
Luke membawa Rei untuk rekaman lagu Smooth Criminal. Beberapa hari ini Rei sudah berlatih bernyanyi dengan guru vocal yang didatangkan Luke.
Rei melihat studio rekaman. Ia sudah sering melihat di TV, studio rekaman itu seperti apa. Tetapi melihat dan merasakannya secara langsung baru pertama kali ini. Rio sibuk merekam Rei dengan kameranya. Rei rencananya akan mengupload vlog dan behind the scene syuting Smooth Criminal.
“Sekarang Rei lagi di studio rekaman. Ditemani Rio.” Rei memperkenalkan dirinya.
Rio melambaikan tangannya di depan kamera.
“Dan juga papa Luke.”
Luke ikut melambaikan tangannya di depan kamera.
“Sekarang Rei mau nyanyi. Doakan supaya rekamannya lancar dan Rei bisa nyanyi dengan bagus.”
Rei memasuki tempat rekaman. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya ke kamera. Tinggi mic sudah disesuaikan dengan tinggi Rei.
Rei mulai bernyanyi.
“As he came into the window.” Rei menyanyikan baris pertama dari lagu Smooth Criminal.
“Annie, are you okay? So, Annie, are you okay? Are you okay, Annie?”
Rekaman selesai setelah tiga kali take.
Hari syuting dance cover tiba.
Rei Studio.
“Papa Luke lihat... Nama studionya sama kayak nama Rei.” Rei melihat nama studio yang sama dengan nama dirinya. Jarang-jarang ia menemukan tempat yang sama dengan namanya.
“Studio ini punya Rei. Papa Luke yang beliin buat Rei. Rei bisa syuting di sini untuk video-video Rei selanjutnya.”
“Terima kasih papa Luke.” Rei mencium pipi Luke.
“Sama-sama.”
Lucy lalu mendandani Rei. Sehari sebelumnya Lucy sudah mengkriting rambut Rei di salon sehingga mirip rambut kriting Michael Jackson. Sekarang ia mengikat rambut Rei. Memulas make up natural ke wajah Rei.
“Mama ... Aku?” Luke juga ingin dirias.
“Nggak usah.” Lucy menolak tegas.
Rei itu bintangnya.
Jadi, Rei harus terlihat cantik.
“Biar aku yang make up in kamu.” Hana mengambil BB cream lalu memolesnya ke wajah Luke. Memoles lip balm miliknya pribadi ke bibir Luke.
Eh? Ini artinya aku dan Hana secara tidak langsung berciuman? ~ Luke merasakan sesuatu di dadanya. Sesuatu yang ia tahu ia tidak boleh mengungkapkannya karena Hana sudah menjadi milik kakaknya, Lucas.
Lucy selesai mendandani Rei. Hana sedikit terkejut wajah Rei terlihat mirip Ryu. Wajar karena Rei, Rio dan Ryu itu kembar identik.
Hana terkadang malah dikerjai oleh anak-anaknya. Terkadang Rei memakai pakaian Ryu dan mengaku sebagai Ryu. Ryu juga terkadang memakai dress milik Rei dan mengaku Rei. Hanya saat Ryu kurus karena sakit, Hana bisa membedakan mereka.
Syuting pertama ...
Rei mulai bersiap.
“Sebentar ... Sebentar ... “ Lucy mendekati Rei. Ia membawa strip berwarna hitam untuk Rei dan menempelkannya di lengan kanan atas Rei.
Sekarang Rei sudah mirip Michael Jackson.
Rei mengambil posisi di depan Luke. Musik mulai dimainkan. Rei dan Luke menari sesuai dengan apa yang mereka latih. Satu minggu sebelumnya Rei sudah merekam suaranya dan suara Luke di studio rekaman. Rei menggerakkan tangan dan kakinya sesuai koreo yang ia latih. Ia juga menambahkan beberapa gerakan originalnya.
Rei lalu memegang mic persis seperti gerakan Michael Jackson di musik video. Memainkan bahunya dengan mulusnya. Hana yang melihat di belakang kamera juga ikut menggerakkan bahunya. Rio yang melihatnya hanya tersenyum ~ Mama itu robot. Kaku.
Rei lalu berputar. Kemudian Luke menggendong Rei dan tangan mereka saling berpegangan seperti gerakan menari tango. Kemudian meliukkan tubuhnya dengan mulusnya.
