
Hujan tak kunjung reda. Putra juga tidak membawa payung karena tadi pagi cuaca masih cerah. Saat ini mereka masih duduk berteduh di suatu tempat sambil menunggu hujan berhenti.
Hawa yang dingin membuat Putri mengantuk. Putri tertidur. Kepalanya berada di pundak Putra.
Kameramen meng-close up wajah Putra. Kemudian meng-close up wajah Putri. Lalu kamera tertuju ke jalanan yang basah karena huja
"Okay. Cut " Sutradara mengakhiri syuting adegan hujan.
Rayhan hendak berdiri. Tapi ia menyadari jika Rin belum berdiri. Rin masih menyandarkan kepalanya di pundak Rayhan.
"Rin ..." Rayhan memanggil Rin.
"Rin ..." Rayhan memanggil Rin lagi. Tetapi Rin tidak bergerak. Rin tertidur sungguhan.
Rayhan tetap duduk sambil menunggu Rin terbangun.
Rin akhirnya tersadar. Ia bingung saat melihat sekitarnya. Ia mengira tadi ia tidur di kasur di rumahnya. Ternyata ia tertidur saat syuting.
"Maaf ya Kakak." Rin mengusap matanya. Ia menegakkan kepalanya.
"Nggak pa pa. Kalau Rin masih ngantuk, tidur lagi aja. Om Rizal bilang kita break sebentar." Rayhan menepuk pundaknya.
Hana datang ke lokasi syuting membawa Ren dan Ricka.
"Mama ..." Rin memanggil Hana yang melihat ke sana sini mencari dirinya.
Hana akhirnya menemukan Rin. Ia melihat Rin yang terbungkus selimut. Udara di lokasi syuting saat ini terasa agak dingin setelah syuting adegan hujan.
Rayhan melihat ada Ren Ricka. "Kakak punya hadiah buat Rin, Ren sama Ricka." Rayhan bangkit berdiri. Ia mengambil sesuatu dari tasnya. Ia memberikan hadiah boneka untuk mereka bertiga.
Kemarin setelah syuting, Rayhan membeli boneka di toko M.
Rin mendapat boneka penguin bersayap pink. "Terima kasih Kakak Rayhan." Rin memeluk boneka penguin yang lembut.
"Ini buat Ren." Rayhan memberi boneka beruang untuk Ren.
Ricka melihat Rayhan. Ia berharap ia juga diberi hadiah seperti Rin dan Ren. Rayhan lalu mengambil boneka berbentuk alpaca untuk Ricka.
"Ricka, bilang apa sama Kakak Rayhan?" Hana ingin Ricka mengucapkan terima kasih atas boneka pemberian Rayhan.
Ricka mencium pipi Rayhan.
Rayhan lalu membuat insta story di instagramnya. Ia mengetik "Sekarang Rayhan punya tiga adik." Rayhan menge-tag Instagram Rin yang dikelola Ronald.
Rayhan mengunggah video Ricka yang mencium pipinya.
Sementara itu Matthew sudah berada di dalam pesawat untuk menuju ke Indonesia. Ia menikmati apa yang disediakan di pesawat.
Sedangkan di rumah Martha.
Kebetulan Mark melihat postingan Rayhan. Ia melihat Ricka mencium Rayhan. Dan Ia mulai gelisah. Sekarang ia tidak baik-baik saja.
"Mom, Mark harus ke Indonesia." Mark mendekati Martha.
"Why? Kemarin Mom tanya ke Mark buat sama-sama Matthew ke Indonesia, Mark nggak mau ikut." Martha bingung melihat Mark. Mark juga terlihat sama seperti Matthew yang cemburu saat melihat kedekatan Rin dengan Rayhan.
Kemarin Mark juga mengejek Matthew jika Matthew cemburuan. Sekarang ia terkena batunya. Ia juga cemburu. Ricka belum pernah mencium dirinya. Tapi Ricka malah mencium Rayhan.
Dua saudara kembar menjadi panas dingin karena Rayhan.
"Karena ini." Mark menunjukkan insta story Rayhan.
Martha akhirnya mengerti. Mark cemburu sama seperti Matthew. "Tanya Daddy, Mark boleh atau tidak ke Indonesia. Bilang ke Daddy kalau Mommy sudah ijinin Mark buat bolos sekolah." Martha sengaja bersuara agak keras supaya Martin mendengarnya. Karena itulah yang akan ditanyakan Martin ke Martha.
Mark mendekati Martin.."Dad. Please. Mark harus ke Indonesia. Mommy sudah ijinkan Mark untuk tidak masuk sekolah."
Martin tidak tega. Ia menyetujuinya. Lagipula jika ia tidak memperbolehkan Mark pergi ke Indonesia, maka ia akan dibilang bersikap pilih kasih karena ia sudah mengijinkan Matthew. "Okay. Daddy pesan tiketnya sekarang."
"Thank you, Dad." Mark terlihat gembira.