
"Bye ... Bye ..." Rin ikut melambaikan tangannya.
Rin mengatupkan kedua tangan mungilnya di pipinya. "Thank you."
Rin mengucapkan terima kasih ke kaki palsu yang sudah semakin jauh. Kaki yang sudah membantu adiknya selama ini.
Ombak besar datang dan menelan kaki palsu Ren. Kaki palsu itu tidak muncul ke permukaan laut lagi.
Hana melihat Lucas. Kaki palsu milik Ren itu harganya cukup mahal. Ia menunggu apakah emosi Lucas akan meledak. Tapi Lucas tenang saja.
Lucas tiba-tiba berteriak. "RICKAAAAA ... PAPA SAYANG RICKAAAAA ..."
"Kakak Yin juga ..." Rin ikut berteriak di sisi ayahnya.
"Yen juga ..." Ren ikut-ikutan.
Lucas lalu menggendong Ren. Ia lalu membawa keluarganya ke sebuah workshop bernama "New Step". Hana melihat-lihat sekelilingnya. Ada begitu banyak kaki palsu dengan berbagai macam ukuran (kecil, sedang hingga besar), warna, model dan variasi.
"Aku sudah pesan kaki palsu Ren yang baru." Lucas memberitahu Hana. Kaki palsu Ren sudah terlalu sering copot akhir-akhir ini. Mungkin karena pertumbuhan tubuh Ren.
"Sinteykyas." Rin melihat pemilik usaha kaki palsu yang terlihat mirip Sinterklas dengan rambut putih dan janggut putih. Terlebih lagi ia mengenakan kostum merah dengan lis putih.
"Ho ... Ho ... Ho ... Anak yang baik silakan ke sini. Kakek akan kasih hadiah," ucap "Sinterklas" itu.
Rin langsung mendekat. Ren yang berada di gendongan meminta Lucas mendekati sinterklas. Ia ingin hadiah juga.
"Anak manis mau apa?" "Sinterklas" itu bertanya.
"Kaki buat Yen." Rin menunjuk ke arah kaki kiri Ren yang buntung. Sinterklas mengambil kaki palsu dan memasangkannya ke Ren.
Kaki palsu kali ini bisa disesuaikan tinggi dan ukuran telapak kakinya. Jadi bisa dipakai agak lama mengingat pertumbuhan seorang anak yang sangat cepat.
"Dicium juga Ren." Kakek itu menunjuk pipinya. Tapi Ren menolak. Ia tidak mau mencium kakek yang berjanggut.
"Nggak pa pa." Rin lalu mencontohkan mencium pipi Sinterklas. Ren lalu menirunya.
Ren melihat kaki palsu dengan motif tato yang berukuran lebih tinggi. Untuk kaki yang diamputasi dari lutut ke bawah. "Yen mau." Ren menunjuk kaki itu. Ia ingin punya tato juga.
"Nanti kakak Yin kasih stikey. Anak keciy nggak boyeh punya tato." Rin mengambil stiker Hello Kitty dari dalam tas selempang mungilnya dan menempelkannya ke kaki Ren.
Mereka pulang ke rumah setelah mengucapkan terima kasih.
Sore harinya Rin mengajak Lucas berkunjung ke rumah Alex. Ren ikut. Ia ingin memamerkan kaki palsu barunya.
Di apartemen Alex, Rin memperlihatkan kura-kura mini milik Alex.
"Ini Daniey" Rin menunjuk kura-kura mini dengan bintik hitam di kepalanya.
"Ini Yohan." Rin menunjuk kura-kura mini yang berwarna agak pucat dari yang lain.
"Daniel? Yohan?" Lucas merasa tidak asing dengan nama-nama ini.
* Daniel dari Kang Daniel. Pemenang produce 101. Center boyband Wanna One yang sekarang bersolo karir dan mengembangkan karirnya menjadi MC dan aktor.
* Yohan juga pemenang dari produce 101. Center boyband X1 yang sekarang menjadi anggota boyband WEi.
Rin lalu menunjuk kura-kura mini yang bergerak lebih cepat dari lainnya. "Jung Kook."
*Jung Kook (Jeon Jung Kook) maknae (member termuda) boyband BTS. Atletis. Larinya sangat cepat. Sekarang hobinya boxing (tinju).