
Syuting adegan Sakura dan ibunya.
Ibu Sakura memutuskan untuk membawa putrinya pulang ke Jepang. Tetapi Sakura sulit beradaptasi. Terutama karena ia hanya bisa berbicara bahasa Inggris.
Ibu Sakura memutuskan menitipkan putrinya di daycare supaya Sakura bisa berkenalan dengan teman sebayanya.
Tetapi Sakura hanya diam saat ditanya. Berulang kali Sakura berpindah daycare.
Keesokkan harinya Rin lanjut syuting dengan lokasi di dalam kereta.
"Ready. Action."
Ken duduk bersama Sakura. Sakura yang berada di dekat jendela melihat pemandangan.
"Ken, look." Sakura menunjuk sesuatu.
"Okay. Cut." Sutradara melihat hasil rekaman di monitor.
Mereka melanjutkan syuting dengan adegan Sakura yang mengantuk dan tertidur di kereta.
Syuting masih dilanjutkan di Osaka selama beberapa hari ke depan. Hana berberes. Mereka akan menuju ke Tokyo untuk syuting adegan Ken yang berusaha menemukan ibunya.
Dalam perjalanan.
"Mama, dulu Yen peynah ke Tokyo ya?" Ren bertanya.
"Pernah. Kakak Rin juga pernah."
"Yicka?" Ricka ikut bertanya.
"Ricka masih di perut Mama."
Mereka akhirnya tiba di hotel di Tokyo. Jun tetap bersama mereka. Selain Osaka, Jun juga hafal daerah daerah di Tokyo.
Keesokkan harinya Rin mulai syuting lagi.
"Ready. Action."
Sakura dan Ken memandang stasiun Tokyo yang begitu besar dan ramai.
Ken mengetik alamat ibunya di google maps. Ia dan Sakura berjalan mengikuti arahan google maps.
"Okay. Cut."
Kemudian syuting dilanjutkan dengan adegan ibu Sakura dan Nenek Ken yang tiba di stasiun Tokyo.
Sekarang mereka syuting di jalanan.
Saat siang mereka break syuting sejenak.
Rin bermain bersama Sho. Mereka bermain janken (batu gunting kertas).
"Rin menang." Rin senang ia menang.
Ren dan Ricka yang melihat Rin main janken ikut main juga. Ricka sedikit lambat saat menunjukkan tangannya. Tetapi Ren tidak masalah.
"Yicka menang," ucap Ren. Ricka yang masih belum memahami permainan (apa yang menang melawan apa) merasa senang ia menang. Padahal Ricka mengeluarkan kertas dan Ren mengeluarkan gunting. Seharusnya Ren yang menang. Sepertinya Ren juga belum paham permainannya.
Syuting dilanjutkan lagi.
Adegan Ken dan Sakura berjalan mengikuti google maps tetapi ternyata hanya ada tanah kosong di sana.
"Oka-san?" Ken mulai menangis. Ia merindukan ibunya. Ia sudah berharap bisa bertemu ibunya setelah perjalan panjang dari Osaka.
"Okay. Cut."
Syuting dilanjutkan lagi dengan adegan nenek Ken dan ibu Sakura akhirnya berhasil menemukan Ken dan Sakura di Tokyo.
Nenek Ken memeluk Ken dengan erat. Ibu Sakura juga memeluk Sakura.
Mereka berempat menangis bersama.
Nenek Ken akhirnya mengatakan apa yang terjadi. Sebenarnya neneknya tidak tahu di mana keberadaan ibu kandung Ken.
Saat itu nenek Ken hanya duduk di taman. Tiba-tiba ada seorang ibu muda menitipkan bayinya ke nenek Ken. Kata ibu Ken ia pergi sebentar dan tak lama ia akan kembali.
Nenek Ken menunggu dan menunggu tetapi ibu Ken tidak muncul-muncul. Keesokkan harinya nenek Ken ke taman dengan harapan bisa bertemu ibu Ken tetapi ternyata ibu Ken tidak datang.
Nenek Ken sadar jika ibu Ken tidak akan pernah kembali. Ia kemudian merawat Ken.
"Okay. Cut."
Syuting Rin selesai, ia mendapatkan sebuah karangan bunga. "Arigatou gozaimasu." Rin berterima kasih untuk Sutradara dan kru film juga aktor dan aktris yang berakting bersamanya.
Rin memeluk Sho. Sho mulai menangis.
"Wasurenaide (jangan lupakan aku)," kata Sho.
"Hai (Iya)."
Rin lalu pamit.