Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 43 Syuting Iklan



Ada pesan masuk ke ponsel Hana dari Ronald.


Ronald :


Rin dpt job iklan resort The Royal


Dua hari lagi


Kita menginap di sana


Hana :


The Royal yang dekat pantai itu?


Ronald :


Iya


Hana memberitahu Lucas. "Nginap? Satu kamar dengan Ronald?" Lucas bertanya. Ia tentu saja tidak mengijinkan Hana dan Rin tidur satu kamar dengan Ronald.


Ronald mengirim pesan lagi.


Ronald :


Kamar kita beda


"Ronald bilang kamar aku dan Rin beda dengan kamar Ronald. Dua hari lagi itu hari Sabtu. Aku mau ajak anak-anak. Sekalian refreshing. Apa kamu bisa cuti?" Hana berharap Lucas bisa menginap di resort bersama mereka.


"Aku usahakan. Tapi aku nggak janji."


Hana mengerti karena kondisi pasien terkadang tidak stabil. Pasien terkadang bisa drop kondisinya yang otomatis Lucas harus mengawasi mereka terus menerus.


Hana lalu memberitahu Rei dan Rio juga Laura. Ia hendak mengajak Ren.


Hari H syuting iklan. Ronald memboyong hampir semua keluarga Hana minus Lucas. Ia belum bisa ikut karena ia harus berada di rumah sakit.


Di resort di lokasi syuting Ronald memberitahu Hana jika pemeran ibu dan pemeran ayah tidak bisa datang. Sutradara melihat Hana dan meminta Hana menjadi pemeran ibu.


"Yang jadi ayahnya?" Hana bertanya. ~ Mungkin Ronald?


"Aku." Suara berat seorang pria yang tidak asing di telinga Hana.


Hana menoleh ke arah suara. Ia melihat pria berhidung mancung dengan rambut sedikit berombak dengan citra maskulin, "Kak Richard ..."


Ronald melihat Hana yang mengenali Richard pemilik resort dan hotel The Royal. "Hana, dia pemilik The Royal."


Sutradara lalu memberi pengarahan. Rei dan Rio menjadi figuran dadakan. Mereka seolah-olah menjadi pengunjung resort yang sedang bermain di pantai.


Richard menggendong Rin. Sedangkan Hana berada di samping Richard. Hana merasa kurang nyaman. Ia dan Richard sudah lama putus kontak.


"Mama Rin, jangan kaku gitu. Senyum." Sutradara melihat ekspresi wajah Hana yang datar.


Richard menggenggam tangan Hana. "Jangan kuatirkan apapun. Pikirkan syutingnya. Kasihan staff nanti pulangnya terlambat."


Sutradara memulai syuting. "Action."


Hana dan Richard berjalan di sepanjang pantai dengan Rin berada di tengah mereka.


"Ok. Cut. Sekarang adegan Rin bermain pasir."


Rin mulai memainkan sekop dan mengaduk-aduk pasir di dekat kakinya. Kemudian photoshoot. "Hana, senyum. Nanti resort-ku nggak ada yang mau datang kalau kamu pasang muka datar." Richard mengingatkan. Hana tersenyum. "Aku nggak terbiasa syuting kayak gini."


"Bukannya kamu itu ahlinya berpura-pura?"


"Kak, jangan buka rahasiaku di depan anak-anak."


Syuting selesai.


Richard mendekat ke Hana. Hana memperkenalkan anak-anaknya ke Richard. "Rei, Rio ini om Richard, teman mama."


"Kak Richard ini anak pertamaku Rei. Yang laki-laki Rio. Rio itu kembaran Rei. Rin yang keempat. Ren yang kelima."


"Yang ketiga di rumah?"


"Yang ketiga sudah bersama ibu di atas sana."


"Maafkan aku. Aku tak bermaksud ..."


"Tidak apa-apa."


Rin mendekati Richard dan minta digendong. Hana melarangnya "Rin, jangan. Om Richard pasti capek."


"Nggak pa pa." Richard menggendong Rin. "Rin mau es krim?"


Rin menganggukkan kepalanya. Rio juga ingin es krim "Rio juga mau es krim, Om."


"Semuanya ikut Om."


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam resort untuk memakan es krim.