
Seorang pria kaukasia Amerika baru saja keluar dari apartemen lantai 30. Ia hendak pergi ke pub. Saat berada di depan lift, ia melihat seorang bocah perempuan sedang meloncat-loncat di tempat dengan tangan ingin menekan tombol lift.
Alice?
Pria itu melihat baik-baik bocah perempuan itu.
Bukan Alice.
Ia melihat ke sekitarnya tetapi ia tidak melihat ada tanda-tanda orang dewasa. Ia mensejajarkan pandangannya ke Rin. "Where is your mother?" (Di mana ibumu?)
Rin hanya diam.
This little girl ran away? Now it's midnight.
(Anak kecil ini kabur? Sekarang itu sudah tengah malam)
Pria itu melihat kalung Rin yang ada liontin berbentuk plat. Ada nomor telepon di kalung itu. Ia mencoba menelpon tetapi tidak tersambung. Ia lalu mengirim pesan "Your daughter with me" (Anak perempuanmu ada bersamaku)
Pria itu lalu mengirim pesan lagi. "I'm not a kidnapper." (Aku bukan penculik) Pria itu mengajak Rin ke apartemen miliknya. Melihat Rin, ia serasa melihat putrinya yang sudah meninggal.
"Tit ... tit ... tit ..." Alarm rumah pria itu berbunyi. Rumah pria itu didesain dengan anti sadap. Tidak boleh ada sinyal asing.
Ada apa? Pria itu melihat Rin. Ia mengambil sebuah tongkat pendeteksi untuk mengecek tubuh Rin. Saat di dekat telinga Rin, ia tahu ada sebuah alat di sana. Ia mematikan sinyal alat itu.
"Little one, what is your name?"
"Rin." Perhatian Rin teralihkan. Ia melihat ada kura-kura mungil seukuran telapak tangannya di akuarium. Baby kuya-kuya.
"Wanna give it food?" (Mau memberinya makan?)
Rin menganggukkan kepalanya. Pria itu lalu menaruh beberapa butir makanan kura-kura ke Rin. Ia mengambil kura-kura lalu mendekatkannya ke Rin.
"Geyi." Rin merasa geli saat baby kura-kura memakan makanan di tangannya. Rin cekikikan. Pria itu semakin melihat kemiripan Rin dengan putrinya.
"Rin, where you wanna go?" (Rin mau pergi ke mana?)
"Aiyport." (Bandara)
"Airport?"
Orang tuanya bercerai?
"Oahem." Rin menguap. Ia mengantuk. Alex, nama pria itu menidurkan Rin di ranjang milik Alice. Ia menutupi tubuh Rin dengan selimut.
Alice, Papa seems to see you in her.
(Alice, Papa seperti melihat dirimu dalam dirinya)
Alice, putri Alex meninggal dunia saat mereka berlibur. Tenggelam di dalam danau. Liburan naas yang mengubah segalanya.
Saat pagi hari Hana bangun. Ia mencari Rin yang tidak ada di mana-mana.
"Rin. Rin. RIIIN." Rin tetap tidak muncul. Hana cemas. Ia langsung membangunkan Rio.
Rio segera membuka ponselnya. Tidak ada tanda kedip di manapun. Harusnya aku bikin yang bisa tahu pergerakkan Rin di mana.
Hana mendapat telepon masuk dari Lucas. Hana menangis. "Lucas, Rin hilang. Semua gara-gara aku."
"Tenang. Rin baik-baik saja. Aku barusan video call dengan Rin."
Eh? Hana tidak mengerti.
"Rin ada di apartemen sebelah. Kemarin ia tidur di sana. Pemilik apartemen itu melihat Rin di depan lift. Aku kirim nomor HP-nya sekarang "
Hana melihat ada pesan masuk. Nomor yang sama dengan kiriman Lucas. Hana bergegas menuju ke apartemen sebelah.
Alex membuka pintu. "Are you Rin's mother? She in the bed room." (Apa kau ibunya Rin? Rin ada di kamar)
Alex menunjukkan tempat Rin berada. Hana bisa melihat kamar yang Rin tempati itu kamar yang didesain untuk bocah perempuan. Ada gambar princess dan aneka tokoh animasi yang imut dengan cat dominan pink.
Hana meminta maaf pada Rin. "Mama minta maaf sudah pukul Rin kemarin. Maafkan Mama, ya?"
"Yin juga minta maaf."
Mereka saling berpelukan.