Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 49 Gelisah



Lucas berjalan menuju ke kamar. Ia sempat menoleh ke belakang melihat Hana dan Richard yang berjalan menuju taman hotel. Rei menarik baju ayahnya. "Pa, Rei ngantuk." Rei sudah menguap berulang kali. Ia ingin segera tidur.


Saat ini Lucas berada di dalam kamar. Ia menaruh Ren di ranjang. Rei dan Rio juga sudah tidur. Lucas berjalan kian kemari di kamar. Ia gelisah. Ia ingin pergi menemui Hana yang sedang bersama Richard. Tapi ia tidak bisa meninggalkan anak-anaknya di kamar tanpa penjagaan orang dewasa. ~ Harusnya Laura tadi tetap di sini.


Untung aja ada Rin. Hana dan Richard pasti nggak akan berbuat macam-macam. Tapi bagaimana jika Rin ketiduran. ~ Lucas jadi cemas membayangkan yang tidak-tidak. Secara banyak kamar yang bisa mereka gunakan.


Sedangkan itu Rin yang berada di gendongan Richard menunjuk langit yang penuh bintang. Langit terlihat indah saat ini.


"Biduk." Rin menunjuk rasi bintang yang menunjukkan arah Utara. "Satu, dua, tiga, empat, yima, enam, tujuh." Rin menghitung tujuh bintang yang membuat rasi bintang biduk. Rin lalu berbalik ke selatan. "Cyux." Rin menunjuk rasi bintang crux yang terdiri dari empat bintang.


"Biduk dan crux itu rasi bintang. Rin tau rasi bintang?" Richard melihat Hana.


"Lucas yang mengajari. Awalnya dari buku. Tapi saat langit cerah dan bintang bersinar terang, Lucas memperlihatkan rasi bintang ke Rin."


"Tapi Rin itu masih kecil."


"Rin itu diberi bakat untuk mengingat dalam sekali lihat dan dengar. Hati-hati kalau bikin janji ke Rin. Ia bakal ingat selamanya," Hana mengingatkan.


"Berarti Rin bisa sekolah di sekolah khusus anak genius."


"Lucas inginnya Rin hidup seperti anak-anak pada umumnya."


"Tapi bakatnya ini sayang jika disia-siakan begitu saja."


Hana memperlihatkan video kegeniusan Rin lainnya. Richard semakin kagum dengan Rin.


"Rin mau jadi apa?" Richard bertanya ke Rin.


"Dancey." Rin menggoyangkan tangannya. Ia ingin seperti Rei yang menjadi penari.


"Dancer? Penari?"


"Rin sering lihat kakaknya Rei latihan menari. Ia juga sering muncul di video Rei. Tapi tariannya masih nggak jelas." Hana memperlihatkan kompilasi menari Rin ala anak-anak.


Richard tersenyum "Kirim ke aku. Videonya bikin stress hilang."


Richard dan Hana menyalakan bluetooth di ponsel mereka. Hana terkejut saat ia melihat nama perangkat Richard. R n H. Nama perangkat yang tak berubah sejak mereka jadian. ~ Hana, jangan baper. H itu mungkin H yang lain. Nggak mungkin H itu aku.


Rin mulai menguap. Perlahan matanya terpejam dan tertidur. Richard membuka jasnya dengan bantuan Hana. Ia lalu menutupi tubuh Rin dengan jas Richard.


Richard membawa Rin menuju kamar. Lucas lalu mengambil alih Rin. Lucas berusaha membuat poker face di wajahnya. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal di dalam hatinya ia sangat terbakar api cemburu. ~ Cuma teman. Mereka itu hanya teman. Sabar, Lucas. Orang sabar itu disayang Tuhan.


Hana melihat anak-anaknya yang sudah tertidur. Ia juga ingin tidur. Tapi Lucas sepertinya ingin minta penjelasan. "Hana, Richard itu sebenarnya siapa?"


"Kau ingin aku jujur atau ..."


"Jujur. Katakan yang sejujurnya."


"Kak Richard itu mantan aku. (Berpikir lagi). Tidak. Kami tak pernah bilang kata putus. Kak Richard itu masih kekasihku."