Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 62 Sayang Oma Becca



"Lagu untuk Oma Becca?" Rebecca juga gemas melihat tingkah Rin yang bernyanyi di atas meja. Gayanya tidak kalah dengan penyanyi-penyanyi di panggung besar.


"Sebentay. Yin haus. Yin mau minum." Rin lalu turun dari meja dan mengambil botol minum yang ia bawa dari rumah dan meminum air. Ia kemudian naik ke atas meja kecil lagi dan menyanyikan lagu "satu satu Yin sayang Oma Becca."


"Satu satu Yin sayang Oma."


"Dua dua juga sayang Oma."


"Tiga tiga sayang Oma Becca."


"Satu dua tiga sayang Oma Becca."


Rin selesai bernyanyi tapi Rafael, ayah Richard juga minta Rin bernyanyi untuknya.


"Yin capek. Yin istirahat dulu, ya, Opa." Bernyanyi tiga kali berturut-turut sudah membuat Rin lelah.


Saat makan siang, Rebecca memesan beberapa makanan untuk Rin dan dirinya. Richard sudah mendapat jatah makan dari rumah sakit. Sedangkan Rafael harus ke kantor.


Hana turun ke bawah untuk makan siang bersama Lucas di kantin rumah sakit. Kantin cukup besar sehingga bisa menampung banyak orang.


"Makanan di sini mirip masakan papa Lukman," ucap Hana.


"Papa yang memeriksa kualitas makanan di rumah sakit. Pedoman papa itu pertama harus sehat. Kedua harus enak. Banyak pasien yang datang lagi bukan karena sakit tapi mau makan lagi di kantin. Sampai-sampai ada rumor, kantin rumah sakit pakai pesugihan. Bikin orang pengen makan lagi dan lagi." Lucas memakan ayam fillet teriyaki.


"Rin nggak rewel?" Lucas bertanya.


"Nggak. Ia malah betah di kamar. Mama Becca manjain Rin terus."


Mama? Hana menyebut ibu Richard dengan sebutan mama?


Sebenarnya ada suasana sedikit canggung di antara Hana dengan Rebecca. Dulu Hana sudah terbiasa memanggil Rebecca dengan Mama Becca secara ia akan menjadi menantu Rebecca.


Sementara itu Rin sedang asyik memakan paket lengkap fast food yang berhadiah mainan. Rin memasukkan tiga mainan ke dalam tasnya dan memainkan sisanya.


"Kenapa dimasukkan ke dalam tas? Rin nggak suka mainannya?" tanya Rebecca.


"Buat kakak Yei, kakak Yio, Yen." Rin ingin membagi mainan yang ia dapat untuk saudara-saudaranya.


Selesai makan. "Oma, yekam. Yin mau nyanyi buat opa Yapa." Rin meminta Rebecca merekam dirinya yang bernyanyi untuk Rafael. Rebecca mengambil ponselnya dan Rin mulai bernyanyi. Selesai bernyanyi, Rebecca mengirim video tersebut ke suaminya. Rin lalu bermain dengan Rebecca.


Rin mengambil buku dongeng dari tas mungilnya. Ia lalu membaca buku itu. "Once upon a time ..."


Rebecca terkejut. Rin bisa membaca setiap kata dengan benar, bahasa Inggris pula. "Rin bisa baca?"


"Rin belum bisa baca, Ma. Tapi ia hafal apa yang pernah ia dengar." Richard menjelaskan.


"She is a genius." Rebecca memuji Rin.


"Yes. She is real genius."


"Oma Becca toyong bacain." Rin mengambil buku cerita yang lain.


Rin mengambil posisi di pangkuan Rebecca Rebecca lalu membaca tulisan di buku dongeng yang dibawa Rin. Rin melihat tulisan dan mendengarkan dengan seksama setiap perkataan Rebecca. Tangan Rebecca menunjuk setiap kata dan membacanya. "There is a beautiful princess. She meet handsome prince."


"Yin princess." Rin menunjuk dirinya.


"Who is the prince?"


"Prince is kak Yio. Kak Yio sekoyah." Rin berkata kalau yang jadi pangeran itu Rio, kakaknya.


Tak lama kemudian Hana kembali ke kamar Richard. ~ Berasa punya dua suami.