Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 95 Malaikat Turun Dari Surga



"Tapi suami Anda bagaimana? Apa ia setuju?" Lucas masih mencari cara agar Rin tidak bertunangan dengan Matthew.


"Ia sudah pasti setuju. Kami membagi tugas tugas kami. Saya urusan rumah dan suami saya urusan pekerjaan." Martha masih bisa ngeles.


Lucas berpikir lagi. Ia tidak rela kehilangan Rin.


Bel berbunyi lagi.


"Itu pasti Martin," celetuk Martha. Seharusnya tadi suaminya datang bersama-sama dia. Tetapi ia merasa harus secepatnya datang supaya Rin tidak diambil orang. Lebih baik gercep daripada menyesal kemudian.


Hana membuka pintu. Ini papanya Matthew dan Mark?


Hana terpesona melihat sosok yang begitu tampan. Ini mah malaikat bukan manusia.


"Ehem ... Silakan masuk." Lucas memecah kekaguman Hana.


"Maafkan saya terlambat. Tadi saya ada meeting dengan staff." Martin meminta maaf.


"Apa kau membawanya?" tanya Martha pada suaminya.


"Bawa." Martin menyerahkan kantong besar berwarna putih ke Martha. Martha lalu mengeluarkan isinya.


"Saya dengar di Indonesia ada istilah seserahan." Martha memberikan seserahan untuk Rin.


Hana melihat dalam kotak besar itu ada berbagaii perhiasan (emas dan berlian) berukuran mungil untuk Rin. Mata Hana membelalak saat melihat cek 1.000.000 dollar.


Lima belas milyar rupiah.


"Nanti jika Rin sudah dewasa, saya akan memberikan perhiasan yang berukuruan lebih besar lagi."


Rin yang baru saja keluar dari ruang bermain melihat Martin. Ia langsung berlari menuju Martin. "Om guya kapas".


Martin lalu menggendong Rin. "Little One, kamu tinggal di sini?"


Rin kenal sama Martin? Om guya kapas?


"Ini mantu kita." Martha memberitahu suaminya.


"Eh? Aku setuju kalau gitu." Sejak pertemuan mereka di taman bermain, Martin sudah menyukai Rin. Ia hanya punya anak lelaki. Ia sebenarnya juga menginginkan anak perempuan.


Ia masih ingat saat melihat ada anak kecil berjalan sendirian di taman bermain. Ia melihat sekitarnya apakah ada orang tua anak itu. Ternyata tidak ada.


Waktu itu Martin mendekati Rin. Ia berjongkok mensejajarkan pandangan matanya dengan mata Rin. "My name is Martin. What is your name? Where is your mom and dad?" Martin juga punya anak jadi ia punya empati ke Rin. Merasa harus menolong Rin.


"My name Yin. Mama di yumah. Papa keyja."


Martin lalu menghabiskan beberapa saat bersama Rin. Bermain bersama. Membelikannya gula kapas. Saat ia mendengar pengumuman tentang anak hilang, ia tahu yang mereka cari itu anak kecil yang bersamanya.


Ia mengawasi Rin dari kejauhan sampai Rin benar-benar bertemu keluarganya.


Flashback end.


Keluarga Matthew, keluarga Rin berbicara lagi. Lucas melihat Martha dan Martin yang begitu antusias dan berhati tulus. Bisa dibilang mereka akan menjadi mertua yang baik buat Rin. Tetapi seiring waktu manusia bisa berubah. Itu yang jadi kekhawatiran Lucas.


"Kami ke sini juga hendak memperkenalkan Rin ke keluarga kami. Ada pesta pernikahan sepupu Martin hari Minggu nanti. Rin dan Matthew akan menjadi penabur bunga."


"Minggu? Itu Lusa." Hana seperti sport jantung. Tadi baru saja Rin dilamar. Lusa Rin akan dikenalkan ke keluarga besar Wally.


"Besok saya ajak kalian ke butik untuk fitting baju," ujar Martha.


Melihat hari yang sudah malam, Martha dan suaminya pamit. Tetapi Matthew dan Mark menolak. Matthew masih ingin bermain bersama Rin. Sedangkan Mark ingin bermain bersama Ren.


"Sudah malam. Waktunya pulang. Say goodbye. Besok kita ketemu lagi."


"Bye bye Rin's Papa. bye bye Rin's Mama. Bye bye Rin's Dad (Richard)."