
Di ruang tari.
Latihan untuk dance cover hari ini selesai. Mereka akan berlatih lagi besok.
Rei hendak mengajak adik-adiknya ke kedai gelato dekat rumah. Ia menelpon Hana. "Mama, Rei mau ajak Rio, Rin sama Ren ke kedai gelato."
Hana mengijinkan. "Rin sama Ren digandeng."
"Iya."
Rei mengajak adik-adiknya ke kedai gelato dekat rumah. Rio menggandeng Rin. Rei menggandeng Ren.
Tak lama kemudian mereka sampai di kedai gelato.
Rei mulai memesan. "Rio mau yang mana?"
"Sea salt."
"Kalau Rin?" Rei melihat Rin.
"Lotus biscoff "
Rei lalu melihat Ren. "Ren?"
"Chocomint."
Rei memesan ke kasir. "Satu strawberry, satu sea salt, satu Lotus biscoff, satu chocomint. Pake cone."
Mereka menikmati gelato dalam cone mereka.
"Kakak Yei, besok kita ke sana, ya?" Ren menunjuk kedai burger sebrang kedai gelato.
"Iya. Ren latihannya yang rajin. Besok Kakak traktir lagi." Adik-adik Rei memang tidak dibayar saat membantu Rei mengerjakan dance cover. Jadi, setiap selesai latihan, Rei akan mentraktir adik-adiknya. Sebagai rasa terima kasih untuk kerja keras mereka.
"Kakak, dengar. Blackpink in your area." Rin mendengar lagu Blackpink.
Disusul lagu solo Lisa Blackpink "Lalisa."
Rei ingin ikut menari. Tetapi saat ini ia berada di tempat umum. Jadi ia hanya menggerakkan kakinya saja.
Rei lalu memesan gelato lagi untuk dibawa pulang. "Buat mama rasa apa, ya?" Rei meminta pendapat adik-adiknya.
"Sakuya." Ren mengusulkan.
Rei mulai memesan. "Saya pesan yang cup. Sakura satu. Coklat satu. Vanila satu." Rei rencananya akan membawa untuk mama, papa dan mama Berta
Mereka lalu pulang. Rei tidak melihat mamanya dan Ricka. Mama dan Ricka masih di rumah papa Richard.
Rei menaruh es krim di freezer.
Rei dan Rio mulai memperbaiki detail untuk rekaman. Rio memutar musik video Shutdown.
"Di awal Rei mau pakai biola." Rei mengutarakan pendapatnya.
"Kita pinjam biola punya Rin," saran Rio.
"Yang adegan mobil ini pinjam mobilnya Ricka aja. Kita masih kecil," ucap Rei.
"Bisa pinjam mobilnya papa Richard tapi pasti kegedean. Kita pasti nggak kelihatan." Rio pernah melihat koleksi mobil mewah milik Richard.
"Tanknya bagaimana?" Rio bertanya saat adegan Jennie bernyanyi di atas tank.
"Pass dulu. Mungkin ganti dengan properti lain."
"Rolling door-nya?"
"Tapi apa Rei bisa turuninnya?"
"Iya juga. Rolling door kan berat." Rei menunda menggunakan rolling door.
"Anjingnya kita pakai Cici aja," saran Rio.
"Yang adegan Jisoo pakai payung dan ada tebaran uang, pinjam uangnya Rin. Rin punya banyak uang baru dari om Ronald," kata Rei.
"Untuk yang Rose di atas globe pink, kita ganti dengan gym ball punya mama." Kebetulan gym ball milik Hana berwarna pink.
"Yang korek api ini nggak mungkin Ren nyalain korek api batangan. Bahaya. Kita ganti korek api cair yang ujungnya panjang."
"Ayunannya kita pinjam punya papa Richard." Di rumah Richard ada kursi ayunan.
Rio lalu membuat daftar yang akan mereka pinjam untuk menghemat anggaran.
Papa Richard :
Mobil sport Lamborghini untuk pengganti tank.
Kursi ayunan
Mama :
Gym ball
Rei :
Kamera polaroid
Rin :
Biola
Cici Chincilla
Uang kertas
Sofa mini pengganti bath tub
Ren :
Pedang mainan
Ricka :
Mobil aki
Rumah :
Gelas
Fanta
Payung pink
Korek api ujung panjang
Sedangkan untuk kameraman, mereka sudah mempunyai kameraman dari syuting dance cover Rei dan Luke.
Untuk kostum, mereka akan berbelanja besok dengan Lucy.