Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 30 Cinta (tak) Harus Memiliki



Saat pagi tiba, Hana bangun terlebih dahulu. Ia menyiapkan pakaian kerja untuk Lucas.


“Mama ...” Rin yang baru saja bangun memanggil Hana.


“Rin ... good morning.” Hana mencium Rin yang sudah berdiri di box bayinya.


“Papa ....” Rin melihat Lucas yang masih tidur.


“Rin mau bangunin Papa?” Hana lalu menggendong Rin, membawanya ke ranjang besar dan mendekatkannya ke Lucas. Rin lalu mencium pipi Lucas. Ciuman bangun pagi.


“Rin ....” Lucas mulai menbuka matanya. Ia memeluk Rin dan menciumi pipi Rin berulang kali.


Hana melihat Rin. Rin lah alasan ia dan Lucas masih bisa menghirup udara di dunia ini. Jika saja tangisan Rin tidak membangunkan mereka, kemungkinan besar mereka akan terjebak di dalam hotel. Hana yang sedang hamil besar tentu saja tidak bisa berlari menyelamatkan diri.


Rin ....


Mama sangat berterima kasih ....


Kalau nggak ada Rin ....


Mama dan papa mungkin sudah jadi mayat panggang sekarang.


Badan Rin bergetar. Ia melakukan panggilan alamnya. Lucas melihat Rin sampai Rin selesai. Lucas lalu memandikan Rin dan memasang popok Rin. Boleh dibilang Rin lah anak yang ia rawat dari bayi.


Lucas melihat jam. Ia harus sudah bersiap-siap berangkat kerja. Lucas mencium Hana dan Rin lalu mengantar Rei dan Rio ke sekolah.


“Bye ... bye ....” Rei dan Rio berpamitan.


“Bye ... bye ....” Rin mengantar papa dan kakak-kakaknya sampai depan rumah.


Rin sekarang meminum susu botol dan asyik menonton kartun Corpse Bride. Kartun tentang pria manusia yang secara tidak sengaja menikahi mayat pengantin wanita. Victor, suara tokoh utama pria dalam kartun tersebut diisi oleh aktor Jhonny Deep, aktor yang selalu bisa menyatu dengan karakter yang diperankannya dari Edward di Edward Scissorhands, Willy Wonka di Charlie and Chocholate Factory bahkan menjadi kapten bajak laut Jack Sparrow di Pirates of Caribbean.


Setiap hari Rin selalu menonton kartun tersebut. Mungkin karena banyak tokoh kerangka manusia di sana. Jadi, Rin nggak pernah bosan menontonnya tiap hari.


Rin nggak bosan-bosan?


Mama yang bosan.


Mama pengen nonton yang lain.


Tapi ada untungnya juga saat Rin duduk tenang menonton. Hana jadi bisa beberes rumah tanpa direpoti Rin.


“Mama ... Kaka Beyyi ...” Rin menunjuk TV saat ada adegan kerangka manusia sedang bernyanyi.


“Papa Beyyi ... Mama Beyyi.”


“Mama ... Guk .. Guk ...” Rin menunjuk anjing milik Victor yang sudah jadi tulang belulang tapi masih bisa bergerak layaknya hewan peliharaan.


“Mama ... Caci ...” Sekarang ada tokoh cacing.


“Iya ...” Hana hanya menjawab singkat.


Hana hanya memperbolehkan Rin menonton satu kali sehari walaupun Rin selalu ingin menontonnya lagi dan lagi.


“Nanti papa marah. Nanti papa buang TV-nya.” Begitulah alasan Hana jika Rin merengek ingin menonton lagi. Sangat jarang ada film kartun yang ada tokoh kerangka manusianya seperti Corpse Bride.


Film selesai diputar. Rin mencari Strawberry, kerangka manusia yang seukuran boneka Barbie.


“Beyyi ....” Rin melihat sekitarnya. Strawberry tidak pernah jauh darinya.


“Berry di sini Rin.” Hana memegang Strawberry yang sudah ia pakaikan kostum pengantin lengkap dengan kerudung putihnya. Rin memandang takjub baju pengantin itu.


Robert datang berkunjung. Rin memamerkan Strawbery yang sudah berdandan sebagai pengantin. Ia meminta Robert memegang Strawberry.


“Panggil om Robert dulu.” Robert memberi syarat.


