Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 124 Luke, I Miss You



Video Ren sebagai Elvis kecil mendapat sambutan meriah. Banyak komentar positif untuk Ren.


Rei membacakan komentar untuk Ren yang belum lancar membaca.


"Aku menontonnya berulang kali."


"Kecanduan lagu ini. Otw searching lagu-lagunya Elvis."


"Ren harus rekaman."


"Ren pintar menyanyi dan menari. Nanti pasti sukses jadi superstar."


"Hari ini aku fans-nya Ren."


"Request Blue Suede Shoes."


"Ren reinkarnasi Elvis."


"Pengen lihat Ren perform Trouble."


Rei melihat Ren. "Ren, banyak fans Kakak yang pengen lihat Ren. Ren mau ikut instagram live-nya Kakak?"


"Iya." Ren sedari dulu hanya sebagai penonton saat Rei melakukan live instagram.


Rei lalu memposting di instagramnya kalau nanti malam ada live bersama Ren.


Ren memberitahu Hana. "Mama, Yen nanti ikut kakak Yei live."


Hana lalu menuju lemari pakaian untuk memilih baju yang bagus untuk Ren karena biasanya Ren memakai piyama bila berada di rumah. "Atau Ren mau pakai kostum Elvis?"


"Pakai baju Eyvis."


"Tapi rambutnya? Mama nggak bisa bikin rambut jambul seperti Elvis."


"Teyepon Oma Yucy." Ren lalu melakukan panggilan video dengan Lucy. "Oma, Yen nanti malam mau ikut kakak Rei live."


"Iya. Oma tadi baru baca postingan kakak Rei. Nanti sore Oma ke sana buat dandanin Ren. Ren jangan lupa mandi. Oma takut pingsan cium bau ketek Ren." jawab Lucy sambil memencet hidungnya.


Ren mencium keteknya. "Ketek Yen nggak bau."


"Iya, Oma. Teyima kasih, Oma. Yen sayang Oma." Ren mencium ponselnya.


Lucy ikutan mencium ponselnya. Panggilan video mereka selesai.


Sebenarnya Lucy juga ingin langsung ke rumah Lucas, tetapi saat ini ia masih terharu melihat video Ren sebagai Elvis.


Lucy jadi teringat dengan Luke, adik Lucas, ayah Rin. Wajah dan kepribadian baik Ren mirip Luke.


Lucy masih ingat saat ia masih baru saja berada di Indonesia. Perbedaan budaya membuatnya stress.


Biasanya di Amerika tidak apa-apa menggunakan tangan kiri untuk bersalaman, memegang sendok atau untuk memberikan sesuatu. Tetapi di Indonesia, jika menggunakan tangan kiri dianggap tidak sopan. Harus menggunakan tangan kanan.


Belum lagi ada sapaan untuk orang yang lebih tua. Tidak boleh memanggil dengan namanya langsung.


Air kran juga tidak boleh langsung diminum. Sedangkan di Amerika, air kran itu layak untuk diminum. Sering ia lupa dan membuatnya jadi sakit perut.


Sangat sulit mengubah kebiasaan yang sudah ia lakukan sejak kecil.


Di Indonesia Lucy sering dihibur oleh Luke. Walaupun Luke termasuk kategori anak nakal karena lebih sering bermain daripada belajar, ia sering melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Lucy jika melihat Lucy bersedih.


Dari menirukan penyanyi favorit Lucy dengan gaya yang lebih heboh dari penyanyi aslinya , termasuk Elvis. Terkadang bermain sulap, terkadang tiba-tiba memeluk Lucy lalu mengucapkan "I love you, Mama." atau hal menghibur lainnya.


Lucy menuju ke gudang belakang. Menuju ke tempat ia menyimpan baju Elvis berukuran kecil yang ia buat untuk Luke sewaktu kecil.


Air mata Lucy menetes saat membuka baju Elvis itu.


Kenangannya akan Luke saat kecil melintas. Saat baby Luke akhirnya bisa merangkak. Saat Luke kecil melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya.


Saat Luke memanggilnya "mama" untuk yang pertama kalinya. Senyum dan tawa Luke yang selalu tersedia untuknya.


Selama ini ia selalu menunjukkan raut wajah baik-baik saja karena tak ingin membuat orang lain mengkhawatirkan dirinya.


Tetapi Luke adalah anak kesayangan Lucy. Rasa sayangnya ke Luke melebihi rasa sayangnya ke Lucas dan Lulu. Ia sangat terpukul saat Luke meninggalkan dunia ini di usia yang masih terbilang muda.


Mama kangen Luke.


Lucy menumpahkan semua air mata kerinduannya untuk Luke.