Mommy ... I Want Daddy

Mommy ... I Want Daddy
Bab 46 Break Time



Istirahat siang tiba. Sutradara untuk sementara menunda syuting. Richard melihat Ren yang sedang dipangku Laura. Hana membawa Ren mendekat ke Richard. Richard lalu memangku Ren.


Ren menggoyang-goyangkan kaki kirinya dan membuat sepatu yang ia pakai terlepas. Richard mengambil sepatu yang terlepas dan hendak memasangkannya kembali. Ia terkejut melihat kaki kiri Ren.


"Ren itu memang suka pamer kaki palsunya yang seperti robot ke orang yang pertama kali ia temui. Kaki yang jarang dimiliki orang lain. Kalau aku ajak ke taman, ia sengaja menarik selimutnya dan memamerkan kakinya."


"Kaki Ren itu karena kecelakaan?"


"Tidak. Sejak dari kandungan Ren sudah tidak punya telapak kaki kiri."


Richard bermain dengan Ren. Ia memang menyukai anak kecil. Karena itu ia pengen punya banyak anak.


Sedangkan Rei dan Rio memutuskan untuk membuat review kamar sekaligus vlog di The Royal. Tentu saja mereka sudah meminta ijin sebelumnya. Richard memperbolehkan mereka syuting di presidential suite, kamar paling atas, kamar termahal di The Royal. Kamarnya orang yang punya banyak duit.


"Rei dan Rio lagi temenin Rin syuting iklan buat The Royal. Sekarang Rei mau nunjukin kamar paling mahal di The Royal. Ayo kita masuk ke dalam," ajak Rei di pintu masuk.


Rei berkeliling kamar. "Kamarnya ada kamarnya lagi. Dua lagi. Ada ruang makannya, ada ruang TV-nya. Sudah kayak rumah ini."


"Rei pengen tinggal di sini terus." Rei takjub melihat kemewahan di kamar itu. Rio sibuk merekam Rei.


Rei lalu duduk di kasur. "Kasurnya sangat empuk. Pasti Rei bisa langsung tidur." Kamera Rio mengarah ke jendela. Rio mendekati jendela dan merekam pemandangan dari jendela.


"Dari jendela ini kita bisa lihat pemandangan pantai. Pasti paling indah saat matahari terbenam. Rei sudah posting di Instagram Rei kemarin."


Sedangkan Hana dan Richard serta Rin sudah berada di salah satu vila. Selain hotel, The Royal juga menyediakan hunian berupa vila yang bisa dihuni oleh keluarga atau pasangan.


"Mama ... Koyam yenang." Rin menunjuk kolam renang.


"Bentar lagi Rin syuting di kolam renang." Hana bisa melihat wajah senang Rin saat ia diberitahu akan bisa berenang. Rin memang menyukai air. Ia betah berada di bath tub. Hanya saja karena Hana takut Rin masuk angin jadi sesi mandinya Rin tidak bisa lama-lama.


Richard mengenakan celana renang. Terlihat perut six pack hasil olahraga setiap hari. Hana semakin tertarik lagi. Richard masuk ke dalam kolam renang. Membasahi rambutnya dan membuatnya semakin seksi.


*Visual Richard di sini mirip-mirip aktor Turki yang tidak berkumis atau berjanggut.


Richard memegangi Rin yang berenang dengan ban tangan di kedua tangannya. Rin terlihat bahagia. Ia sudah menunggu dari tadi. Sutradara langsung merekam Rin dan Richard.


"Bermain seperti ayah dan anak." Sutradara memberi pengarahan. Di layar monitor Richard memang tampak seperti ayah yang sedang bermain dengan putrinya.


Sedangkan Hana terus melihat Rin. Atau mungkin melihat Richard? Hana takut jika ban tangan Rin tiba-tiba kempes dan Rin tenggelam. ~ Jangan kuatir yang berlebihan. Kan ada Richard yang jagain Rin di kolam renang.


Sutradara merasa puas dan syuting selesai. Seseorang pria mendekati Hana. Ia melihat Hana terus memperhatikan Richard dan tidak menyadari keberadaannya.


Pria itu menepuk sedikit keras pundak Hana. Pria itu sengaja mengagetkan Hana. Hana melihat pria yang ia pikir tidak sopan itu. ~ Kan bisa tepuk-tepuk ringan aja.


Lucas! ~ Pria itu adalah suami Hana. Ia sengaja datang tanpa memberitahu Hana sebagai kejutan.