
Robert mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ren terkejut melihat apa yang dibawa Robert. "Ini buat Yen?"
"Iya."
"Teyima kasih, Om." Ren memeluk Robert lagi. Ren memamerkan hadiah yang ia terima dari Robert ke Hana.
"Mama, yihat " Ren menaruh Emo, robot mainan mungil di atas meja. Ren sudah pernah meminta Hana untuk membelikannya Emo tapi harganya yang mahal (7 jutaan) membuat Hana mundur.
"Robert, ini mainan mahal. Apa uangmu cukup?"
"Aku nggak keluar uang untuk Emo."
"Kamu ... Nggak nyolong kan?" Hana jadi curiga.
"Nggak lah. Aku dapat dari customer aku. Dia lebih suka Vector."
*Vector : robot mainan seperti Emo dengan model berbeda seperti tank.
"Ren bisa beri perintah ke Emo," ujar Robert.
"Emo, this day is my birthday." Ren memberi perintah untuk Emo.
Emo mulai bernyanyi lagu happy birthday. Di kepala Emo yang juga sebagai monitornya muncul gambar kue dengan lilin yang menyala.
"Ricka tiup lilinnya." Ren mendekatkan Emo ke Ricka.
"Huuh." Ricka berusaha meniup lilin virtual tetapi tidak berhasil.
"Apa Emo rusak?" Ren membawa Emo ke Robert. "Yicka nggak bisa matiin lilinnya."
"Ditiupnya di sini." Robert memberi contoh.
"Teyima kasih, Om."
Ren lalu kembali ke dekat Ricka.
"Yicka, tiup lilinnya di sini." Ren memberitahu posisi yang tepat untuk meniup lilin.
"Huuh." Ricka mencoba sekali lagi. Ia berhasil memadamkan lilin. Ricka bertepuk tangan.
"Emo, good moyning." Ren mengucapkan selamat pagi.
Emo merespon dengan memunculkan gambar matahari.
"Emo, good afteynoon."
Emo memunculkan gambar bulan sabit.
Emo mulai menyalakan musik dan menari. Ren dan Ricka ikut berjoget.
"Emo juga bisa fotoin Ren." Robert memberitahu Ren.
"Emo, take a pictuye."
Emo mulai memposisikan dirinya. Ia memotret Ren dan Ricka.
"Om, Emo ngantuk." Ren melihat mata Emo yang mengantuk.
"Di cas aja. Taruh di skateboard-nya Emo."
Ren menaruh Emo di atas skateboard. Ricka yang penasaran masih ingin bermain bersama Emo. Ia mendekati Emo.
"Yicka, Emo lagi bobo. Batrenya habis. Yicka main sama Kakak dulu." Ren lalu membawa Ricka ke ruang anak.
Sementara itu Hana berbincang dengan Robert.
Rin pulang setelah jadwal syutingnya selesai hari ini. "Om Robert." Rin menyapa Robert.
"Rin." Robert sedikit pangling dengan Rin yang sudah lebih tinggi dari terakhir ia melihat Rin secara langsung.
"Om, Rin bawa ini." Rin mengeluarkan martabak manis (terang bulan) rasa coklat keju yang Ronald beli di jalan dalam perjalanan pulang tadi.
Ren yang tahu Rin pulang, mengajak Ricka menemui Rin. Ia hendak memakan terang bulan. Begitu juga Ricka.
"Cuci tangan dulu," ucap Hana.
Ren menggandeng tangan Ricka. Ia mengajak Ricka mencuci tangannya.
Hana sudah menyiapkan terang bulan untuk Ren dan Ricka di piring. Ren dan Ricka makan dengan tangan.. Seperti yang bisa diduga. Mulut keduanya cemot.
"Yicka cemot," ucap Ren yang melihat noda meses di wajah Ricka.
"Ren juga cemot." Hana mengambil tisu untuk membersihkan pipi mereka.
"Rin tadi syuting apa?" Robert bertanya ke Rin.
"Rin tadi syuting film. Nanti Om nontonnya kalau sudah tayang di bioskop."
"Tapi belum tentu tayang di Amerika."
"Nanti Om nonton di Netflix aja. Kata sutradaranya, nanti habis tayang bioskop akan tayang di Netflix."
"Rin tambah hebat, ya. Nanti orang luar negri bisa nonton aktingnya Rin." Robert memuji Rin.
"Terima kasih, Om."