawali huruf R."


"Bagus juga," ucap Rei. Ia meminta pendapat adik-adiknya. "Bagaimana?"


"Okay." Semua setuju karena jika Ricka bergabung, grup mereka tetap Rpink.


"Jadi sekarang Rpink day one," ujar Rei.


"Kalau ada yang mau request dance cover, bisa komen juga," ucap Rei lagi.


"Lisa Lalisa."


Ada juga yang menjawab. "TXT I know i love you."


"Yen bisa dance Lalisa." Ren langsung maju ke depan. Sedari tadi ia duduk di sofa bersama kakak-kakaknya. Ia ingin bergerak.


"Kakak Yei, musik." Rei memberi kode.


Terdengar suara lagu Lalisa.


Say, "Lalisa", love me,


"Lalisa", love me (hey!)


Call me, "Lalisa", love me,


"Lalisa", love me (hey!)


Oh-ooh, 알잖아 attitude


뭘 더 어쩌라구? the loudest in the room


(hoo! hoo!)


Ren mulai menari. Ia mencium tangannya. ia menjulurkan tangannya. Menaruh tangannya di kepala lalu menggoyang-goyangkan pinggulnya.


Rei, Rio dan Rin bertepuk tangan.


"Ren kapan belajar tari Lalisa?" Ada penggemar yang bertanya.


"Yen lihat kakak Yei nari. Yen tiyu Kakak Yei," jawab Ren.


"Kaki Yen kyam." Ren memijit kakinya. Rio ikut memijit kaki Ren.


"Ren harus stretching dulu." Rei mengajari Ren stretching.


"Iya. Kakak Yio sudah. Kaki Yen sudah baik." Ren merasa kakinya sudah normal kembali.


Kemudian ada permintaan dari penggemar untuk bernyanyi. "Yang pintar nyanyi itu Rin," ucap Rei.


Rin mulai mengambil mic. Tapi ia bingung mau menyanyi apa. "Kakak Rei lagu Solo."


Rei memutar musik Solo dari Jennie.


"Kakak, bukan Solo dari Jennie Eonni. Tapi Bengawan solo." Rin mulai bersiap. Rei mencari lagu Bengawan Solo.


Mereka lanjut menjawab pertanyaan dan melakukan apa yang penggemar ingin mereka lakukan.


Di akhir live instagram mereka mengucapkan salam perpisahan. "Terima kasih sudah mau menonton dance cover Shutdown. Bye bye. "


Siaran live selesai.


...***...


Robert pulang ke Indonesia. Ia berkunjung ke rumah Hana.


"Robert. Kamu belum pernah lihat Ricka kan?" Hana bertanya.


"Iya. Aku cuma lihat Ricka dari Instagram sama YouTube-nya Rei," jawab Robert.


"Ricka ..." Robert memanggil Ricka. Tapi Ricka menggerakkan tangannya.


"Ricka minta kamu cuci tangan dulu." Hana menterjemahkan gerakan Ricka.


Robert lalu mencuci tangannya.


Tapi saat ia hendak menggendong Ricka, Ricka memintanya mencuci tangan lagi.


Hana akhirnya paham. "Ricka. Ini tato. Nggak bisa hilang dengan cuci tangan." Tangan Robert memang sudah penuh dengan tato. Ricka belum pernah melihat tato sebelumnya.


Tangan Ricka berada di lengan Robert. Ia mencoba mengelupas tato yang ia pikir kertas stiker itu.


"Bukan stiker juga. Nggak bisa dilepas. Baru bisa hilang kalau dilaser," kata Hana.


"Ricka mau ditato?" Robert bertanya. Ia mengeluarkan stiker tato.


Hana langsung melarang. "Jangan. Papanya Ricka nggak suka kalau badannya Ricka kotor."


Robert menyimpan kembali stiker tato miliknya.


"Rin kemana?"


"Rin lagi di lokasi syuting. Kamu berapa lama di Indonesia?"


Robert mengangkat bahunya. "Mungkin seminggu."


"Cepat banget."


Ren baru saja bangun dari tidur siangnya. "Om Yobet." Ren berlari ke arah Robert. Tapi ia tersandung dan jatuh. Ren memukul pelan lututnya lalu bangkit lagi. Ia memeluk Robert.


"Yen nggak mimpi kan? Ini Om Yobet kan?"


"Iya. Ini Om Robert."


"Om Yobet bawa apa?"


"Ren maunya Om bawa apa?"