Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 14 Kau Milikku



Hana sudah resmi menjadi janda. Ia dan anak-anak menjalani hari-hari mereka di kota B.


Suatu hari Luke menelpon Rei. Ia melihat Rei yang agak murung.


“Papa Luke ...”


“Rei ... Kenapa kok keliatan murung?”


“Papa Luke ... Liat ...” Rei memperlihatkan koleksi hadiah happy meal miliknya. Saat ini ia sudah mendapatkan kelima puluh seri minions. Hanya saja ia masih menginginkan yang gold, seri limited edition.


“Rei mau yang gold. Tapi Mama sudah nggak bolehin Rei beli happy meal lagi. Sudah bosan makan.” Rei berkata dengan muka cemberut. Selama ini menu makan siang mereka selalu happy meal agar bisa mendapatkan hadiah mainan dan melengkapi koleksi Rei. Tapi terus-terusan makan happy meal membuat Hana dan Rio sedikit bosan.


“Nanti papa Luke belikan.“


“Beneran papa Luke?” Mata Rei jadi berbinar-binar.


“Iya ... Rei tunggu aja. Nanti papa bawain.”


Sebenarnya itu hanya alasan Luke saja. Ia ingin menemui Hana untuk bisa lebih dekat dengan Hana.


Luke lalu segera menyuruh anak buahnya membeli 100 kotak happy meal dan melihat mainan di dalamnya. Mainan itu berbentuk bola kuning yang bisa dibuka dan di dalamnya ada figurin minion. Anak buah Luke membuka satu persatu hadiah minion.


Nggak ada.


Nggak ada lagi.


Hanya ada seri yang normal. Keringat dingin sudah mengucur di pelipis anak buah Luke.


Buat apa si bos beli happy meal?


Bukanya ini mainan untuk anak-anak.


Untunglah saat mainan ke 100 figurin gold itu muncul.


Syukurlah ...


Aku bisa pulang cepat hari ini.


Anak buah Luke lalu membawa mainan itu ke Luke.


“Bos ... Ini mainannya.”


Luke memberi kode untuk anak buahnya keluar dari ruangannya.


“Bos, makanannya?”


“Habiskan.”


Habiskan seratus paket?


Anak buah Luke yang tidak mampu menghabiskan seratus paket happy meal membagikannya ke anak panti asuhan. Luke segera berangkat menuju kota B.


“Rei ...”


“Papa Luke ... Papa bawa mainannya?” Rei mulai melihat ke seluruh tubuh Luke.


“Ini ...” Luke mengeluarkan figurin minions gold.


“Yeay ...” Rei senang bukan kepalang.


“Makasih papa Luke.”


Rei lalu memanggil Rio untuk merekamnya. Ia akan membuat konten mainan happy meal seri minions. Rei mulai memajang ke lima puluh figurinnya. Dan meletakkan figurin minion gold di deretan paling depan.


“Halo semuanya ... Jumpa lagi di Rei’s world. Sekarang Rei mau tunjukin mainan happy meal punya Rei.“


Rio mengarahkan kameranya ke figurin minion yang sudah tertata rapi di meja.


“Rei paling suka yang mana?” Luke bertanya. Ia ikut tampil lagi di konten Rei.


“Yang ini.“ Rei menunjuk figurin gold yang baru saja Luke bawa.


“Ini Rei dapetnya dari papa Luke.” Rei mendekatkan figurin gold ke kamera.


Rei dan Luke lalu bermain figurin.


Rekaman selesai. Sekarang tinggal tugas Rio untuk mengeditnya.


Hana dan Luke lalu berbincang-bincang.


“Hana ... Bagaimana kabarmu?”


“Aku baik-baik saja. Kamu?”


“Aku juga baik. Maafkan kakakku. Aku tidak menyangka ia bisa berbuat seperti itu.”


“Semuanya sudah berlalu.”


“Hana ... Apa kau tahu kalau wanita yang aku sukai itu sudah menjadi janda.”


“Bagus, dong. Kalau begitu kau bisa langsung mendekatinya. Apa aku boleh lihat fotonya?”


“Ini fotonya.” Luke memperlihatkan foto Hana di ponselnya.


“Yang mana?” Hana hanya melihat dirinya di ponsel Luke. Foto yang diambil Luke diam-diam saat Hana sedang memasak.


“Yang ini.” Luke menunjuk foto Hana.


“Aku?” Hana baru sadar kalau yang Luke sukai itu dirinya.


“J-jangan bercanda.” Hana tersenyum tipis.


“Aku tidak bercanda. Aku mencintaimu.”


