Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 135 Player Escort



"Oma Becca ..." Ren yang baru saja pulang dari latihan sepak bola menyapa Rebecca.


"Yen kangen Oma." Ren hendak memeluk Rebecca.


Tapi dilarang oleh Hana. "Ganti baju dulu. Baju Ren basah keringat. Huh. Bau." Hana menutup hidungnya.


"Yen nggak bau Mama." Ren langsung melepas kaus seragam tim yang ia gunakan untuk berlatih. Ia lalu masuk ke kamar dan memakai kaus yang bersih.


Ren kembali lagi ke ruang tamu. Ia memeluk Rebecca.


"Oma juga kangen Ren."


Ren duduk di samping Rebecca. Ia sepertinya menantikan sesuatu.


"Oh. Iya. Oma bawa coklat buat Ren." Rebecca mengambil sekotak coklat dari paper bag yang ia bawa.


"Teyima kasih, Oma." Ren membuka kotak coklat itu.


"Ingat! Kata papa Ren cuma boleh makan ..." Hana mengingatkan.


"Satu." Ren membuka dan memakan satu potong coklat.


"Manis." Ren menikmati coklat itu. Ia lalu menyimpan kotak coklat di kulkas.


Malam harinya.


Ren melihat Hana yang sudah tidur. Ricka yang berada di ranjang bersama Hana juga masih terbangun.


Ren dan Ricka turun dari ranjang.


"Sst ..." Ren memberi kode supaya Ricka tidak membuat suara.


Ren dan Ricka menuju kulkas. Ren membuka kulkas dan mengambil coklat. Ia membelah coklat itu dan memberi separuhnya ke Ricka.


Hana terbangun. Ia tidak melihat Ren dan Ricka di kamar. Ia mencari mereka. Hana melihat Ren dan Ricka berada di depan kulkas. Tapi ia hanya melihat dari jauh.


Dari suara mereka, Hana tahu Ren dan Ricka sedang menikmati coklat pemberian Rebecca.


"Kata papa cuma boleh makan satu coklat." Coklat yang berada di mulut Ren sudah habis. Walaupun ia ingin nambah tapi ia teringat nasihat Lucas.


Mereka mengendap-endap lagi menuju kamar. Hana yang mengintip sedari tadi diam-diam juga kembali ke kamar dan pura-pura tidur.


Ren lalu menggandeng Ricka dan membawanya ke kamar mandi. Ia mengambil sikat gigi dan menaruh odol di atasnya untuk menyikat gigi.


Ren berkumur. Begitu juga Ricka.


"Akh." Ren membuka mulutnya. Ricka ikut membuka mulutnya.


"Sudah beysih."


Ren dan Ricka lalu naik ke ranjang dan tidur bersama Hana.


Keesokkan harinya.


Hana mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya. Ada pesan dari pelatih sepak bola Ren. Ren akan menjadi player escort.


*Player escort : anak pendamping pemain sepak bola saat memasuki lapangan sepak bola sebelum permainan dimulai.


Hana memberitahu Ren. "Ren. Ren nanti jadi player escort."


"Pyayey?"


"Itu. Yang digandeng pemain sepak bola waktu masuk lapangan."


Ren akhirnya mengerti.


Hari H pertandingan tiba.


Ren beserta rombongan (rombongan di sini berarti dua keluarga besar). Dari keluarga Lucas dan Richard.


Hana melihat penampilan Ren sekali lagi. Ia ingin memastikan Ren terlihat rapi dan bagus di kamera. Pertandingan sepak bola kali ini akan ditayangkan secara live di salah satu stasiun TV.


Para pemain dan para player escort bersiap memasuki lapangan.


Ren mulai menggandeng tangan salah satu pemain sepak bola. Mereka memasuki lapangan.


Ren melambaikan tangannya saat kamera menyorot dirinya.


Setelah selesai melakukan tugasnya, Hana dan Ren duduk di bangku penonton.


Ren mendukung pemain sepak bola yang ia gandeng tangannya.


"Gol ..." Satu gol tercipta saat mereka baru saja bertanding selama lima menit.


Ren berteriak. Ricka ikut bertepuk tangan saat melihat semua orang bersorak.