Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 158 Tiba Tiba Aku Melayang



Hana mengecek keadaan Ren dan Ricka di mobil. Mereka tampak terlelap. Hana kembali lagi ke lokasi syuting. Sepertinya adegan ini adegan terakhir Rin. Hana berencana untuk pulang ke rumah bersama Rin.


Hana melihat dari kejauhan adegan Rin yang sudah berubah nama menjadi Putri karena amnesia.


Putri terlihat bermain bersama Putra, kakak penyelamatnya.


"Kakak ..." Putri mengejar Putra. Tetapi Putra berlari begitu cepat. Putri tidak bisa mengejar Putra.


Putra sudah lama tinggal di gedung yang terlantar. Ia sebelumnya mengintip Lisa disiksa oleh wanita yang kejam. Tetapi ia tidak bisa lapor polisi karena akan membuat dirinya ditangkap juga karena Putra masih kecil juga. Putra masih di bawah umur. Ia akan ditanyai berbagai macam pertanyaan.


Adegan dilanjutkan saat Putri dan Putra mencuci pakaian mereka. Walaupun gudang yang mereka tinggali terlantar tetapi air kran masih menyala. Dan masih ada suplai makanan dan kebutuhan rumah di dalam gudang.


Mereka berdua terlihat bahagia. Hanya saja jika ada suara orang. Mereka akan bersembunyi.


Syuting untuk Rin hari ini selesai. Sedangkan Rayhan belum bisa pulang. Rayhan masih ada beberapa adegan lagi. Adegan saat Putra berkelana dan tinggal bersama dengan Putri yang asli (bukan Lisa).


"Kakak Rayhan, Rin pulang." Rin berpamitan dengan Rayhan. Mereka akan bertemu kembali besok untuk syuting. Rin juga berpamitan dengan kru film.


Hana juga berpamitan dengan tantenya Rayhan.


Mereka akhirnya pulang ke rumah.


"Mama lupa beritahu Rin. Matthew mau datang ke Indonesia." Hana memberitahu Rin.


"Beneran, Ma?" Rin terlihat antusias.


"Mama nggak boong kan? Boong itu dosa. Dosa masuk neraka." Rin menakuti Hana.


"Mama nggak boong. Rin mau bicara langsung sama Matthew?" Hana bertanya.


Hana mencoba menelpon Matthew. Tetapi tidak diangkat. "Matthew nggak angkat telponnya. Apa Matt sudah ada di pesawat?"


Hana lalu mengirim pesan ke Martha. Ia bertanya apa Matthew sudah berada di pesawat.


Ternyata Matthew sedang tidur. Hana lupa dengan perbedaan waktu mereka.


"Maaf, Kak. Aku lupa kalau jam kita beda." Hana mengerik pesan wa.


"Nggak pa pa. Kebetulan aku belum tidur." Martha menjawab.


"Baiklah, Kak. Kabari aku jam berapa Matthew sampai." Hana dengan cepat mengakhiri pesannya karena di Amerika sudah waktu tidur mereka.


Mereka kemudian sampai di rumah. Hana menggendong dan menaruh Ren ke ranjang. Mama Berta membantu membawa Ricka yang tertidur dan menaruhnya ke box bayinya.


Rin membersihkan dirinya. Beradegan di lantai gudang membuat tubuhnya lebih kotor dari biasanya.


Kali ini mereka syuting outdoor. Syuting adegan Putra dan Putri mengamen dari warung ke warung.


Rin memakai pakaian yang lusuh plus topi yang lusuh juga. Begitu juga dengan Rayhan. Ahli make up memoles blush on hitam agar Rin dan Rayhan tampak lebih lusuh lagi.


Rayhan lalu berlatih ukulele lagi. Rin juga ikut bernyanyi.


Syuting dimulai.


"Action." Terdengar ketukan papan slate.


Lisa yang sudah menjadi Putri berjalan berdampingan dengan Putra. Mereka menuju warung yang sudah berisi pemain figuran.


"Selamat siang Om yang ganteng dan Tante yang cantik. Putra dan adik Putra, Putri akan bernyanyi untuk Om dan Tante." Putra memperkenalkan dirinya.


Putra mulai memainkan ukulelenya. Putri juga memainkan tamborin yang terbuat dari tutup botol yang dipaku di sebatang kayu. Ia mulai bernyanyi lagu yang viral dari Quin Salman yang berjudul "Tiba-tiba".


🎶🎶🎶


Kupejamkan mataku


Mencoba 'tuk terlelap


Lelah rasa tubuhku


Ingin tidur yang nyenyak


Kucoba 'tuk melupakan


Semua kisah hari ini


Cerita yang kualami


Kadang bikin aku kesal


Tiba-tiba, aku melayang


Menembus lapisan awan


Kuhempaskan semua sedihku


🎶🎶🎶


Pandangan para pelanggan warung tertuju ke Putri.