Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 21 Robert



“Lucas ... Apa kau tahu kalau Hana itu pernah tidur denganku? Dan ... Tato mawar itu buatanku?” Robert berbisik di telinga Lucas. Robert lalu meninggalkan Lucas.


Lucas menjadi tidak fokus bekerja. Ia terus memikirkan perkataan Robert.


Siapa Robert?


Apa hubungan dia dengan Hana?


Flashback.


Lucy dan Lukman datang berkunjung ke Amerika untuk melihat Hana dan cucu-cucu mereka. Lucy membawa banyak barang buatan Indonesia. Ada saus kacang kesukaan Hana, ada camilan tradisional Indonesia.


“Terima kasih, Ma, Pa.” Hana sangat berterima kasih.


“Lucy sangat mencemaskanmu.” Lukman juga ikut kuatir.


“Tapi yang paling kuatir itu Papa. Begitu ia dengar kabar kau harus bed rest, ia ingin cepat-cepat datang ke sini.” Lucy menjelaskan.


Tapi tentu saja tidak bisa begitu saja datang ke Amerika. Perlu mengurus visa yang itu artinya harus menunggu. Kecuali jika urgent mungkin mereka bisa langsung berangkat.


“Hana sudah baikan.” Morning sickness Hana sudah mereda. Ia masih mual tapi obat dari dokter sudah bisa mengatasi morning sicknessnya.


“Nenek ... Kakek ... “ Rei dan Rio yang baru pulang sekolah langsung menuju ke kakek dan neneknya. Mereka sudah merindukan kakek dan neneknya. Begitu juga sebaliknya.


“Rei mau makan?” Lucy bertanya.


“Iya ... Perut Rei minta diisi.” Rei menyentuh perutnya.


“Perut Rio juga. Cacing-cacingnya sudah demo.” Rio juga menyentuh perutnya.


Rin yang melihat kakak-kakaknya menyentuh perut, ia ikut-ikutan menyentuh perutnya. Seakan–akan mau bilang ~ Perut Rin juga lapar.


“Rin biasanya makan apa?” Lukman bertanya ke Hana.


“Rin kadang makan MPASI instan, kadang bubur daging yang sudah *****.”


Lukman lalu melihat kulkas. Ia menemukan daging sapi. Lukman mulai beraksi. Memperlihatkan keahliannya memasak. Tak butuh waktu lama daging cincang buatannya untuk Rin sudah jadi.


“Rei mau coba.” Rei mengambil sesendok daging cincang.


“Enak. Rei mau tambah lagi.” Rei hendak mengambil daging cincang lagi.


“Satu sendok aja, ya. Nanti kakek bikinin lagi. Yang ini buat Rin.”


Lukman lalu menyuapi Rin. Rin menyukai masakan buatan kakeknya. Dan dagingnya habis tidak bersisa.


Keesokkan harinya Hana akan memeriksakan kandungannya. Ia diantar oleh Lukman.


“Kandungan ibu cukup baik.” Dokter tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan di kandungan Hana.


Setelahnya Hanan hendak pulang. Ia ingin mampir ke ruangan Lucas tapi ia takut mengganggu Lucas.


“Hana ...” Seorang piria memanggil Hanna.


Hanan menoleh. Ia berusaha mengingat pria itu.


“Robert.”


“Aku pikir kau sudah melupakan diriku.” Robert melihat perut Hana yang sudah menonjol dan melihat ada pria setengah baya yang menemaninya.


“Seleramu sekarang sudah berubah.” Robert berbisik di telinga Hana sambil melirk Lukman. Ia mengira Lukman itu suami Hana.


“Robert .. Kenalkan ini papa mertuaku.”


“Papa ... Ini Robert. Ia teman aku.”


Mereka lalu bersalaman.


Lucas yang melihat Hana, mendekati Hana. Ia terlihat tidak senang saat Hana berbincang akrab dengan pria yang tidak ia kenal.


“Hana ...”


“Lucas ... “


“Kau sendirian ke sini?”


“Nggak ... Aku ditemani papa. Papa tadi ketemu dengan temannya. Itu dia. “ Hana menunjuk Lukamn yang sedang asyik berbincang dengan temannya, salah satu dokter di sana.


“Dia ..?”


“Lucas ... Kenalkan ia Robert. Temanku.”


“Robert ... Kenalkan .. Ia Lucas. Suami aku.”


Lucas menggenggam erat tangan Robert. Begitu juga sebaliknya. Robert tahu Lucas tidak menyukai kehadirannya tapi Robert masa bodo.


