Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 184 Cup Noodles Museum



Mereka mengakhiri tour ke kastil Osaka. Jun membawa mereka ke tempat lain.


"Papa, kita mau ke mana?" Ren bertanya karena mereka berada di mobil agak lama.


"Tempat yang Ren suka." Lucas tidak memberi detailnya.


"Yestoyan?" Ren menebak restoran.


"Bukan. Bukan restoran. Tapi mirip."


Ren senang mendengarnya. Itu artinya mereka akan makan lagi.


Mereka akhirnya sampai di tujuan.


"Cup." Ren mencoba membaca tulisan CUPNOODLES MUSEUM.


"Dibacanya kap." Rin mengkoreksi Ren.


"Kap."


Rei sudah memulai vlog nya. Rio sibuk merekam Rei.


"Rei sekarang ada di museum mi instan di Osaka. Rei mau bikin mi instan racikan Rei sendiri. Mari kita masuk." Rei mulai berbicara panjang lebar.


Mereka masuk dan membeli cup kosong senilai 300 Yen. Ren memasukkan banyak koin untuk membeli 8 cup. Rei mengambil dua karena Rio sibuk merekamnya.


Mereka duduk di bangku yang sudah disediakan.


"Di sini kita bisa gambar sesuka kita." Rei menunjukkan sisi cup yang kosong ke kamera. Ia mulai menggambar.


Rei lalu mempertontonkan hasil karyanya ke kamera. Ada tulisan Rei's World di sana.


Rin juga menunjukkan hasil karyanya ke kamera. Ia menggambar Cici chincilla peliharaannya.


Ricka juga mengambil spidol tetapi malah mencoret-coret tangannya sendiri.


Hana jadi teringat Ryu saat Ryu masih seumuran Ricka. Ryu juga suka mencoret tangannya dengan spidol.


"Mama, tato." Ricka menunjukkan tangannya yang bertato abstrak tidak beraturan karena spidol, hasil karyanya.


Hana malah menitikkan air mata. Ricka saat ini mengingatkannya pada Ryu.


"Kenapa?" Lucas bersuara pelan.


"Aku keinget Ryu." Hana mengelap air matanya.


"Mama kelilipan? Yen tiup ya." Ren meniup mata Hana.


Ren mulai menggambar lagi. Tetapi tenaganya terlalu kuat. Cup kemasan jadi berlubang.


"Ren beli cup kosongnya lagi." Hana memberikan Ren uang koin 100 sebanyak 3 keping.


"Tapi nanti airnya bocor kalau cup nya bolong."


"Nanti Yen pake gelas. Yen mau koleksi gelas mi nya."


Hana memasukkan kembali uang koin ke dalam dompet.


Selesai menggambar mereka mulai mengisi cup dengan mi dibantu oleh pegawai di sana.


Mereka boleh memilih satu jenis bumbu mi dan empat jenis toping.


"Rei mau yang rasa seafood. Isinya keju, telur, udang dan daun bawang." Rei menunjuk topping yang ia mau. Ada 12 macam toping mi instan di sana.


Pegawai yang bertugas mulai mengisi cup mi instan milik Rei.


Sekarang giliran Ren. "Yen mau yang meyah."


"Yang merah itu Chili tomato. Pedas." Rio mengingatkan.


"Ada apa aja ya Kak Yio?"


"Ori, seafood, kare sama Chili tomato."


"Yen yang kare aja. Sama daging ayam, yang ada gambar ayamnya, jagung sama kimchi."


Mereka lalu menutup dan mengemas mi cup mereka.


Dilanjutkan ke tempat memompa kantong plastik. Mi cup di taruh di kantong plastik lalu kantong plastik mulai dipompa. Mereka memasang tali.


Ricka memakai tas bening yang berisi mi cup. Ren juga. Mereka lanjut ke lantai selanjutnya.


Ren melihat banyak mi instan dalam kemasan plastik dan juga mi dalam cup ditempel di dinding.


"Mama, Yen mau tinggal sini." Ren ingin memakan mi setiap hari.


Ren mulai membuka buka lemari kecil dengan bantuan Jun. Ia bisa melihat ada cup mi instan di nomor 1.


Di lemari nomor dua ia melihat dua cup mi instan transparan beserta mi. Gelas melayang di sisi kiri dan mi melayang di sisi kanan.


Di laci ketiga ia melihat 25 jenis topping mi instan. "Yen mau bawa pulang semuanya."


"Paysu." Ricka memberitahu Ren kalau itu palsu. Tidak bisa dimakan.


"Iya. Kakak Yen tahu."


Lemari keempat mempertontonkan cup mi dengan mi raksasa sekitar separo tinggi manusia dewasa.


Sedangkan Rei sibuk berfoto di replika mi cup raksasa seukuran manusia dewasa.