Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 88 Kau Yang Kurindukan



Saat melakukan panggilan video, Hana melihat latar belakang Lucas.


Aneh. Bukan rumah sakit. Bukan rumah juga.


"Kau di mana?" Hana merasa tidak asing.


"Aku di sini." Lucas memencet bel.


Hana mendengar suara bel. Ia bisa melihat wajah Lucas dari interkom. Hana buru-buru membuka pintu. Ia langsung memeluk Lucas. Air matanya berjatuhan. Ia sudah merindukan Lucas.


Mimpi apa aku semalam. Pantes aja Lucas nggak angkat telpon dari tadi.


Rupa-rupanya tadi saat Hana mencoba menelpon Lucas tapi tidak tersambung. Tentu saja karena Lucas masih berada dalam pesawat.


"Papa..." Rin dan Ren memeluk kaki kanan dan kaki kiri Lucas. Hana melepas pelukannya. Lucas menggendong Rin di tangan kanannya dan Ren di tangan kirinya. Ia menciumi Rin dan Ren berulangkali.


"Geyi." Kumis tipis Lucas mengenai pipi Rin. Mama Berta datang dan membawa koper Lucas ke dalam kamar.


Lucas menyapa Richard. Ia lalu masuk ke kamar dengan masih menggendong Rin dan Ren. Menaruh mereka di atas ranjang. Lalu memeluk Hana lagi. Sosok yang ia rindukan.


"Kamu lagi liburan?"


"Nggak. Aku lagi ada seminar."


"Kapan?"


"Besok. Hari ini aku mau puas-puasin sama kamu." Satu ciuman mendarat di bibir Hana.


"Papa cium." Rin tiba-tiba nongol di antara Hana dan Richard. Ia juga ingin dicium Lucas lagi.


Saat santai. Hana mengutarakan sesuatu ke Lucas.


"Aku rasa bayiku ini bukan laki-laki," ujar Hana.


"Bukannya ..." Lucas tahu Richard menginginkan putra.


"Iya. Saat inseminasi hanya benih untuk anak laki-laki yang masuk ke tubuhku. Tapi ..."


"Tapi?"


"Tapi aku dengar suara Ryu. 'Ricka, Ma. Bukan Ricky.' Begitu katanya."


"Aku bingung harus beritahu atau nggak ke kak Richard," lanjut Hana lagi.


"Beritahu aja."


"Lebih baik Richard tahu sekarang. Lebih baik ia kecewa saat ini daripada ia menolak anaknya sendiri nanti."


"Bagaimana kalau kak Richard tidak menginginkan Ricka?" Hana menyentuh perutnya. Air mata mulai mengalir.


Lucas mendekat. Ia mengusap air mata Hana. "Kan ada aku. Jika Richard tidak menginginkan Ricka, kita besarkan Ricka bersama. Anakmu itu anakku juga." Lucas lalu memeluk Hana.


Lucas menyentuh perut Hana. "Ricka itu anak papa juga."


...***...


Keesokkan harinya.


Lucas bersiap-siap. Ia mengenakan kemeja dan jas karena hari ini ia ada acara penting.


Rin ingin ikut tapi tentu saja tidak bisa. "Papa tidak boleh bawa anak kecil." Begitu alasan Lucas. Rin ngambek. Ia masuk ke dalam kamar.


Lucas melihat jam. Ia harus segera pergi.


"Nanti aku bujuk Rin." Hana dan Ren mengantar Lucas sampai depan pintu. Lucas memeluk dan mengecup Hana juga Ren.


Hana masuk ke dalam kamar. Ia melihat Rin duduk di pojokan. Meringkuk sambil menangis.


Hana ikut duduk di sebelah Rin. "Papa nanti sore pulang ke rumah, kok. Pagi ini papa sibuk. Papa rencananya mau ajak Rin jalan-jalan besok. Rin mau ke mana?"


"Sea Woryd."


"Sea World? Kita sudah pernah ke Sea World. Rin mau ke sana lagi?"


"Yin mau yihat Meymaid (putri duyung)."


"Mama lupa. Papa beliin Rin kostum mermaid." Hana menuju koper Lucas. Mengambil kostum mermaid buat Rin.


Hana mencoba memakaikan kostum mermaid ke Rin. Tapi sesak.


"Sempit, Rin. Papa salah beli. Bukan. Papa nggak tahu kalau Rin sudah tambah besar sekarang."


"Yen." Rin berbisik ke Hana.


"Mau pakein ini ke Ren?" Hana ikut berbisik. Rin mengiyakan.


Ren cuma bisa pasrah saat kostum mermaid dipakaikan ke tubuhnya. Ren menggerakkan sirip kakinya seperti putri duyung.


Rin akhirnya tersenyum lagi.