
Lucas melakukan panggilan video dengan Hana.
"Aku di rumah sakit." Hana tahu Lucas pasti bingung.
"Ada jadwal periksa?"
"Nggak ada. Alex pingsan. Aku sama Rin ikut naik ambulan."
"Keadaan Alex sekarang?"
"Kata dokter sudah tidak ada masalah. Tinggal menunggu ia sadar aja. Kata dokter Alex kecapaian."
"Papa." Rin juga ingin bicara dengan Lucas.
"Rin belum tidur?"
"Yin mau tidur. Yin ngantuk." Rin menguap sesekali. Rin dan Lucas berbicara sebentar lalu memutuskan panggilan.
"Anna." Tangan Alex menggenggam tangan Hana dengan erat. Ia mengira Hana itu Anna, istrinya.
Hana terkejut. Tapi ia senang Alex sadar walaupun memanggilnya dengan nama wanita lain.
"Alice." Alex mengira Rin itu Alice.
"Alice." Alex memeluk Rin yang saat itu memang berada di ranjang Alex. Rin bingung.
Sampai akhirnya Alex memperhatikan betul-betul wajah Hana dan Rin.
"I'm sorry. Where am I?" Alex sadar ia tidak berada di rumahnya. Ada jarum infus di ujung jari tengahnya.
"We in the hospital. We found you passed out in the floor. I call 911."
"Don't overwork yourself. It's not good for your health." Hana menasehati Alex untuk tidak bekerja terlalu keras. Hal itu bisa merusak kesehatannya.
Alex bekerja dan bekerja supaya Ia tidak memikirkan Alice lagi. Masih teringat jelas saat ia melihat tubuh putrinya yang sudah membiru dan tidak bernyawa lagi. Sampai sekarang Alex masih menyalahkan dirinya atas kematian Alice
"Alex, I'm so sorry. Me dan Rin entered your house without your permission." Hana meminta maaf telah lancang masuk ke rumah Alex.
"It's okay. It's Rin's house afterall." Alex berkata kalau ia tak mempersalahkannya. Rumah yang mereka kira rumah Alex itu rumah Rin.
"What do you mean?" Hana bingung tidak mengerti.
"Rin's father is Luke, right?"
Darimana Alex tahu kalau Luke ayah Rin?
"I know from tracker in Rin's earring. The tracker method is what I teach to Luke. Nobody learn it because I only teach Luke. And Luke had told me he had daughter named Rin." Alex bercerita panjang lebar. Ia tahu sejak awal saat menemukan pelacak di anting Rin. Pelacak yang seperti buatannya. Tipe pelacak yang hanya ia ajarkan ke Luke. Luke juga pernah cerita punya anak bernama Rin.
Dulu Alex pernah susah. Bergelut di bidang IT itu tidak mudah. Apalagi Alex belum ada nama. Ia sudah putus asa. Sampai akhirnya ia bertemu Luke. Luke memberi modal ke Alex untuk usaha IT. Bahkan memberikan tempat tinggal untuk Alex yang baru saja ditendang dari apartemennya karena tidak bisa membayar. Luke percaya dengan kemampuan Alex.
Alex masih ingat penolakan-penolakan yang pernah ia terima sebelum bertemu Luke.
"Sir, you must see it." Alex ingin memperlihatkan prototype yang ia buat. Tanpa kenalan orang dalam tentu saja tidak mudah.
Luke yang sering berkeliling di perusahaan-perusahaannya ataupun rekan bisnisnya sering melihat Alex yang gigih. Sampai akhirnya Luke tertarik karena melihat kegigihan Alex. "Show me."
Luke meminta Alex membuat prototype baru. Sebagai pengusaha ia butuh sesuatu yang bisa menguntungkan dirinya.
Seiring waktu Luke meminta Alex mengajarinya membuat pelacak. Ia tahu anaknya kemungkinan besar akan bersifat seperti dirinya yang suka menghilang dan mengeksplor dunia.
Sebelum Luke meninggal, ia membuat beberapa video untuk Rio. Ia ingin mentransfer ilmu yang ia miliki sebanyak mungkin. Ia tak ingin membawa mati ilmu yang ia miliki.