Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 147 Street Kid Fighter



Di ranjang.


Rei dan Ren belum tidur.


"Kakak, apa nanti ada Street Kid Fighter?" tanya Ren ke Rei.


*Street Man Fighter/Street Woman Fighter : acara dance survival di Korea yang diikuti 8 kru tari


"Ren mau ikut?" Rei balik bertanya.


"Iya."


"Kakak nggak tahu apa nanti ada Street Kid Fighter arau tidak. Tapi Ren latihan aja mulai sekarang."


"Ren mau wacking, krumping, locking sama breakdance." Ren ingin menunjukkan kemampuan menarinya.


"Ren juga harus belajar koreo. Di acaranya kan ada bikin koreo untuk lagu K-Pop dan juga koreo untuk misi mega crew. Ren juga harus latihan battle."


"Sst. Ayo tidur. Bicaranya lanjut besok lagi." Hana mengingatkan mereka.


"Iya, Ma. Ren, kita tidur dulu." Rei mengakhiri pembicaraan mereka.


Ren lalu menutup matanya dan tak lama kemudian ia tertidur.


Keesokkan harinya.


Lucy datang ke rumah. Rei, Rio, Rin dan Ren sudah rapi dan bersiap sedari tadi. Mereka akan berbelanja outfit untuk syuting dance cover.


Lucy sudah mempersiapkan gambaran outfit apa yang akan ia beli nanti. Karena ada Rio dan Ren, outfit untuk mereka berdua tentu saja tidak girly.


Mereka lalu menuju ke sebuah toko. Lucy melihat-lihat. Tapi agak susah untuk menemukan outfit yang sesuai. Apalagi untuk anak kecil.


Lucy akhirnya membeli beberapa lembar pakaian yang akan ia remake atau perkecil ukurannya.


Mereka juga membeli topi, dan pernak pernik lainnya.


Saat berada di rumah Hana, Lucy mulai mengeluarkan peralatan menjahitnya. Ia mulai menggunting dan menggunting. Ia menjahit dan menjahit lagi.


Sementara itu Rei dan adik-adiknya berlatih menari lagi.


Lucy lalu mencoba pakaian yang ia remake ke Rei.


"Rei suka?"


"Suka Oma. Terima kasih Oma." Rei memeluk Lucy.


"Ren nggak suka?"


"Suka Oma. Sangat suka" Ren memeluk dan mencium Lucy.


"Sekarang outfit kedua. Ini yang Rei pake saat awal lagu." Lucy menyerahkan jaket bulu yang tak sampai pinggang ke Rei. Lengkap dengan bawahan dan topi.


Rei mengganti pakaiannya dan melihat dirinya di cermin.


"Kakak Rei keren." Adik-adiknya memuji penampilan Rei.


"Ini untuk Rio." Lucy memberikan celana cargo gombrong dan atasan dominan biru navy.


Rio mencobanya. Lagi-lagi pujian yang keluar. "Kakak Rio keren."


Rin dan Ren jadi tidak sabar menunggu pakaian mereka.


"Oma belum bikin buat Rin sama Ren. Tunggu sambil latihan dulu. Oma balik ke ruang jahit."


"Iya, Oma," ucap Rin dan Ren serempak. Mereka berlatih menari kembali.


Saat istirahat, Ren menonton video krumping. Ia mencoba menirunya.


Rio menceletuk. "Ren kalau mau krumping jangan perutnya yang digetar-getarkan tapi dadanya."


Ren tersenyum. Ia tadi juga menyaksikan perutnya yang agak buncit bergetar.


Ren lalu berlatih skill bola. "Kakak Yin, tolong lempay bolanya." Ren meminta Rin untuk melempar bola.


Ren akan berlatih menendang bola dengan posisi kaki di atas.


Rio langsung mendekati Ricka. Ia melindungi Ricka yang menonton mereka menari sedari tadi. Ia takut jika bola yang ditendang Ren mengenai Ricka.


Rin mulai melempar bola melambung. Ren mencoba menendang menggunakan kaki. Tapi gagal. Bola tidak berhasil ditendang.


"Ren latihan tanpa bola dulu." Rio mengambil matras supaya kepala dan tubuh Ren tidak cedera.


Ren mengikuti saran Rio. Ia berlatih tanpa bola beberapa kali. Ia mencoba cara jatuh yang aman tanpa rasa sakit atau hanya terasa sakit sedikit.


"Kakak Yin. Tolong lempay bolanya lagi." Ren merasa sudah siap.


Rin melambungkan bola lebih tinggi dari Ren. Kali ini Ren melompat. Ia berhasil menendang bola dengan posisi kaki berada di atas kepala.


Rei, Rio, Rin dan Ricka bertepuk tangan untuk Ren yang akhirnya sukses menendang bola.