
Persiapan pemakaman untuk Budiman mulai dilakukan. Lucas sudah membeli peti mati untuk jenasah Budiman yang sudah diformalin.
Banyak pelayat datang dari pihak keluarga dan kenalan Lucas juga Richard. Secara Budiman itu ayah mertua Lucas. Dan Budiman itu juga kakek dari Ricka, anak Richard.
Hana berusaha meyakinkan dirinya untuk tabah. Ia ingin bisa mendampingi ayahnya sampai ke liang lahat. Tetapi Hana jatuh pingsan lagi.
Rei menemani Hana yang terbaring di ranjang. Rei bisa melihat ibunya yang begitu lemah. Rei tahu ini akan terjadi mengingat saat kematian Ryu, ibunya juga begitu kehilangan.
Rei hanya takut jika sang ibu akan depresi lagi seperti dulu. Ia takut ia akan kehilangan Hana lagi.
"Mama " Rei melihat Hana yang mulai membuka matanya. Hana ingin minum. Rei membawakan gelas berisi air minum untuk Hana.
Hana langsung menghabiskan air minum itu tetapi ia merasa mual. Ia segera mengambil kantong plastik yang sengaja ia taruh di laci nakas. Ia muntah.
Rei mengambilkan minyak angin untuk Hana. Sepertinya lambung Hana terkena maag karena stress. Hana berbaring lagi.
Sementara itu proses pemakaman Budiman dimulai. Perlahan peti mati yang berisi jasad Budiman masuk ke liang lahat.
Beberapa pelayat terlihat menangisi kepergian Budiman.
Selesai prosesi Lucas beserta keluarganya pulang ke rumah. Ia langsung diberitahu Rei tentang keadaan Hana. Ia memeriksa Hana dan memberi obat.
Ia tahu Hana sedang bersedih. Ia hanya bisa memeluknya. Hana, kau pasti bisa melewati ini.
Setiap hari Hana menangisi kepergian ayahnya. Lucas hanya merasa lega karena Hana tidak sedepresi dulu saat kematian Ryu.
"Mama, lihat Yen." Ren berusaha menghibur Hana. Ia terkadang berlaku aneh. Hana tersenyum saat Ricka juga ikut ikutan meniru kelakuan nggak jelasnya Ren.
Kadang Ren akan memperlihatkan tarian yang baru ia pelajari dari tutorial di YouTube. "Mama, Yen bisa tutting." Ren menggerakkan jarinya serasi dengan irama musik.
...***...
Richard berbicara dengan Lucas. Ia tampak berhati-hati. "Apa boleh aku mengajak Hana betlibur?" Richard ingin Hana bersemangat lagi.
"Tidak apa-apa. Kamu bisa ajak Hana liburan." Saat ini Lucas begitu sibuk di rumah sakit. Hanya Richard yang bisa membawa Hana pergi. Agar Hana bisa rileks dan tidak begitu memikirkan ayahnya lagi.
"Aku janji nggak akan macam-macam sama Hana. Aku akan tinggal di kamar yang berbeda. Aku juga akan membawa anak-anak."
"Kalian akan pergi ke mana?"
"Korea. Ren katanya mau ke kantin YG entertainment. Rei katanya mau bisa berlatih berbahasa Korea dengan orang lokal."
...***...
Persiapan liburan dimulai. Hana sebenarnya tidak mau ikut. Ia ingin tetap berada di rumah. Tetapi anak-anaknya memaksanya.
Sedangkan Ren berlatih berbahasa Korea. "Annyeonghaseyo. Gamsahamnida."
Ricka ikut ikutan. "Seyo. Nida."
Ren juga meminta dibelikan sumpit yang ada pegangan untuk jari untuk berlatih menggunakan sumpit. Kemudian ia berlatih dengan sumpit biasa.
Ren sengaja meminta Mama Berta memasak mi menggunakan panci Ramyeon khas Korea. Ia mencoba mengambil mi dengan sumpit dan menaruhnya di tutup panci berwarna kuning tembaga itu. "Mama, yihat. Yen bisa pake sumpit." Ren merasa mencapai suatu pencapaian yang luar biasa.
Mereka akhirnya berangkat ke Korea dengan pesawat jet milik Richard. Richard tidak sepenuhnya berlibur bersama tetapi ia juga bekerja di sana. Ada beberapa proyek yang harus ia awasi.
Mereka akhirnya tiba di Korea
...***...
Turut berduka cita atas tragedi Kanjuruhan dan tragedi Itaewon yang menewaskan ratusan orang di bulan Oktober 2022 ini. Semoga hal ini tidak akan terjadi lagi di masa depan.
...***...