Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 165 Hadiah Yang Salah



"Kakak." Ren menyapa Mathew. Ia memeluk Matthew.


Hana mengajak mereka pulang. Ia ingin Matthew beristirahat lagi. Berada di pesawat selama 20 jam lebih tentu saja membuat tubuh capek. Belum lagi jet lag. Siang di Indonesia, berarti masih malam di Amerika.


Matthew mengabari Martha kalau ia sudah tiba di Indonesia dan sedang menuju ke rumah Hana.


Mereka sampai di rumah.


Ren mengantar Matthew ke kamar tamu. Ada dua ranjang di sana. Satu untuk Matthew. Satu untuk adik kembar Matthew yaitu Mark. Mark baru tiba di Indonesia besok.


Matthew mulai membuka kopernya. Ada oleh-oleh untuk semua orang. Camilan untuk Ren, wine untuk orang dewasa dan oleh-oleh yang lain.


"Ren, biarin Kakak Matthew istirahat dulu. Kakak Matthew pasti capek," kata Hana.


"Iya, Ma." Ren keluar dari kamar Matthew sambil memakan camilan yang baru saja dibuka.


Matthew beristirahat.


Sore harinya Rin datang. Ia baru saja selesai syuting. Ia ingin menemui Matthew.


"Matthew masih istirahat," ucap Hana.


Rin akhirnya masuk ke dalam kamarnya. Ia membersihkan dirinya dan memakai baju yang bagus. Ia ingin terlihat cantik di mata Matthew.


Malam harinya Matthew terbangun. Ia bermain sebentar bersama Rin. Tapi karena sudah malam, mereka hanya bisa bermain sebentar karena Rin akan syuting besok.


Keesokkan harinya Rin berangkat ke lokasi syuting. Sebenarnya Matthew ingin ikut Rin ke lokasi syuting tapi ia bangun kesiangan karena masih jet lag.


Siang hari ini Hana akan menjemput Mark. Sebelum ke bandara, ia menjemput Ren terlebih dahulu.


"Kakak Matthew." Ren menyapa Matthew saat ia melihat Matthew ikut menjemputnya bersama Ricka.


"Kita mau jemput Kakak Mark?" Ren bertanya.


"Iya. Bentar lagi pesawat kakak Mark sampai," ucap Hana.


Mereka berempat akhirnya tiba di bandara. Hana mengajak makan siang di bandara.


"Yen mau beyi donat." Ren ingin makan camilan.


Hana mengajak mereka membeli donat untuk dibawa pulang secara mereka baru saja makan.


"Iya."


Akhirnya mereka bisa melihat Mark.


"Mark." Matthew berteriak.


"Kakak Mark." Ren ikut berteriak. Ricka hanya diam karena ia tidur.


Mark datang membawa koper dan sesuatu yang berukuran besar.


Mereka pulang ke rumah.


Mark memberikan hadiah boneka jumbo untuk Ricka. Tetapi rupa-rupanya hadiahnya salah. Ia melihat Ricka hanya memeluk boneka jumbo pemberiannya hanya sebentar saja. Ciuman dari Ricka juga tidak ia dapatkan. Ricka hanya tersenyum lebar.


Ricka lebih memilih membawa boneka alpaca pemberian Rayhan yang ringan dan bisa dibawa ke mana-mana.


Matthew merasa kasihan dengan Mark. Ia juga sedih saat saudaranya bersedih.


Saat Matthew dan Mark berada di dalam kamar mereka.


"Ricka nggak suka Mark." Mark menundukkan kepalanya.


"Ricka bukannya tidak suka kamu. Ia hanya lebih menyukai boneka yang gampang dibawa kemana-mana. Tidak mungkin Ricka membawa-bawa boneka super jumbo yang sudah dibawa." Matthew berusaha menenangkan Mark.


"Mark harus bagaimana?"


"Mark beli boneka yang lebih kecil lagi. Yang bisa dibawa-bawa Ricka."


"Kalau Ricka nggak suka?"


.


"Mark coba kasih dulu. Kita sekarang coba cari tau karakter apa yang Ricka suka. Apa mungkin jerapah yang sama seperti alpaca yang punya leher panjang?" Matthew memberikan ide jerapah.


Tapi Matthew berubah lagi. "Ricka suka sama dinosaurus. Di kamar Ricka banyak mainan dinonya."


Mark menganggukkan kepalanya. Ia juga pernah melihat di kamar Ricka memang banyak karakter dinosaurus.