Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 58 Pebinor



Hana menjadi lebih mengerti tentang ibu pengganti.


"Tetapi harus ada hitam di atas putih. Lebih bagus lagi bila pakai bantuan pengacara. Karena ada yang kejadian pasangan yang bercerai di tengah jalan dan kemudian tidak menginginkan bayi lagi. Malah kasih uang buat aborsi. Atau ada kasus janin yang tumbuh di dalam rahim bermasalah.


Aku tahu kenapa Richard memilihmu. Karena ia masih mencintaimu. Kau juga masih ada rasa dengan dia, kan?"


Hana menatap Lucas.


"Tak perlu dijawab. Melihat kalian berdua berpandangan, aku tahu apa artinya. Jika saat ini kita tidak menikah, Richard pasti akan memintamu jadi istrinya. Yang pebinor bukan Richard tapi aku. Aku yang secara tidak langsung merebutmu dari Richard." Lucas juga tahu diri. Jika saat itu tidak terbentuk Rei, Rio dan Ryu kemungkinan Hana akan tetap menikah dengan Richard.


Hari-hari berlanjut seperti biasa. Rei membuat konten YouTube. Rio mengedit video. Rin dan Ren bermain layaknya anak-anak. Sampai suatu hari ...


Lucas sedang melakukan tugas paginya mengunjungi pasien. "Dokter, pasien yang akan kita datangi kali ini emosinya agak tidak stabil." Suster menjelaskan.


Lucas membaca berkas pasien VVIP itu. Pasien tersebut baru saja kecelakaan dan kakinya menjadi cacat. Lucas tahu orang yang awalnya bisa berjalan lalu tiba-tiba duduk di kursi roda akan terasa menyakitkan. Akan ada perubahan emosional. Bagus jika pasien mau menerima kondisi barunya. Tidak bagus jika pasien tidak bisa menerima.


Lucas bertatap muka dengan pasien itu. Richard! ~ Lucas membaca lagi nama pasien itu. ~ Betul Richard.


Di dekat Richard ada seorang ibu paruh baya Sepertinya ia ibu Richard. Wajah ibu itu terlihat cemas dan kuatir. Lucas memeriksa Richard. "Semua kondisi bapak Richard sangat baik."


Baik katamu? Aku itu cacat. Seumur hidup aku akan berada di kursi roda. ~ Richard memandang Lucas. ~ Sialan! Kursi roda sialan! Lebih baik jika aku mati sekalian. Buat apa hidup dengan kursi roda.


Oma Lucy dan Opa Lukman datang berkunjung. Mereka bermain dengan cucu-cucu mereka. "Harusnya kalian tinggal bersama kami. Jadi, kami bisa terus bermain dengan cucu-cucu."


"Aku sudah besar, Pa. Sudah punya rumah tangga sendiri. Sebaiknya tinggal di rumah yang berbeda," ucap Lucas.


Seorang maid memberitahu mereka jika ada tamu yang datang berkunjung. "Siapa?"


"Namanya Rebecca, Tuan. Ia seorang ibu paruh baya"


Hana mendengar nama yang ia kenal. ~ Rebecca? Nama ibunya kak Richard. ~Tapi Hana mengira Rebecca yang datang mungkin teman Lucas.


Hana melihat wajah wanita yang bernama Rebecca. Tiba-tiba Rebecca dengan cepat mendatangi Hana. Lucas langsung mengambil posisi di samping Hana. Ia tahu wanita yang datang itu siapa karena pernah melihat wajahnya di rumah sakit.


Rebecca berlutut di depan Hana. "Hana, ibu mohon bantu ibu. Lahirkan anak Richard." Rebecca menangis di depan Hana. Ia terlihat putus asa.


Lucy dan Lukman membawa cucu-cucu mereka masuk kamar. Tidak baik jika cucu-cucunya melihatnya.


"Berdirilah, Bu." Hana membawa Rebecca ke sofa. Memberinya air hangat.


"Hana, Richard ... Richard ..." Rebecca menangis. "Richard ingin mengakhiri hidupnya."