
Konferensi pers secara virtual untuk film "Putra dan Putri" telah selesai. Rin lalu berpamitan. Ia langsung diantar Ronald ke rumah sakit. Rayhan juga ikut ke rumah sakit diantar oleh Renata, tantenya.
Rayhan melihat kakek Rin. Sebelumnya ia pernah bertemu kakek Rin saat syuting Spider Family dan live instagram.
Rayhan tak bisa berlama-lama. Ia berpamitan karena ada acara di tempat lain. Ada acara ulang tahun fans yang mengundangnya untuk hadir. Tentu saja tidak gratis.
"Tante, Om. Rayhan pamit."
"Hati hati di jalan."
...***...
Rin melihat kakeknya lagi. "Kakek cepat sembuh. Rin mau main sama kakek lagi."
Boleh dibilang Budiman lebih menyayangi Rin dibandingkan cucu cucu lainnya. Rin yang membuat dirinya tersenyum saat hatinya terasa sakit karena keluarganya (keluarga tiri Hana). Ia sering menyaksikan film dan drama Rin berulang kali juga iklan yang dibintangi Rin.
Walaupun Budiman juga melihat video Rei tetapi ia lebih sering menonton video Rin.
Tangan Budiman bergerak.
"Kakek." Rin terkejut. "Mama, tangan Kakek gerak gerak."
Hana langsung melihat ayahnya. Ia langsung memberitahu petugas kesehatan yang berjaga.
Budiman perlahan sadar.
"Ini mujizat." Dokter juga tidak menyangka Budiman bisa sadar.
Di saat semuanya sudah pasrah jika Budiman akan berpulang, Budiman sekarang sadar.
Hana merasa lega. Begitu juga yang lain.
Budiman masih berada di rumah sakit untuk beberapa hari. Dokter masih mengobservasi keadaan Budiman.
Akhirnya Budiman diperbolehkan pulang ke rumah.
Rei dan Rio menyambut kedatangan Budiman. Mereka berdua memeluk Budiman yang berada di kursi roda.
...***...
"Kakek, Rin mau syuting lagi. Tapi Rin bingung pilih yang mana. Kata papa dua dua nya bagus." Rin menunjukkan dua skenario di tangan kiri dan kanannya.
Budiman membuat gerakan v✌️ dengan jarinya. Ia ingin bisa melihat Rin berakting di banyak film.
"Kakek mau Rin peranin dua duanya?" Rin bertanya.
Budiman menganggukkan kepalanya.
Rin mulai membacakan skenario yang ia dapat. Sekaligus ia berlatih dialognya.
Ren dan Ricka datang. Mereka ikut mendengarkan dialog Rin.
Tetapi tangan Ricka gatal. Ia mengambil skenario yang tergeletak di lantai dan mulai menyobeknya.
"Krek." Satu lembar skenario terlepas.
"Ricka!" Rin langsung mengambil skenario miliknya yang dirobek Ricka. Ia lalu pergi ke kamarnya untuk memperbaiki skenarionya yang robek dengan isolasi bening.
"Yicka nggak boleh robek yobek skenayio nya Kakak Yin. Yicka hayus minta maaf sama kakak Yin." Ren memarahi Ricka.
Selesai menyatukan skenarionya yang dirobek Ricka, Rin datang lagi.
Ia mulai melanjutkan membaca skenario lagi. Tetapi saat ia melihat Budiman, Budiman hanya diam. Tidak ada respon. Padahal biasanya kakeknya itu akan tersenyum.atau memberikan jempol untuknya.
Rin melihat ada yang aneh dengan Budiman. "Kakek. Kakek."
Tidak ada respon dari Budiman. Rin segera memberitahu Hana. "Mama, Kakek ..." Raut wajah Rin terlihat cemas.
Hana segera menuju ke tempat Budiman berada. Ia langsung menelpon ambulan.
Dokter langsung memeriksa Budiman. Dokter menyatakan Budiman meninggal dunia.
Hana langsung pingsan di tempat. Lucas yang dihubungi oleh petugas medis langsung menemui Hana yang berbaring di ranjang UGD.
Perlahan Hana membuka matanya. "Lucas. Ayah. Apa benar ayah ..." Hana berurai air mata.
Lucas menganggukkan kepalanya. Saat dulu Budiman sadar itu sudah mujizat. Tetapi ternyata waktu kebersamaan mereka tidak lama.