
"Rin, ayo pulang." Hana mengajak Rin pulang.
"Yin mau yihat baby kuya-kuya." Rin ingin tetap berada di rumah Alex. Rin langsung menuju ke akuarium.
"Om nya mau pergi kerja. Kita pulang dulu. Nanti kita datang lagi." Hana berusaha membujuk Rin.
"It's okay. Rin can stay longer." Alex memperbolehkan Rin tinggal lebih lama. "If you hungry or thirrsty, you can eat and drink. There's food and water in refrigerator." Alex memperbolehkan Hana dan Rin tinggal. Ia lalu pergi kerja.
Eh? Kami itu baru ketemu tapi ia sudah bolehin kami tinggal, makan dan minum di rumahnya.
Hana terkejut. Kok masih ada yang mau ninggalin rumahnya sama orang asing.
Ada satu hal yang Hana tidak tahu. Alasan mengapa Alex berkata seperti itu. Saat pagi tadi Rin meminta Alex untuk memvideo call ayahnya. Saat pagi di Amerika itu artinya malam di Indonesia.
Lucas sedang makan malam. Lucas melihat ada panggilan video dari nomor tidak dikenal. Lucas tetap mengangkat panggilan itu karena siapa tahu ada yang membutuhkan bantuannya.
"Papa."
"Rin."
"Luke?" Alex mengenali wajah Luke. Ia menyangka Lucas itu Luke.
"Luke is my brother. You know him?" (Luke itu saudaraku. Kau mengenalnya?)
"Yes, I know him. Where is he right know?" Alex bertanya tentang keberadaan Luke. Ia sudah berusaha menghubungi Luke via WhatsApp, via email tapi tak pernah ada jawaban.
"Luke died. He was sick." Lucas memberi tahu Alex kalau Luke sudah meninggal karena sakit.
Saat Luke berada di Indonesia, Luke pernah mengirim foto bayi Rin berserta foto Hana yang disebutkan Luke ibu dari bayinya.
Saat itu kebetulan Alice, anak Alex juga baru saja lahir. Alex bahkan berencana untuk bertemu sambil membawa Alice tetapi takdir berkata lain. Janji Alex tidak bisa ia penuhi karena ajal menjemput Luke.
Di rumah Alex. Hana membuka kulkas. Ada banyak makanan di kulkas.
Tadi itu aku dibolehin makan dan minum, kan. Tapi apa itu cuma basa-basi? Tapi aku haus.
Hana mengambil sekaleng bir dan membukanya. Hampir saja ia hendak meminumnya. Ia tersadar saat bibirnya menyentuh kaleng. Hana membaca kemasan bir kaleng itu.
Ada alkoholnya, aku nggak boleh minum. Aku bawa pulang aja buat Richard. Sayang kalau dibuang. Mubazir.
"Rin nggak mau pulang? Rin harus mandi. Bau." Hana menutup hidungnya.
Rin membawa satu kura-kura mini di tangannya.
"Rin nggak boleh bawa pulang kura-kuranya. Tadi Rin belum minta ijin sama om. Kita taruh lagi baby kura-kuranya ke akuarium." Hana mengambil kura-kura dari tangan Rin lalu menaruhnya di akuarium.
Hana dan Rin balik ke apartemen mereka. Rio saat ini sedang meng-upgrade pelacak untuk Rin. Ia membuat pelacak yang bisa mengetahui pergerakan. Jadinya, Rio tahu Rin pergi ke mana saja. Seandainya sinyal pelacak hilang masih bisa diketahui posisi terakhir Rin.
Rio mengambil kotak perkakasnya. Ia mengutak-atik pelacak untuk Rin. Ia juga ingin membuat pelacak siluman yang tidak akan diketahui oleh pendeteksi sinyal.
Rio juga mengecek siapa tetangga di sebelahnya itu. Rio memasukkan nomor ponsel Alex. Dari sana Rio bisa melihat email yang terhubung dengan nomor telepon itu. Biodata Alex. Apa pekerjaannya.
Menarik. Om Alex itu ternyata bukan orang sembarangan.