Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 178 Sedih Yang Menjadi Senang



Sepulang kerja Lucas menuju ke toko kue. Ia membeli kue untuk merayakan keberhasilan audisinya Rin.


"Saya mau yang ini." Lucas menunjuk satu loyang red Velvet cake.


Lucas membayarnya Karyawan toko kue langsung mengemas kue tersebut dan memberikannya ke Lucas.


Ponsel Lucas berbunyi. Ia menerima pesan dari Hana jika Rin tidak lolos audisi.


Lucas sampai di rumah. Ia disambut Ren. "Papa, kakak Yin nangis." Ren ikut bersedih.


Lucas masuk ke dalam kamar Rin. Ia melihat mata Rin yang sembab. "Papa ..." Rin mulai menitikkan air matanya lagi. Rin tahu Lucas sangat menyukai skenario filmnya dan berharap Rin bisa berperan di sana.


"Papa ... Maafin Rin."


Lucas memeluk Rin. "Nggak pa pa. Papa nggak pa pa. Rin masih bisa main film lainnya." Lucas menepuk ringan punggung Rin.


"Papa bawa kue. Ayo kita makan. Ren pasti sudah colek-colek krimnya." Lucas tersenyum. Rin ikut tersenyum. Lucas menggendong Rin.


Mereka menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada Ren dan Ricka yang mencolek dan mencicipi krim kue yang manis.


Saat melihat Lucas, Ren dan Ricka langsung terdiam. Tetapi ada bukti pipi mereka yang cemot oleh krim.


Lucas dan Rin mulai memakan kue. Ada telepon masuk dari Rayhan. Ia ingin berbincang dengan Rin.


"Kakak Rayhan, Rin nggak lolos audisi." Rin menunjukkan ekspresi sedih.


"Kaka Yei." Ricka ikut menunjukkan wajahnya di ponsel.


"Ricka ... Pipinya cemot."


Ricka menyentuh pipinya tetapi tambah cemot karena tangannya masih belepotan krim. Rayhan jadi gemas.


"Nggak pa pa Rin nggak lolos audisi. Dulu Kakak juga nggak lolos audisi. Kakak malah jadi bisa main di film Putra dan Putri sama Rin. Kakak jadi punya kakak (Rei dan Rio) juga adik (Rin, Ren, dan Ricka)," ucap Rayhan.


Sebelum syuting film Putra dan Putri, Rayhan pernah mengikuti audisi tetapi ia gagal. Tak disangka ia dapat tawaran film bersama Rin.


"Mungkin nanti ada tawaran film yang bagus buat Rin," ucap Rayhan.


"Siapa tahu nanti Rin malah syuting di luar negri." Rayhan menyemangati Rin. Ia tahu rasa sedih gagal audisi. Tetapi ia harus move on supaya bisa melangkah lagi.


Rayhan dipanggil untuk syuting. "Kakak harus syuting lagi. Bye bye Rin, bye bye Ren, bye bye Ricka."


"Bye bye." Rin melambaikan tangannya.


Panggilan video terputus.


Betul apa yang Rayhan bilang. Tak menunggu lama lagi ada telepon dari Ronald. "Rin dapet tawaran main film di luar negri. Sutradaranya terkesan sama penampilan Rin di Hold My Hand." Ada nada bersemangat di suara Ronald. Ia tadi juga ikut down saat Rin gagal.


"Apa Rin harus audisi lagi?" Lucas tak ingin Rin kecewa.


"Nggak. Nggak ada. Rin boleh langsung terbang ke lokasi syuting."


"Biayanya?"


"Semua biaya akomodasi dan lainnya ditanggung mereka."


"Kirim skenarionya ke aku." Lucas harus membaca skenario film untuk Rin. Jangan sampai ada adegan yang merugikan Rin.


Ronald mengirim skenario film dalam bentuk pdf yang ia terima ke Lucas. Lucas mulai membaca skenario itu. "Rin, film Rin kali ini lebih bagus dari yang kemarin kemarin."


Lucas mulai bersemangat. Syuting di luar negri akan sedikit berbeda dari di Indonesia.


Lucas mulai mengajukan cuti lagi. Lucas memang sudah perlahan-lahan mengurangi tugasnya sebagai dokter. Ia ingin menjadi manajer Rin saat Rin syuting di luar negri.


Sedangkan Matthew dan Mark tidak bisa ikut Rin syuting. Mereka sudah terlalu lama di Indonesia. Martha menyuruh mereka pulang. Mereka harus bersekolah lagi.


"Mommy can I home schooling?" Matthew ingin bisa sekolah yang lebih fleksibel jam belajarnya.


"No. You and Mark must go home."


Matthew dan Mark tahu mereka harus pulang. Mereka pun kembali ke Amerika.