Walaupun Hana tahu Rei itu anaknya tapi ia selalu takjub melihat gerakan Rei. Rei lalu memegang tangan Luke kemudian Luke melakukan gerakan salto.
Rei lagi-lagi bikin mama kagum. ~ Hana dulu pernah ragu apa benar Rei itu anak yang lahir dari rahimnya. Jangan-jangan Rei, Rio dan Ryu tertukar di rumah sakit.
“Annie, are you okay?” Suara manis Rei terdengar.
Rei menggerakkan kakinya dengan lincahnya. Lalu berputar.
Rekaman pertama selesai.
Rei dan Luke langsung melihat hasil rekaman mereka di layar monitor.
“Papa Luke bagaimana kalau bagian ini kita rubah seperti ini.” Rei mencontohkan gerakan barunya.
Luke melihat dan langsung mempraktekannya dengan sempurna. Rei seperti menemukan partner menarinya.
Rekaman kedua ...
Rei dan Luke mulai menari lagi dengan beberapa perubahan. Scene saat tubuh Rei condong juga sukes karena sepatu khusus dari Luke. Semuanya bertepuk tangan saat Rei dan Luke selesai menari.
Rekaman ketiga ...
Kameramen merekam Rei dan Luke dari jarak dekat. Bukan hanya Hana, Lucy dan Rio yang kagum dengan Rei tapi juga kameramen tersebut. Ia langsung jadi subscriber channel YouTube Rei’s world.
...🌼🌼🌼...
Rio lalu mengedit video Rei dan Luke. Memberi efek-efek modern. Membuat video cover dance Smooth Criminal jauh lebih bagus dari video yang pernah diupload di Rei’s world.
“Rio ... Good job.” Luke memuji Rio. Ia kagum melihat Rio yang begitu jago editing.
Rei menekan tombol upload. Video itu langsung ditonton penggemar Rei yang memang sudah menantikan video terbaru Rei. Tak lama kemudian banyak komentar masuk.
“The best video ever.”
“Awesome.”
“Yang nari sama Rei itu papa Rei? Pantas Rei jago nari. Turunan papanya.”
Luke tersenyum membaca komentar.
Tetapi tidak dengan Lucas. Ia bisa melihat Hana dan anak-anaknya makin dekat dengan Luke. Luke memang friendly. Ia bisa bersahabat dengan siapa saja.
“Papa sudah lihat video Rei?” Rei bertanya. Ia ingin Lucas memuji dirinya.
“Sudah.” Lucas menjawab singkat.
“Bagus, Pa?”
“Bagus.”
Sebenarnya Rei ingin dipuji lebih banyak oleh ayahnya. Tetapi Lucas memang irit bicaranya. Ia tidak terlalu suka memuji. Karena itu baik Rei dan Rio lebih akrab dengan Luke. Luke sudah bisa mengambil hati Rei dan Rio.
Lucas mendengar tawa Hana, Rei dan Rio dari dalam kamarnya. Ia ingin ikut tertawa bersama mereka. Tapi ia harus beristirahat. Besok ia akan melakukan operasi dan tentunya butuh konsentrasi.
Hana masuk ke dalam kamar. Ia membawakan Lucas segelas susu hangat. Lucas meminumnya.
“Luke sudah pulang?”
“Sudah. Baru aja.”
“Anak-anak sudah tidur?”
“Sudah. Mereka sudah masuk kamar mereka masing-masing. Rei hari ini merasa senang video yang ia unggah hari ini responsnya bagus.”
Lucas menganggukkan kepalanya. Ia sudah melihat video Smooth Criminal Rei. Memberi like dan juga komentar pujian hingga sepuluh kali.
Tapi yang menjadi pikirannya adalah penggemar Rei mengira Luke yang menari bersama Rei itu ayahnya. Dan Lucas tidak suka hal itu. Tapi ia juga tidak mungkin ikut menari dengan Rei secara tubuhnya juga kaku sama seperti Hana. Bisa-bisa ia jadi bahan tertawaan dan ejekan dari rekan kerjanya.
Keesokkan harinya operasi yang dilakukan Lucas gagal. Pasien kritis dan akhirnya meninggal. Saat ia pulang ke rumah ia mendengar suara Luke. Ia kemudian membalikkan badannya dan menuju ke club.