Hana dan Robert saling memberitahu nomor kontak mereka. Dari sana Robert tahu alamat Hanna. Robert datang mengunjungi Hana. Tak butuh waktu lama, Robert langsung akrab dengan putra dan putri Hana.


Robert dan Hana sering berbincang-bincang. Mereka itu teman dari kecil. Seandainya Robert tidak pindah keluar negri, mungkin ia yang akan jadi suami Hana sekarang. Dulu Robert dan Hana bertetangga. Dari sanalah mereka mulai akrab.


Flashback end.


Lucas masih memikirkan tentang Hana yang pernah tidur dengan Robert. Tentang Robert yang membuat tato di perut Hana.


Apa benar Hana pernah tidur dengan Robert?


Tapi itu tidak mungkin.


Ada noda merah saat kami tidur bersama.


Jika benar Hana pernah tidur dengan Robert, apa itu artinya Hana melakukan operasi selaput da**?”


Belum lagi tato di perut Hana.


Lokasi tato di perut Hana itu di bawah pusar.


Itu artinya Hana akan melepas pakaian dalamnya.


Apa itu artinya Robert melihat bagian private Hana?


Jadi, Hana itu tidak sepolos yang aku pikirkan.


Lucas melihat Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi. Hana mendekati Lucas. Ia ingin berada di dekat Lucas. Tapi Lucas sedang tidak ingin dekat-dekat Hana. Emosinya lagi naik. Lucas lalu keluar rumah. Baru saja ia membuka pintu rumah ada suara yang mengingatkan dia.


Apa kau mau ada Maria kedua?


Bukankah Hana sudah memaafkanmu.


Tidak mudah bagi Hana untuk bisa memaafkan kesalahan besarmu itu dan ia juga tidak pernah mengungkit-ungkit masa lalu.


Lucas lalu duduk di bangku taman rumahnya memandang langit yang penuh bintang.


Bukankah sebelum bersama Hana kau juga pernah tidur dengan wanita lain.


Bukankah itu artinya kalian impas.


Hana mencari Lucas. Ternyata Lucas berada di taman rumah mereka. Ia mendekati Lucas.


“Lucas ...” Hana berbicara dengan hati-hati. Ia tahu ada sesuatu di hati Lucas.


“Aku tahu ada yang sedang kau pikirkan. Beritahu aku. Aku tidak akan tahu kalau kau diam saja.” Hana tahu komunikasi dalam hunbungan pernikahan itu sangat penting. Tidak boleh ada miskomunikasi.


“Tadi siang ...” Lucas menghembuskan nafasnya.


“Tadi siang Robert memberitahuku kalau ia pernah tidur denganmu. Juga ia yang membuat tato mawar di perutmu.”


Hana tertawa.


Lucas ~ Hana kok tertawa. Aku serius ini.


“Robert menang pernah tidur denganku.”


“Apa?”


“Jangan berpikiran macam-macam. Aku dan Robert hanya tidur bersama. Hanya tidur tanpa melakukan apa-apa. Aku dan Robert itu hanya teman. Ia itu sudah seperti kakak bagiku.”


“Tentang tato mawar. Betul. Robert yang membuatnya. Ia ingin menjadi tato artist. Kau lihat, kan, tato di lengannya. Walau ia menyukai tato tapi ia juga orang yang pintar. Saat kami masih sekolah aku dan dia pernah bertaruh. Yang mendapat nilai jelek harus menuruti permintaan yang nilainya bagus.”


“Aku begitu percaya diri karena nilai-nilai Robert itu selalu jauh lebih rendah dariku. Ternyata saat hasil ujian keluar, nilainya jauh lebih tinggi dariku. Karena itu aku harus memenuhi permintaannya. Tato mawar itu tato pertama yang ia pernah buat.”


“Apa ia tidak melihatnya?” Mata Lucas melihat ke bagian bawah Hana.


“Tentu saja tidak. Aku menutupinya dengan selimut saat ia mentato diriku.”


“Sungguh?”


“Sungguh.”


Lucas merasa lega.


“Tapi ... mungkin ia pernah melihatnya saat selimutku tiba-tiba jatuh.” Hana mencoba menggoda Lucas.


“Hana ... “


Hana berusaha kabur dari Lucas.


“Hana ... jangan lari-lari.” Lucas takut Hana terjatuh. Bisa berakibat fatal bagi Hana dan bayi mereka.


Hana tersandung batu. Untunglah Lucas berhasil memegang Hana sebelum ia sempat jatuh ke tanah.


“Fiuh ... Syukurlah.”


Mata Hana dan Lucas saling berpandang-pandangan. Lucas merendahkan tubuhnya lalu mencium bibir Hana.