
Rei tidak menyia-nyiakan kesempatan saat berada di taman bermain. Ia mengeluarkan tongsisnya dan mulai merekam untuk vlog.
"Halo semuanya. Kembali lagi ke channel Rei's World." Rei melambaikan tangannya di depan kamera. Lengkap dengan senyum manisnya.
"Rei sama Rio lagi liburan di Amerika. Rei lagi di taman hiburan." Rei mulai berjalan. Ia merekam keadaan sekitarnya dan berbicara menjelaskan apa yang ia lihat.
"Sekarang Rei mau naik itu." Rei memilih wahana dengan kursi yang bisa berputar. Mirip komedi putar. Hanya saja berbentuk kursi dengan tali yang menggantung.
Rio mengambil alih kamera tanpa perlu disuruh. Ia mulai merekam Rei. Duo kakak adik itu seperti punya telepati. Mungkin karena mereka kembar. Jadi, ikatan batin diantara mereka kuat.
Rei melambaikan tangannya di kamera. Rei memegang tali di kiri dan kanannya supaya tetap stabil. Kursi yang ia duduki mulai bergerak. Rei sempat berteriak tetapi akhirnya ia mulai menikmatinya.
Melihat Rei yang membuat vlog, Rin tidak mau kalah. Ia juga ngin membuat vlog seperti kakaknya. "Mama, yekam."
Hana mengeluarkan ponselnya. Selama ini Hana juga merangkap sebagai kameraman saat Rin merekam vlog-nya. Walaupun vlog yang dibuat Rin belum pernah diunggah ke YouTube dan hanya untuk konsumsi pribadi.
"Hayo. Yin peygi ke taman hibuyan." Rin menyapa kamera.
"Yin tadi makan guya kapas. Yasanya manis. Yin suka." Rin berkata dengan imut khas batita.
Rin berjalan menuju roller coaster. "Yin mau naik yoyyer coastey. Tapi mama biyang Yin pendek. Yin minum susu banyak-banyak biay tinggi." Rin melihat roller coaster yang sudah dipenuhi pengunjung dan siap bergerak. Ia sudah tidak sabar ingin cepat besar dan bisa menaiki roller coaster.
"Yin mau coba itu." Rin menunjuk stand tembak yang memajang berbagai hadiah.
"Rin mau mainan yang mana?" Richard bertanya.
"Sini." Richard meminta Rin duduk di pangkuannya. Richard memangku Rin. Petugas memberikan senapan ke Richard. Richard bersama-sama Rin mulai menembak target. Satu persatu botol kaleng berjatuhan. Sasaran tembak tidak hanya diam. Baris atas bergerak ke kanan. Baris paling bawah bergerak ke kiri.
Satu persatu target berjatuhan. Layar LCD menghitung poin yang diperoleh Richard dan Rin. Mereka berhasil mendapatkan boneka unicorn.
"Yeay." Rin terlihat senang ia memeluk boneka itu.
"Rin nggak bilang terima kasih ke Om Richard yang sudah bantu Rin dapetin boneka unicorn." Hana mengingatkan.
"Teyima kasih, Om."
Rei melanjutkan merekam vlog. Begitu juga Rin. Setelah beberapa waktu mereka kembali ke apartemen.
Vlog yang diambil Rei hari ini tidak langsung diunggah karena Rio tidak bisa mengedit video hari ini. Prioritas Rio saat ini adalah membuat alat pelacak untuk Rin. Rio mengeluarkan satu kotak berisi obeng dengan berbagai ukuran.
"Rin, kakak mau pinjam kalung Rin." Rio hendak menempelkan alat pelacak di kalung Rin. Tapi Rio berubah pikiran. "Anting aja, Rin. Kakak pinjam dulu, ya." Rio dengan hati-hati melepas anting berbentuk kepala hello Kitty dari telinga Rin.
Rio mengutak-atik alat pelacak yang lama. Mengubah ukurannya menjadi lebih kecil. Ia lalu mencoba membaca keberadaan alat pelacak itu di ponselnya.
Belum ada sinyal. Rio mengutak-atik alat pelacak yang baru saja ia modif itu sekali lagi. Rio melihat ponselnya. Ada tanda berkedip, tanda alat pelacak sudah berfungsi.
Berhasil.