
Rei sedang berdiri di depan cermin. Tangan mungilnya memegang baju.
Nggak bagus.
Rei lalu mengambil pakaian lainnya dan melihat dirinya di cermin.
Nggak bagus juga.
Hana melihatnya. Ia dari tadi melihat Rei sibuk memilih pakaiannya.
“Rei mau jalan?”
“Nggak, Ma. Rei mau adain live instagram. Rei bingung mau pake baju apa.”
Hana melihat pakaian Rei.
“Yang ini aja. Biasanya penggemar Rei minta Rei nari, kan?” Hana memilih pakaian yang agak longgar supaya Rei bisa bebas menari. Rei menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Rei kemudian memakai pakaian yang sudah dipilih Hana. Pakaian training berwarna pink. Hana mulai menata rambut Rei. Ia membuat rambut model onde-onde di kepala Rei.
Rei lalu melakukan live instagram sebagai ucapan terima kasih ke penggemarnya. Sekaligus memperkenalkan papa Luke yang tampil perdana di video terbaru Rei’s world.
Rei memilih efek yang bisa membuat wajahnya terlihat lebih cantik. Lalu mengadakan live.
“Halo semuanya ... Hai everybody ...” Rei melambaikan tangannya ke kamera ponselnya.
“Rei mau ngucapin banyak terima kasih buat yang sudah dukung Rei. Gimana video yang tadi?”
“Great.”
“The best.”
“Thank you for your support. I want to introduce papa Luke. He dance with me in Smooth Criminal video.”
“Papa Luke ...” Rei memanggil papa Luke. Luke lalu datang dan duduk di sebelah Rei.
“Apa ia papa Rei?”
“Bukan ... Papa Luke bukan papa Rei. Papa Rei itu papa Lucas. Tunggu sebentar ...” Rei lalu menunjukkan foto Lucas bersama Luke.
“Papa Luke dan papa Lucas kembar sama kayak Rei, Rio dan Ryu. Papa Luke itu adiknya papa Lucas.”
Penonton lalu meminta Rei membuat finger heart. Tapi bukan Rei namanya kalau tidak memanjakan penggemarnya. Ia membuat finger heart, lalu membuat hati dengan kedua tangannya kemudian bersama papa Luke membuat hati di atas kepala mereka.
“Rei nyanyi, dong.”
Rei lalu bernyanyi bersama papa Luke.
Luke ikut membaca komentar masuk “Do you remember ...” tapi langsung di-skip Luke isinya kurang pantas untuk dibacakan di livenya Rei. Sepertinya yang memberi komentar adalah wanita yang pernah tidur dengan Luke.
Setelah beberapa lama mereka mengakhiri siaran live “Bye ... Bye ...” Rei melambaikan tangannya tanda perpisahan. Rei mematikan kamera ponselnya.
Rei merasa mengantuk. Luke lalu menggendongnya dan menaruh Rei di ranjang ala pricess-nya.
Hana dan Luke lalu berbincang-bincang.
“Kakakku bagaimana?”
“Maksudmu?”
“Apa ia baik padamu?”
“Ia baik padaku. Juga dengan anak-anak.”
“Apa kalian merencanakan punya anak lagi?” Luke bertanya.
“Lucas ingin punya anak lagi. Rei dan Rio juga ingin punya adik. Tapi aku belum siap. Kalau kau, Luke, apa sudah ada calon?”
“Calon apa ini?”
“Calon istri.”
“Nggak ada. Tapi ada yang aku suka.”
“Siapa?’
“Rahasia. Tapi kayaknya aku nggak bisa sama dia.”
“Kenapa?”
“Ia sudah punya suami.”
“Nggak bisa. Aku sudah cinta mati sama dia.”
“Tinggal tunggu jandanya kalo gitu.” Hana tertawa begitu juga Luke.
Hana ...
Wanita yang aku cintai itu kamu.
Tapi sudah tidak mungkin.
Karena kau sekarang milik Lucas.
Lucas yang baru saja pulang bekerja hendak masuk ke dalam rumah. Ia mendengar tawa Hana dan Luke. Entah kenapa hatinya terasa sesak. Ia kembali lagi ke dalam mobilnya.
Lucas lalu mengemudikan mobilnya menuju club. Sudah enam tahun ia tidak pernah menginjakkan kakinya di club yang mempertemukan dirinya dengan Hana. Tempat terciptanya anak-anak mereka.
