Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 186 Alergi Kacang



Syuting di area bermain masih berlanjut. Sekarang adegan saat Sakura menunggu dijemput sambil duduk di ayunan.


Sakura melihat teman-temannya satu persatu dijemput oleh orang tuanya.


"Obaa-chan." Ken dijemput oleh neneknya. Ken melihat Sakura yang duduk sendirian. "Obaa-chan. Kita temanin Sakura ya." Ken menggandeng tangan neneknya.


Mereka menunggu kedatangan ibu dari Sakura.


"Mama." Sakura akhirnya dijemput. Ia langsung turun dari ayunannya.


"Sakura, bye bye." Ken melambaikan tangannya ke Sakura.


Nenek Ken menggoda Ken. "Ken, Sakura suki? (Ken suka Sakura?)"


"Daisuki (sangat suka)." Ken menyukai Sakura.


"Okay. Cut."


Syuting kemudian dilanjutkan dengan adegan Ken dan Sakura bermain bersama di area bermain. Mereka sudah cukup akrab.


Ken memberikan coklat yang berisi kacang tumbuk.


"Thank you." Sakura memakannya. Beberapa saat kemudian ia tiba-tiba sesak nafas. Ken khawatir. "Sakura. Sakura." Ken langsung memanggil gurunya.


Guru mereka segera membawa Sakura ke rumah sakit. Pihak daycare juga menghubungi ibu Sakura.


Hari kedua syuting. Rin syuting di rumah sakit.


Adegan berikutnya dilanjutkan di rumah sakit.


Sakura ternyata alergi kacang. Ia tidak boleh memakan kacang. Untung saja dokter dengan cepat menolong Sakura sehingga Sakura tertolong.


Ken menangis. Ia meminta maaf ke ibu Sakura. "Gomen nasai. Gomen nasai." Ken betul betul tidak tahu jika Sakura alergi kacang. Jika saja ia tahu, ia tidak akan memberi Sakura coklat berisi kacang itu.


"Daijoubu. Sakura sudah tidak apa apa sekarang." Ibu Sakura memeluk Ken. "Jangan menangis lagi. Ken mau melihat Sakura?"


"Iya."


Ibu Sakura mengajak Ken menemui Sakura.


"Gomen ne." Ken meminta maaf ke Sakura. Sakura menggelengkan kepalanya. Ia sudah memaafkan Ken.


"Okay. Cut."


Mereka break syuting sejenak. Rin dan Sho mendekati seorang bayi yang menjadi figuran.


"Kawaii (imutnya)."


"Kawaii itu artinya imut, lucu, gemes."


Ren dan Ricka yang juga berada di dekat bayi itu juga berkata kawaii. Mereka suka melihat bayi. Terutama Ricka.


"Adik bayi imut." Ricka menyentuh lembut pipi bayi yang gembul.


"Yicka juga imut. Yicka mau adik?" Ren bertanya.


"Iya." Ricka menjawab. Selama ini ia tidak punya pasangan. Jika Rei punya Rio. Rin punya Ren. Hanya Ricka yang sendirian.


"Mama, Yicka mau adik." Ren berkata ke Hana. Hana langsung disenggol Lucas.


"Siapa yang mau punya adik?" Lucas bertanya.


Rin, Ren dan Ricka mengangkat tangannya. Ken yang tak mengerti bahasa Indonesia juga ikut-ikutan mengangkat tangannya.


"Mau bikin Baby Made in Osaka?" Lucas menggoda Hana.


"Ini masih lokasi syuting. Banyak orang. Kamu nggak malu dilihatin?" Hana merasa sedikit risih.


"Nggak ada yang ngerti bahasa Indonesia di sini."


Tangan Hana merasa gatal ingin mencubit Lucas tetapi ia tahan. Tetapi Lucas terus menggoda Hana. Hana akhirnya mencubit Lucas sangat keras.


"Ouch ..." Lucas berteriak agak keras. Pandangan semua orang ke arahnya. Sadar kalau ia menjadi pusat perhatian, Lucas mengikuti Hana yang sudah menjauh darinya.


Rin dan Sho dipanggil lagi.


Rin bersiap duduk di tempat tidur rumah sakit. Sakura akan kedatangan Ken.


"Sakura."


"Ken."


Ken datang membawa kue. Ia sudah bertanya ke penjual kue jika kue yang ia bawa tidak menggunakan kacang.


"Thank you." Sakura memakan kue itu. Sakura membagikan kue yang dibawa Ken ke teman-teman satu kamarnya.


"Sakura dan Ken pacaran?" Teman satu kamar Sakura menggoda Ken.


Wajah Ken memerah. Ia merasa malu.


Sakura tidak mengerti apa pertanyaan temannya. Ia hanya tersenyum.


"Okay. Cut."