
Lucas dan Rin sudah berada di lokasi syuting. Kali ini mereka berada di panti asuhan.
Albert berpisah dari Marie. Marie dititipkan di panti asuhan.
Adegan Marie menangis merindukan Albert.
"Rin bisa menangis?" Lucas bertanya.
"Bisa " Rin mengedipkan matanya. Matanya mulai berair lalu air mata jatuh dari pelupuk matanya.
Lucas terkejut. Tadi ia sudah menyiapkan obat tetes mata jika Rin tidak bisa mengeluarkan air mata.
Jangan jangan ... Jangan jangan ... Selama ini Rin menangis pura-pura supaya aku beliin apa yang ia mau?
"Syuting akan dimulai." Kru film memberitahu Lucas.
Rin mengambil tempat. Adegan saat Marie ingin naik ayunan tapi ayunannya dipakai.
Marie jadi teringat kakeknya yang sering mengayun dirinya saat berada di ayunan. "Gyandpa ..."
Marie menangis merindukan kakeknya.
"Cut." Astrada mengakhiri syuting.
Sekarang mereka akan mengambil syuting indoor di dalam panti asuhan. Adegan mereka makan bersama.
Marie melihat piring makannya yang berisi telur dadar. Marie teringat dengan kakeknya lagi yang sering membuatnya telur mata sapi favoritnya.
Kemudian adegan di dalam kamar. Marie mengambil buku dari dalam tas ransel miliknya. Melihat foto dirinya bersama Albert. "Gyanpa, Mayie kangen." Marie memeluk foto dirinya dan kakeknya.
Syuting pun selesai hari ini.
Keesokkan harinya Rin syuting di rumah Albert.
"Gyandpa." Rin memeluk Marlon.
Rin masih menunggu giliran. Saat ini Marlon masih syuting adegan Baby Marie yang ditaruh seseorang di depan rumahnya.
Di sela-sela break syuting, Rin melihat Baby Marie. Menyanyikan lagu untuk Baby Marie.
Akhirnya giliran Rin tiba. Adegan Albert membuat sarapan untuk Marie.
"Marie mau apa? Telur mata sapi atau dadar?"
"Ini Gyanpa bikin dua mata sapi buat Marie."
"Thank you, Gyandpa."
"Sama-sama."
Albert melihat jam. "Marie, cepat habiskan makanannya sebentar lagi bus sekolah datang."
Marie buru-buru menghabiskan makanannya.
Kemudian adegan saat Marie Besar datang, anak kandung Albert. Marie Kecil membukakan pintu.
"Siapa kamu?" Marie Besar bertanya ke Marie Kecil.
"Mayie."
Albert melihat putrinya yang sudah lama tak berjumpa lalu memeluknya. Dulu Marie Besar meninggalkan rumah saat mereka bertengkar hebat.
Albert merasa senang dengan kedatangan Marie Besar.
Hari ini hari terakhir Rin syuting. Kru film memberikan buket bunga untuk Rin. Rin lalu berpamitan dengan kru film.
...***...
Rin sudah selesai syuting. Saat ini tinggal menunggu pasca produksi. Staff akan mengedit scene demi scene sehingga adegan demi adegan di film berjalan dengan mulus.
Lucas juga kembali menjadi dokter. Hana, Richard, Rin dan Ren juga sudah balik ke Indonesia.
Matthew setiap hari video call dengan Rin. Hampir setiap hari ada paket berisi hadiah-hadiah yang dikirimkan Matthew buat Rin.
Richard ingin berbicara berdua dengan Lucas. "Lucas, aku mau minta ijin untuk membeli rumah di sebelah rumahmu. Bukan untuk mendekati Hana." Richard tak ingin Lucas salah sangka.
"Tetapi supaya aku dekat dengan Ricky. Aku ingin Ricky bisa menginap di rumahku. Jika rumah kita berdekatan, aku juga bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama Ricky."
Sebenarnya ada satu yang menjadi pikiran Richard. Ricky yang menjadi anak Hana otomatis akan membuatnya menjadi anak Lucas juga.
Melihat kakak-kakaknya (Rei, Rio, Rin dan Ren) yang memanggil Lucas dengan sebutan papa, otomatis akan membuat Ricky memanggil Lucas papa. Sesuatu yang tidak bisa dihindari karena tidak mungkin ia melarang Ricky memanggil Lucas dengan sebutan papa.
"Boleh. Kebetulan rumah di sebelahku mau dijual." Lucas paham alasan Richard. Saat ini situasi mereka tidak normal.
"Terima kasih."