Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 181 Ricka Minta Penguin



Lucas mulai memesan okonomiyaki dengan bantuan Jun. Tak lama kemudian okonomiyaki pesanan mereka datang.


Jun membuka kotak bekal miliknya. Ren melihatnya. Ada tamagoyaki.


"Jun samchon, Yen boleh minta telur gulungnya?" Ren bertanya dengan bahasa Indonesia.


Jun hanya mengerti pertanyaan itu untuk dirinya karena ada kata "Jun". Tetapi apa pertanyaan Ren, ia tidak mengerti.


"Ren, samchon itu sebutan paman di Korea. Kalau di Jepang Ji-chan." Rin menjelaskan.


"Jun Ji-chan. Can Ren have your tamagoyaki?" Rin bertanya atas nama Ren.


Jun akhirnya mengerti. "Of course, he can." Jun memperbolehkan telur gulungnya dimakan Ren. Ren memakannya.


"Oishi, Om." Ren memuji bekal Jun.


*Oishi \= enak


"Kakak Yei, habis makan kita ke mana?" Ren bertanya ke Rei.


"Kita menuju ke aquarium." Rei dan Rio sudah merencanakan untuk memfilmkan tempat khas di Osaka.


Mereka menuju ke aquarium. Ricka takjub melihat ikan ikan laut yang kecil dan besar ada di satu tempat. Ia menempelkan tubuhnya ke dinding aquarium.


Ricka mendekati Hana. "Papa." Ricka ingin menelpon Richard. Ia ingin Richard juga melihat ikan yang bejibun.


Hana mencoba menelpon tetapi tidak diangkat. "Mama nggak bisa hubungin Papa. Papa kayaknya lagi sibuk."


Ricka sedikit kecewa tetapi ia sudah biasa jika Richard tidak mengangkat telponnya.


Mereka lalu menuju ke tempat penguin berada.


Ponsel Hana berbunyi. Telepon dari Richard. "Bentar, Kak. Ricka tadi mau bicara."


Hana memberikan ponselnya ke Ricka. Ricka memvideo penguin. "Papa, beyi." Ricka minta dibelikan penguin.


Richard bisa saja membeli penguin. Tetapi bukankah anak-anak mudah bosan. Dan juga apa penguin bisa bertahan hidup di negara tropis seperti Indonesia. "Nanti Papa belikan bonekanya aja."


"Asyi."


"Ricka minta yang asli?"


"Iya." Ricka ingin bisa memberi makan penguin.


"Beyi." Ricka langsung mematikan ponsel Hana. Kemauannya harus dituruti. Tidak boleh ada penolakan.


Hana mengirim pesan ke Richard. "Kak, jangan beli penguin."


Ia tahu Richard akan bisa dan mampu membelikan semua yang Ricka mau. Tetapi Ricka akan menjadi anak yang egois. Ricka harus belajar dalam hidup ini ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau.


Mereka lanjut syuting lagi. Pandangan orang-orang ke arah mereka karena ada tiga bocil yang memakai kostum Spiderman tanpa topeng Spiderman.


Belum lagi Rio yang serius merekam adik-adiknya itu.


Sementara Hana dan Lucas melihat anak-anak mereka dari kejauhan. Boleh dibilang ini kesempatan dalam kesempitan. Mereka memang pergi bersama tapi selama beberapa menit mereka bisa kencan berdua.


Tetapi kencan singkat mereka tidak bertahan lama. Ren datang dan memberitahu Hana. "Mama, Yicka pup." Ren menunjuk Ricka yang sedang jongkok dan berekspresi seperti mengejan.


Hana menunggu sampai Ricka selesai. Ia lalu membawa Ricka ke toilet


Rei dan Rio melanjutkan syuting dengan Rin dan Ren.


Mereka lalu kembali ke hotel.


Di hotel.


"Kakak Yin, nanti kalau ada syuting di Koyea Yen ikut ya?"


"Yen mau makan apa di Korea?"


"Bibimbap, pajeon, naengmyeon, jjajangmyeon, tangsuyuk, jjampong..." Ren menyebutkan beberapa masakan lagi. "Chicken juga."


"Tapi Kakak Rin belum ada tawaran syuting di Korea," ucap Rin. Rin melihat raut wajah Ren yang terlihat kecewa.


Rin lalu berkata ke Hana. "Ma, Korea kan dekat dari sini. Habis Rin syuting, jalan-jalan ke Korea boleh?"


Ren memandang Hana. Hana memandang Lucas. Mumpung dekat. Bisa sekalian jalan-jalan.


"Papa lihat jadwal Rin dulu. Kalau sempat kita ke sana. Tapi Papa nggak bisa janji," kata Lucas.


Rin dan Ren saling berpegangan tangan dan meloncat kegirangan. Begitu juga Rei dan Rio. Tetapi Rei dan Rio akhirnya sadar mereka harus sekolah.


Sedangkan Ricka meloncat sendirian meniru kakak kakaknya yang meloncat kegirangan.