Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 143 Dance Cover



Di rumah Hana.


Rei, Rio, Rin dan Ren sedang berlatih untuk membuat konten dance cover dari Blackpink dengan lagu Shutdown.


Rei membagi peran. Ia menjadi Lisa. Rio menjadi Jisoo. Rin menjadi Rose. Sedangkan Ren menjadi Jennie.


Mereka berempat melihat music video dan performance video.


"Kakak Rei, nanti kita pake baju yang lihatin perut?" Ren bertanya.


"Iya."


"Tapi peyut Yen buncit." Ren menyentuh perutnya yang agak menonjol. Tentu memalukan memakai pakaian yang terbuka.


"Bentar lagi anak Ren lahir." Rio bercanda sambil menyentuh perut Ren.


"Yen nanti diet. Yen nggak makan lagi," ucap Ren.


"Jangan. Ren nggak boleh diet. Ren masih kecil. Nanti Ren jadi kurang gizi trus nggak bisa tinggi. Yang pamer perut cuma kakak Rei."


Selesai menonton video, Rei lalu mengajarkan gerakan tarian. Mulai dari gerakan kaki. "Satu, dua, tiga, empat, lima enam, tujuh, delapan."


Ren bisa langsung hafal. Sedangkan Rio sedikit kesulitan. Apalagi Rin. Otak Rin bisa menghafal gerakan tetapi tubuhnya tidak bisa mengikuti.


"Kakak ulangi lagi. Satu, dua, tiga, ..."


Rei lalu lanjut ke gerakan tangan. Lalu lanjut ke gerakan lainnya sampai akhir lagu.


Mereka lalu istirahat sejenak. Rin tahu ia sangat ketinggalan. Ren mengajari Rin. "Kakak Yin. Sepeyti ini." Ren mengoreksi gerakan Rin.


Ren mengajari dengan pelan. Rin mengikuti.


Selesai beristirahat, Rei lalu lanjut dengan memutar musik. Mereka rencananya akan syuting di tempat yang lebih luas di Rei Studio.


Rei dan Rio juga sudah merancang background dan dekorasi yang akan mereka pakai untuk syuting.


Rei lalu mulai mengajari gerakan variasi supaya tarian mereka tidak monoton. Karena tidak mungkin mereka berempat melakukan gerakan yang sama terus menerus.


Rin dan Ren melakukan apa yang disuruh kakak mereka.


Ricka yang tertidur terbangun. Ia mencari Ren. Hana memberitahu Ricka. "Kakak Ren di ruangan tari."


Ricka berjalan menuju ruangan tari. Terdengar suara musik. Ricka ikut menari dengan lagu dominan instrumen biola itu.


Melihat kakak-kakaknya menari, Ricka ikut-ikutan. Saat kakaknya menggerakkan tangan, Ricka menirunya. Saat ada gerakan menggoyangkan pinggul, ia juga ikutan menggoyangkan pinggulnya.


Rei sudah merencanakan akan membuat dance cover Itzy (girlgrup dengan 5 member) jika Ricka sudah agak besar sedikit.


"Kita ulangi lagi." Rei ingin tarian dance cover nanti bisa terlihat bagus dan tidak berantakan. Rio, Rin dan Ren menuruti keinginan Rei.


"Kakak Yei, Ren mau salto di bagian ini. Boleh?" Ren mengusulkan.


"Kakak mau lihat salto Ren dulu."


Ren lalu mencoba salto.


"Okay. Ren boleh salto." Walau tak ada gerakan salto di koreografi asli tapi jika cocok dengan musiknya akan Rei pertimbangkan.


Hana datang sambil membawa nampan berisi teko dan gelas. Ia lalu mengambil camilan untuk mereka.


Mereka beristirahat lagi. Ricka masih ikut-ikutan menari.


"Ricka menari di sini aja. Kakak-kakak nanti terganggu." Hana mengangkat Ricka dari area menari kakak-kakaknya.


Ricka mendengar suara mobil Richard. "Papa." Ricka menunjuk rumah sebelah.


"Ricka mau ketemu papa?" Hana membawa Ricka ke rumah sebelah. Tempat ayah Ricka tinggal.


Richard menggendong dan mencium Ricka. "Ricka kangen Papa?"


Ricka menganggukkan kepalanya. Sudah tiga hari ini mereka tidak bertemu karena Richard berada di luar kota karena urusan bisnis.