
Selesai dari Paris, mereka pulang ke Indonesia.
Rin memberikan oleh-oleh untuk papa, kakak-kakak serta kakek neneknya.
"Ini buat Papa." Rin memberikan kaos bertuliskan I ❤️ Paris. Size besar untuk Lucas, Lucy, Lukman dan Budiman. Size sedang untuk Rei dan Rio.
"Rin rekam vlog di Paris?" Rei bertanya. Ia dan Rio tidak bisa ikut karena harus bersekolah.
"Yekam. Yen coba jadi kameyamen tapi kameyanya goyang-goyang." Rin mengeluarkan kamera mini miliknya. Ia memperlihatkan vlog-nya ke Rei.
"Bonjouy, Yin di Payis. Sekayang Yin di menata Eiffey." Rin menunjukkan menara Eiffel yang cantik dengan lampu-lampu yang menyala di malam hari.
Ren menarik kamera Rin.
"Yen, ijin duyu. Ngomong sama kakak Yin kayau mau yekam."
Alhasil gambar yang direkam Ren agak kacau.
Bulan depannya mereka berangkat ke Amsterdam. Mengelilingi sungai dengan kapal. Ren yang melihat ikan ingin terjun ke sungai. Untung saja berhasil dipegang Hana. Alhasil Ren dipeluk Hana erat-erat selama perjalanan.
Melihat-lihat lukisan di Van Gogh Museum. Rin memulai vlog-nya. "Hayo, Yin sekayang ada di museum Van Gogh." Rin mulai merekam lukisan.
"Kata kakak Yei, Tae Tae samchon suka sama Van Gogh."
*Tae Tae aka Kim Tae Hyung. Salah satu member BTS yang menyukai karya Van Gogh. Bahkan ia membuat nama Vante sebagai nama artisnya saat menghasilkan karya seni. Van dari Van Gogh. Te dari Tae Hyung.
Rin juga membeli souvenir untuk dibawa pulang. Gantungan kunci berbentuk sepatu khas Belanda. Karena murah, Rin membeli agak banyak.
Selesai dari Amsterdam mereka ke London. Melihat menara Big Ben. Memotret pengawal dengan topi hitam besar khas nya.
Melihat istana Buckingham.
"Mama, pyincess-pyincess tinggal di sini?"
"Iya."
"Yin mau jadi pyincess."
"Rin sudah jadi princess nya papa Lucas."
Menaiki London eye yang berada di tepi sungai Thames.
Saat bianglala mulai bergerak, Hana tidak berani melihat ke bawah. Ia juga takut ketinggian sama seperti Lucas. Tapi apa mau dikata, dua anaknya yang terkecil ingin naik.
Tangan Hana mulai berkeringat dingin. Ren malah melompat-lompat di tempat. Membuat bianglala mereka bergoyang.
Rin mengambil kamera mininya. Ia mulai merekam. "Mama, toyong."
Richard mengambil alih kamera. "Biar Om yang bantu Rin rekam."
"Heyyo. Yin yagi di Yondon Eye. Om, yekam yang itu." Rin menunjuk pemandangan di bawah mereka saat mereka berada di puncak.
"Yin mau ke sini sama Matthew. Sama papa kakak Yei, kakak Yio, Oma, Opa, Kakek."
Rin mulai bernyanyi. "Yondon byidge is fayying down ..."
* London bridge is falling down.
Falling down, falling down.
Dan akhirnya mereka ke Tokyo.
"Mama, yihat ada menaya Eiffel," tunjuk Rin.
"Mirip, ya. Tapi itu bukan menara Eiffel. Itu Tokyo Tower."
Mereka berkunjung ke Disneyland.
"Doyaemon." Ren memanggil Doraemon.
"Di sini nggak ada doyaemon. Adanya pyincess."
"Kak, kalau nggak salah dulu itu Sandra Dewi nikah di sini." Hana melihat Richard.
"Betul."
"Yin juga mau nikah di sini," ucap Rin.
"Sama siapa?"
"Matthew."
Hana cuma bisa berpandangan dengan Richard. Sepertinya benang merah di jari kelingking Rin dan Matthew sudah tidak akan terputus.
Mereka pulang ke Indonesia. Hana, Lucas bersama Richard memeriksa kandungan Hana. Dokter akhirnya bisa mengetahui jenis kelamin bayi mereka. "Perempuan."
"Tolong dilihat sekali lagi, Dok." Richard ingin mendengar kata "laki-laki".
Dokter memeriksa Hana sekali lagi. "Anak Anda perempuan."