
Ronald mengetok pintu kamar Hana. Lucas membuka pintu sambil menggendong Ren.
"Aku mau bawa Hana dan anak-anak pulang," ucap Ronald. Syuting iklan sudah selesai. Jadi, mereka sudah boleh pulang.
"Kamu pulang aja. Antar Laura sekalian. Aku dan anak-anak tetap di sini." Lucas kasihan melihat Hana yang masih tertidur pulas karena harus bangun pagi-pagi.
Ronald akhirnya pulang dengan mengantar Laura. Dalam perjalanan Ronald bertanya tentang Richard ke Laura. Secara Laura itu teman dekat Hana. Ia pasti tahu hubungan Richard dan Hana.
"Sebenarnya ada hubungan apa Tuan Richard dengan Hana?"
"Mereka itu ..." Laura tidak melanjutkan kalimatnya. Ia tahu itu termasuk area privasi Hana. "Lebih baik kau tanyakan langsung ke Hana." Laura tak ingin mengungkapkan siapa Richard itu. Secara Ronald bisa saja memberitahukan ke Lucas. Laura takut jika hubungan Lucas dan Hana yang sudah baik jadi terganggu.
Ronald lalu mengantar Laura sampai depan rumahnya.
Sementara itu di hotel Hana mulai terbangun. Matahari sudah terbenam. Langit malam terlihat. Eh? Sudah malam. Waktunya balik ke rumah.
Hana mulai membereskan barang-barang yang mereka bawa.
"Besok aja bersihkannya. Aku tadi sudah perpanjang sewa kamar."
"Jadi, malam ini kita menginap di hotel?"
"Iya. Staycation. Hitung-hitung family moon semalam."
"Kruuuk ... Kruuuk ... " Perut Hana berbunyi.
"Papa, mama lapay." Rin mendengar jelas suara perut Hana.
"Ayo kita ke restoran."
Rei menggandeng tangan Rin. Rio berjalan di depan memimpin rombongan keluarganya. Ren digendong Lucas dan Hana berjalan di samping Lucas.
"Steak."
"Kemarin sudah makan steak. Hari ini Rin coba makan yang lain."
Rin menunjuk gambar chicken cordon bleu. Hidangan daging ayam yang dibalut keju lalu dilumuri tepung roti dan digoreng. Selera makan Rin memang mirip Luke yang lebih condong ke barat seperti keju, daging dan pasta.
"Yang ini?"
Rin menganggukkan kepalanya. Lucas lalu memesan makanan. "Untuk penutupnya .."
"Es kyim."
"Es krim."
Tak lama kemudian makanan datang. Richard kebetulan juga datang ke restoran untuk makan.
"Kak ..." Hana hendak mengajak Richard makan bersama. Tapi ia sadar ada Lucas. "Apa boleh Kak Richard makan sama kita?"
Lucas tadi belum berkenalan dengan Richard karena sibuk dengan Rin. Jadi ia menyetujuinya.
Richard akhirnya duduk bersama mereka. Sekali lagi menu yang dipilih Richard sama dengan Rin. "Sama." Rin melihat makanan di piringnya dan piring Richard yang sama.
Richard reflex memotong daging ayam di Pring Rin seperti yang ia lakukan kemarin. Lucas yang kalah cepat beralih ke Ren dan mulai menyuapi Ren.
Lucas melihat Richard. Ia sadar hubungan Hana dan Richard bukan sebatas kenalan biasa. Sepertinya mereka punya hubungan yang spesial di masa lalu.
Hana sesekali tertawa dan tersenyum dengan perkataan Richard. Lucas melihat chemistry di antara mereka. ~ Nanti malam saat anak-anak tidur, aku harus menginterogasi Hana. Apa hubungannya dengan Richard? Teman? Nggak mungkin! Mantan? Lebih mungkin.
Lucas menyelesaikan makanannya. Sedangkan Richard ingin mengajak Rin keliling hotel. Hana ikut karena ia ingin melihat-lihat hotel. Lucas juga mau ikut tapi Ren sudah mengantuk dan mulai tertidur. Sedangkan Rei dan Rio mau kembali ke kamar. Mau tak mau Lucas terpaksa menemani Rei dan Rio menuju ke kamar.