“Om.” Robert mencontohkan.


“O.”


“Robert.”


“Yobek.”


“Rin ... Kenapa jadi om Robek. Dasar ... nggak emaknya, nggak anak-anaknya sama-sama kurang ajarnya,” gurau Robert. Ia tidak marah. Hanya sedikit kesal karena namanya dirubah begitu saja.


“Hana ... dulu kamu panggil aku Ronny, Robby. Sekarang Rio panggil aku Roboh. Rin malah ganti namaku jadi Robek. Nanti kalau Ren udah lahir dan bisa ngomong, ia bakal rubah namaku jadi apa lagi?” Robert menepuk-nepuk jidatnya. Rin menirunya. Ia ikut-ikutan menepuk-nepuk jidatnya seperti Robert.


“Teng ... Teng Teng Teng ... Teng ...Teng Teng Teng ...” Hana memutar musik khas pernikahan dari ponselnya. Robert mau tidak mau berjalan sambil memegang Strawberry seolah-olah ia menikah dengannya. Rin lalu memonyongkan bibirnya.


“Rin kayaknya ingin kamu cium Strawberry.” Hana membaca bahasa tubuh Rin.


“Apa? What the ...” Robert terkejut.


“Om cium Rin aja, ya?” Robert mendekatkan bibirnya ke wajah Rin tapi Rin dengan cepat menutup bibirnya dengan kedua tangan mungilnya.


“Om ... Beyyi ...” Rin ingin Robert mencium Strawberry.


“Kalau Rin nggak mau dicium, aku cium mamanya aja.” Robert sekarang mendekati Hana.


“Kau mau disuntik mati Lucas?” Hana menggertak Robert.


Langkah Robert langsung terhenti. Lucas itu dokter jadi ia pasti bisa menyuntik mati dirinya.


Robert akhirnya mencium Strawberry sambil bergidik ngeri. Rin bertepuk tangan. Robert dan Strawberry sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Robert lalu duduk di sofa. Ia sedikit shock. Tak pernah ia bayangkan akan menikah dengan kerangka manusia. Selama ini ia selalu membayangkan akan menikah dengan wanita idamannya.


“ini ... Minumlah ...” Hana memberi segelas es sirup untuk Robert agar ia bisa menenangkan dirinya.


“Gimana sekarang rasanya sudah menjadi suami?”


Robert mendelikkan kedua bola matanya ke Hana.


“Bentar lagi Rin dapet sepupu. Kamu maunya laki-laki atau perempuan?”


Robert memegang gelas bekasnya yang sudah kosong. Ia ingin melemparnya karena jengkel. Tapi tidak mungkin. Gelas kaca itu kalau pecah apalagi kalau dilempar ia akan pecah berkeping-keping dan menyebar ke mana-mana. Ia masih sadar Rin bisa terluka bila terkena pecahan kaca.


Hana tahu ia harus berhenti menggoda Robert. Robert sudah nampak sangat kesal.


“Seperti apa sih kartun yang Rin tonton?” Robert penasaran.


Hana lalu menyetel lagi kartun Corpse Bride agar Robert bisa menontonnya. Robert bisa melihat bagaimana kisah antara Emily yang sewaktu masih hidup, mati begitu saja saat menunggu kedatangan kekasihnya saat mereka hendak kawin lari. Bagaimana Emily yang sudah menjadi mayat begitu mencintai Victor, seorang manusia yang secara tidak sengaja menaruh cincin kawin ke jari Emily. Berbagai peristiwa terjadi di antara Victor dan Emily.


“Aku mencintaimu, Victor. Tapi kau bukan milikku.” Kalimat yang diucapkan Emily pada saat upacara pernikahan menyentuh hati Robert. Walaupun Emily yang sudah mati begitu mencintai Victor, seorang manusia tapi ia mengembalikan Victor ke Victoria, calon istri Victor yang akan Victor nikahi sebelum ia bertemu Emily.


“Om ... Tidak baik mencintai wanita yang sudah bersuami,” ucap Rio baru saja pulang sekolah ikut menonton Corpse Bride. Ia duduk di sebelah Robert. Rio tahu kalau Robert menyukai mamanya karena Robert selalu memperhatikan mamanya.


“Om tahu itu.”


Cinta itu tak harus memiliki, kan?


Bisa berada di dekatnya ...


Itu sudah cukup bagiku.