“Bukannya kau pernah bilang kalau aku bukan tipemu?”


“Dulu iya. Tapi setelah mengenalmu aku jadi jatuh cinta padamu.”


“Maafkan aku, Luke. Aku hanya menganggapmu sebatas teman. Kau itu adik ipar aku.”


“Mantan adik ipar. Kau sudah bercerai dari Lucas.”


Hana bingung. Ia tidak ada perasaan apa-apa dengan Luke.


“Mungkin sekarang kau belum menyukaiku. Tapi nanti kau akan menyukaiku. Aku akan menunggumu.”


Tapi itu hanya ucapan Luke saja. Luke ingin segera memiliki Hana bagaimanapun caranya.


Keesokkan harinya ... Luke memberitahu Hana kalau Lucas ingin berbicara dengan Hana.


“Hana ... Lucas ingin berbicara denganmu.”


“Ia bisa menelponku.”


“Ia sudah ada di kota B. Ia ada di hotel xxx. Aku akan mengantarmu.”


Hana yang tidak mencurigai Luke ikut bersama Luke menuju kamar hotel tempat Lucas menginap.


“Lucas di mana?” Hana tidak melihat Lucas di kamar itu.


“Lucas lagi keluar. Sebentar lagi ia akan datang.” Luke berbohong. Ia lalu memberi Han minuman dingin. Hana yang tidak mencurigai minuman itu meminumnya karena haus.


Leganya ...


Hana tidak tahu minuman itu sudah Luke campur dengan obat tidur.


Aku kok jadi ngantuk, ya?


Hana lalu berebah di ranjang untuk mengatasi kantuknya. Beberapa kali ia terlihat menguap lalu tertidur.


Luke mulai melancarkan aksi bejatnya. Ia melepas semua pakaian Hana dan pakaiannya lalu meniduri Hana.


Hanya ini satu-satunya cara untuk mendapatkanmu. Sama seperti Lucas dulu.


Tengah malam Hana terbangun. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Ia merasakan ada sesuatu di bagian intinya.


Ini ...


Hana tahu itu apa. Hana melihat pakaian yang berserakan di lantai. Bukan hanya pakaiannya tapi juga pakaian Luke.


Luke datang mendekati Hana dengan memakai bath robe.


“Luke ... Apa maksudnya ini?”


“Kau sudah jadi milikku.”


Han tahu ia harus segera keluar dari kamar itu dan meminum pil kontrasepsi darurat. Jika tidak, ia bisa hamil. Ia tidak mau itu terjadi.


Hana langsung mengambil pakaiannya. Ia mencoba mengenakannya lagi tapi Luke melarangnya.


“Luke ... Lepaskan aku. Aku mohon.“


“Layani aku dulu.”


“Luke ... Bukan ... Kau bukan Luke.” Hana seperti melihat iblis di diri Luke.


Luke lalu menarik Hana dan merebahkannya di ranjang.


“Luke ... Jangan ... Aku mohon.” Hana memohon sambil menangis.


Tapi Luke tetap melakukan apa yang ingin ia lakukan. Ia memperko** Hana lagi.


Hana dikurung oleh Luke selama tiga hari di kamar hotel. Selama itu pula Luke berkali-kali menodai Hana. Berharap Hana akan mengandung anak darinya.


Setelahnya Luke melepaskan Hana. Hana pulang menuju rumahnya . Ia tahu sudah mustahil meminum pil kontrasepsi. Saat ini ia hanya berharap ia tidak hamil. Ia tidak sudi mengandung anak dari pria bajing** itu.


Di rumah Hana sudah menunggu Lucas. Ia memarahi Hana.


“Ke mana saja kau tiga hari ini. Anak-anak kau tinggal sendirian.” Lucas marah.


Saat Hana tidak kunjung pulang ke rumah. Rei dan Rio menelpon Lucas. Mereka takut terjadi sesuatu dengan mama mereka.


Hana yang sudah lemas hanya berjalan ke kamar. Meninggalkan Lucas yang meminta penjelasan. Ia hanya ingin beristirahat setelah tiga hari mengalami pelecehan seksu** dari Luke.


“Hei ... Aku tadi bertanya. Jawab.”


Hana hanya berlalu. Ia lalu merebahkan dirinya di ranjang dan menangis meratapi nasibnya.


Apa aku akan mengalami hal yang sama seperti enam tahun yang lalu?


Hamil dan direndahkan orang-orang karena tidak mempunyai suami.


Sampai akhirnya Hana terlambat datang bulan. Ia kemudian membeli test pack. Ia mencoba test pack itu. Ada dua garis di sana.


Aku hamil.