Lucas memesan tequila dan beberapa gelas cocktail. Lucas mabuk. Ia lalu memesan kamar dan juga wanita untuk memuaskannya. Melupakan fakta bahwa dirinya pria yang sudah menikah. Melupakan fakta bahwa ia sudah menjadi ayah.
Malam panas terulang di kamar yang sama saat ia menghabiskan malam dengan Hana. Bedanya wanita yang bersamanya bukan Hana tapi wanita bayaran. Yang mau melayani segala keinginannya karena ia dibayar. Karena uang.
Lucas mencium setiap inchi tubuh wanita itu dan akhirnya mereka bersatu.
Di rumah Lucas ...
Hana masih menunggu kepulangan Lucas. Ia menelpon ponsel Lucas tetapi panggilannya tidak tersambung. Tentu saja karena Lucas sudah menonaktifkan ponselnya. Ia ingin fokus dengan wanita barunya. Hana cemas. Baru kali ini Lucas tidak memberi tahunya kalau ia lembur. Biasanya Lucas akan mengirim pesan kalau ia terlambat pulang dan meminta Han tidur terlebih dahulu dan jangan menunggunya pulang. Hana akhirnya tertidur di sofa menunggu kepulangan Lucas.
Pagi harinya Lucas pulang dengan badan berbau alkohol.
“Kau minum?” Hana bertanya baik-baik.
“Apa aku nggak boleh minum?” Lucas bertanya balik dengan nada ketus..
“Tentu saja boleh. Kau, kan pria dewasa.”
Lucas lalu masuk ke dalam kamarnya. Membasuh tubuhnya dan berpakaian rapi. Ia akan pergi bekerja.
“Sarapan dulu.” Hana sudah meyiapkan sarapan untuk Lucas.
“Aku sudah sarapan.” Lucas berjalan begitu saja meninggalkan Hana. Tidak ada kecupan sebelum berangkat bekerja yang selalu Lucas lakukan.
Sampai akhirnya Hana tahu Lucas berada di mana malam itu.
Datang seorang wanita mengaku bernama Maria.
“Apa Lucas ada?”
“Anda perlu apa dengan suami saya?” Hana mulai cemas melihat gelagat Maria.
“Aku hamil anaknya.”
Hana terkejut. Ia bagai tersambar petir. Apalagi Lucy dan Lukman yang saat itu datang berkunjung untuk menemui Rei dan Rio. Mereka langsung menginterogasi Lucas setelah sebelumnya meminta Rei dan Rio masuk kamar. Hana menangis tersedu-sedu.
“Apa benar kau tidur dengannya?” Hana bertanya. Walau sakit ia harus tahu yang sebenarnya. Lucas hanya diam.
“JAWAB AKU. APA BENAR KAU TIDUR DENGANNYA?”
Lucas masih menundukkan kepalanya “Benar. Aku tidur dengannya. Tapi aku pake kond**. Jadi, nggak mungkin ia hamil.”
“Kau itu seorang dokter dan kau pasti tahu walaupun kau pakai pengaman tetap saja bisa jadi. Dan ingat kau itu sudah TIDUR dengannya. TIDUR.”
Kelakuan Lucas membuat emosi Hana naik.
“Aku minta cerai. Aku bawa anak-anak.”
Hana langsung menuju kamarnya. Mengambil koper dan mulai mengepak barangnya. Ia lalu menuju kamar Rei dan Rio dan mengepak barang-barang mereka. Ia akan pulang ke kota B hari itu juga.
Ia tidak bisa menerima perselingkuhan Lucas. Lucas tidak hanya tidur dengan wanita itu. Ia juga menanamkan benihnya di wanita itu. Hati hana sangat terasa sangat sakit.
“Ma ...” Rei mendekati mamanya.
“Kita kembali ke kota B.”
“Hana ... Hari sudah malam. Kasihan anak-anak.” Lucy menasehati Hana.
“Tapi Ma ...” Hana mulai menangis. Hatinya terasa sakit dan perih. Lucas sudah berselingkuh darinya. Walau hanya one night stand tapi wanita itu hamil. Ia mengandung anak Lucas.
Di suatu tempat yang berbeda.
“Kerja bagus. Aku akan transfer uang ke rekeningmu.” Seorang pria menerima telpon dari Maria, wanita yang telah tidur dengan Lucas dan mengaku-ngaku sedang mengandung anak Lucas.